FALSE
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
FALSE © CHIZURU BOULEVARD
Genre: Drama/Romance/Hurt Comfort mungkin agak angst juga
==oo0oo==
Dia hanya bisa mendengar langkah kaki perempuan di hadapanya. Kebisingan yang ada di sekitarnya menghilang tiap kali langkah kaki itu menapak dengan bunyi 'tuk' pelan. Semua terasa berjalan dengan lambat. Perempuan itu berjalan perlahan menembus kerumuman yang berjalan berlawanan arah denganya. Tapi dia tak gentar, langkah kaki kecil itu terus melaju dan terus seperti itu meninggalkan gaung bunyi ketukan geta yang membentur jalanan. Aneh. Dia merasa setiap geta itu menimbulkan gaung baru, jantungnya berdetak. Seola jantungnya berdetak sesuai dengan irama geta.
Angin menerpa sanggul rambutnya yang berwarna keunguan karena malam, helai yang di biarkan terjatuh mengayun lembut, pundak mungil miliknya dibalut yukata biru gelap dengan motif Sakura bermekaran yang tersebar di seluruh permukaannya, obi yang dikenakan sewarna dengan Sakura di yukatanya kontras dengan warna biru gelap yang menjadi warna dasar Yukata itu.
Kau ingat kelopak Sakura yang berguguran dengan anggun? Dia berjalan seperti itu. Gema langkahnya, lambaian yukata, helaian rambutnya yang ringan dan bagaimana dia menarik dirinya untuk maju ke depan selangkah demi selangkah. Terlihat jelas di sepasang iris obisidianya. Perempuan itu menjadi pusat semesta, waktu terasa berjalan mengikuti dirinya, begitupun hembusan angin malam musim panas. Dan dia baru menyadari, tangan kanannya menggenggam tangan kanan perempuan itu.
Bagaimana...bagaimana jika dia berhenti melangkah? Apa yang akan terjadi pada semesta ini? batinnya.
Sedetik kemudian setelah pertanyaan itu muncul dalam benaknya, langkah perempuan itu terhenti. Seperti cuplikan film yang terkadang dilihatnya, semua di sekitarnya tidak bergerak. Prelahan dia berbalik, memperlihatkan sepasang iris emerald yang jernih seolah kau bisa melihat kedalamnya sampai dasar, bibir itu memberinya senyuman yang tak bisa dia artikan.
"Sasuke-kun." Kata perempuan itu singkat.
Ah benar.. nama lelaki itu Sasuke. Dia baru mengingatnya. Dia merasa bahwa perempua di hadapanya tidak asing, tapi entah bagaimana dia tak bisa mengingat nama perempuan itu.
Detik berikutnya, orang-orang di sekelilingnya kembali bergerak, kebisingan yang sedari tadi tak terasa kini memenuhi sekelilingnya seperti sesuatu yang menyeruak ke pemukaan. Suara-suara tawa, bisikan, derap langkah kaki, benda-benda yang bergesekan juga angin pada malam itu melebur dan waktu kembali berjalan seperti sedia kala. Perempuan itu masih di sana, menggenggam tanganya dan melihatnya dengan sepasang emerald yang jernih dan senyum yang tak bisa dia artikan.
Seseorang menabrak pundak Sasuke hingga dia mundur satu langkah. Genggaman tangannya terlepas begitu saja. Entah kenapa dia tidak ingin kehilangan tangan itu, secepat ketika dia terdorong, tanganya menggapai untuk meraih tangan yang tadi digenggamnya tapi dia hanya meggenggam udara kosong di hadapanya. Dan pada detik berikutnya, perempuan itu lenyap. Meski dia sudah mencari ke sepanjang yang bisa direkam oleh visinya, hanya ada orang-orang yang mulai terlihat jelas. Sasuke mengingat sebuah nama.
"Sakura.." katanya.
==oo0oo==
"Satu ramen kaldu dan satu ramen pedas dengan ekstra sayur datang! Silakan menikmati hidanganya!" seru pramusaji yang datang. Suaranya bersemangat, seolah kau juga seharusnya memakan ramen dengan semangat yang sama dengan pramusaji itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
FALSE ✔
RomanceDua tahun lalu Sakura meninggalkan Sasuke secara sepihak dan menghilangkan eksistensinya tanpa ada penjelasan apapun. Kali ini, setelah pertemuan tak terduga antara keduanya, Sasuke bersumpah dia akan membuat Sakura menderita karena telah meninggalk...
