FALSE
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
FALSE © CHIZURU BOULEVARD
Genre: Drama/Romance/Hurt Comfort mungkin agak angst juga
Hari sudah mulai gelap dan kesunyian semakin menjadi-jadi di ruangan besar tempatnya berada. Bahkan dia bisa mendengar dengan jelas seandainya ada langkah kaki di luar ruanganya. Sasuke duduk bersandar pada punggung kursi. Dia menunggu Sakura mengetuk pintu ruanganya. Dipikiranya, kilasan-kilasan kenangan tentang Sakura mencuat. Sosok gadis itu yang seperti musim semi.
Denting lift berbunyi tepat ketika itu, denting pelan yang terdengar dari luar pintu ruangan miliknya. Sasuke perlahan bangkit dan berjalan menuju pintu. Dia hendak menyambut Sakura di sana tapi mengurungkan niatnya untuk berdiri tepat di depan pintu. Sebagai gantinya, dia memilih bersandar pada sisi kiri pintu sembari benar-benar melihat, sosok Sakura-nya dengan jelas.
Tak beberapa lama, pintu ruangan di ketuk dan sebuah suara menyusul setelahnya. Sasuke ingat suara itu, benar.. suara itu masih sama seperti yang ada diingatanya. "Permisi." Suara itu terdengar agak ragu. Tentu saja karena Sasuke memang menghendakinya demikian. Bersamaan dengan pintu yang membuka, eksistensi yang sedari tadi ditunggu muncul perlahan. helaian softpink menjuntai sebahu membelakanginya, nampaknya dia tak sadar jika Sasuke ada di sana, menunggu dalam diam.
"Anu..Selamat malam.."
"Sakura." Kata Sasuke akhirnya. Dia tidak ingin memastikan apakah itu benar Sakura atau tidak, dia memanggil dengan memerintah sembari menahan emosi yang berkecamuk di dalam dirinya. Sungguh dia harus menahan dirinya mati-matian untuk menelan eksistensi di hadapanya. Sakura sedikit berjengit, dia pasti terkejut, Sasuke tau itu. Perlahan-lahan Sakura membalikan diri.
Kedua alis Sasuke hampir bertaut, ah tentu saja dia merasa jijik dengan perempuan dihadapanya. Perlahan-lahan Sasuke bisa melihat dengan jelas wajah Sakura, iris emeraldnya yang membelalak terkejut, bibir yang terlihat berusaha menyebut namanya, kedua tangan yang bertaut. Tentu saja Sakura tidak akan menyangka kalau Sasuke yang memanggilnya.
"Sa..Sa.suke-kun.." kata Sakura terbata.
Sasuke hendak melangkah ke arah Sakura berdiri dan Sakura mundur perlahan menjauh dari Sasuke. Perempuan itu terlihat tidak hanya terkejut tapi juga takut karena Sasuke tidak memberikan sambutan hangat padanya. Akhirnya Sasuke memutuskan untuk berdiri menghalangi pintu agar Sakura tidak bisa melarikan diri.
"Kenapa? Bingung? Aku Uchiha Sasuke, CEO Taka Corp." Kata Sasuke dingin.
Sakura masih belum mempercayai dengan baik, bahwa Sasuke benar-benar berdiri di depanya dengan tatapan terdingin yang pernah dia berikan. Dan baru saja Sasuke berkata kalau Sasuke adalah CEO Taka Corp....Mustahil bukan, Pikir Sakura. Dia belum bisa membalas apaun perkataan Sasuke, hawa dingin menyergap diri Sakura.
"Hei Sakura.. ah tidak." Sasuke berhenti sebentar, nada bengis begitu kentara dari suara Sasuke. "Wanita Jalang."
'Sakura' dengan suara yang sama sakura teringat ketika Sasuke memanggilnya dengan lembut. Dan namanya terus menerus dipanggil, berulang kali, dan berulang kali.
Sakura bergidik, dia hampir tidak mengenali lelaki di hadapanya. Lelaki yang dulu dikenalnya tidak seperti ini. Dia bertanya-tanya, apakah yang merubah Sasuke hingga menjadi seperti ini. Kenapa Sasuke menjadi seseorang yang begitu asing bagi Sakura.
"Sa..Sasuke-kun.." Sakura ingin mengatakan sesuatu tapi Sasuke sudah memotongnya.
"JANGAN PERNAH PANGGIL NAMAKU DENGAN MULUT KOTORMU." Bentak Sasuke. Dia menggebrak pintu di belakangnya sampai menimbulkan bunyi benturan keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
FALSE ✔
RomanceDua tahun lalu Sakura meninggalkan Sasuke secara sepihak dan menghilangkan eksistensinya tanpa ada penjelasan apapun. Kali ini, setelah pertemuan tak terduga antara keduanya, Sasuke bersumpah dia akan membuat Sakura menderita karena telah meninggalk...
