FALSE CHAPTER 12

9.7K 542 120
                                        

FALSE
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
FALSE © CHIZURU BOULEVARD
Genre: Drama/Romance/Hurt Comfort mungkin agak angst juga

==oo0oo==

Þar sem gróir, þar er von
allt sem græðir geymir von

(Where things grow, there is hope,
all that heals has hope)

Yoko kano ft. Arnór Dan – VON

==oo0oo==

Yang pertama kali dilihatnya adalah langit-langit berwarna pucat. Dan ketika dia mengedarkan pandangannya, dia melihat ruangan persegi yang sama pucatnya dengan langit-langit itu. Di sebelah kanannya ada jendela besar yang masih tertutup tirai tipis. Beberapa cahaya lolos melewati celah di bordir tirai itu.

Tangannya nyeri. Apa yang terjadi padaku? Tanya Sakura dalam hati.

"Rumah sakit?" gumamnya.

Sakura mengangkat tangannya untuk melihat apa yang terjadi dan dia menemukan bahwa tangannya diperban.

Sasuke-kun..

Nama itu terlintas begitu saja. Kemudian jantungnya berdetak kencang ketika dia perlahan mengingat ketika Sasuke menemukannya di stasiun lalu memaksanya pergi.

Sasuke menyeretnya. Mendorongnya hingga jatuh. Memojokkannya. Meneriakinya.

Dan Sasuke mencoba memperkosanya.

Kedua emerald itu membelalak. Nafasnya terengah-engah. Tangannya gemetar. Sakura terisak, dia menutup mulutnya untuk mencegah isakannya keluar.

Tapi semakin dia mencoba menahannya, semakin tangisnya menjadi-jadi.

Jauh di dalam dirinya, terasa luar biasa sakit.

Tangisannya berubah menjadi raungan. Sakura ingin menyembunyikan dirinya dari dunia ini. lengannya melingkari pundaknya dan kepalanya tertunduk. Sakura ingin menghilang.

Ino yang mendengar raungan Sakura segera terbangun dan dengan tergesa menghampiri Sakura. "Sakura! Ini aku. Tidak apa-apa. Kau ada di sini bersamaku!" katanya sembari meraih tangan Sakura berusaha menenangkannya.

Tapi Sakura tak bergeming. Dia terus menangis dan tidak mengatakan apapun, sampai akhirnya dia lelah lalu jatuh tertidur.

Sementara itu tepat di luar kamar Sakura, Sasuke berdiri diam. Dia mendengar segalanya. Raungan Sakura yang terdengar pilu. Jauh lebih pilu ketika Sasuke tau apa yang ditanggung oleh Sakura.

Gejolak perasaannya yang tidak membaik semenjak dia mengetahui segalanya. Rasa kebas di tangan dan pahit di tenggorokannya yang masih tertinggal.

Sasuke pengecut, dia tidak kuasa untuk menampakkan dirinya di hadapan Sakura karena dia tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk meminta maaf. Keberadaan Sasukepun terasa seperti duri yang hanya akan membuat kondisi Sakura bertambah buruk.

Dan sama seperti sebelumnya, Sasuke tidak kuasa untuk mengetuk pintu itu. Meski kali ini bukan ego atau amarah yang menahannya, tapi di akhir dia merasa tidak pantas bertemu Sakura setelah apa yang dilakukannya.

"Kau menyesal?" Suara berat Kakashi terdengar di telinga Sasuke.

Sasuke tidak bergerak. Tanpa menolehpun dia tau Kakashi ada di sana. Tenggorokannya terlalu kelu untuk menjawab. Ya dia menyesali semua tindakannya. Dan penyesalan selalu datang paling akhir.

Kakashi menganggap diamnya Sasuke sebagai jawaban 'ya'. Sekali lagi Kakashi melirik ke arah Sasuke.

Kenyataan yang diketahui Sasuke semalam membuat wajah pemuda itu terlihat lelah dan kalut. Dalam waktu semalam Sasuke berubah jadi orang yang berjalan menunduk, sama seperti Sakura saat itu. Kini Sasuke terus menatap sepasang sepatunya.

FALSE ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang