{ acht }

51.9K 11.3K 4.9K
                                        

Hari mulai berganti. Pagi ini lumayan cerah. Matahari bersinar terang di atas sana, membuat laki-laki dengan senyuman manisnya ini gembira.

Kaki jenjangnya membawanya masuk ke area sekolah. Melihatnya datang, perhatian orang-orang disana seketika berpusat padanya.

Siapa sih yang mau melewatkan ketampanan seorang Yonghee yang baru saja masuk sekolah setelah tiga bulan ke luar negeri.

Senyuman yang terukir di bibirnya setia dia pertahankan saking senangnya masuk sekolah.

Dia juga menyapa murid-murid disana dengan ramah, sebelum akhirnya sampai di depan pintu kelasnya yang baru.

Yonghee semakin tidak sabar untuk bertemu dengan teman-temannya hari ini.

Setelah mengambil nafas panjang, dia melangkah masuk ke dalam kelas.

"Selamat pagi semuanya!"

Murid-murid di kelas tersebut yang mulai hari ini menjadi teman sekelasnya sontak menoleh dan terkejut melihat kehadiran Yonghee yang tampak berbeda dari sebelumnya.

"Yo bro, berani banget lo ngecat rambut jadi warna cokelat!" Seru Jisung sambil bertos ria dengan Yonghee.

"Asalkan bukan cokelat tai ya gak apa-apa dong," sahut Haechan dari belakang Jisung.

"Lo kenapa sih suka muncul dimana-mana? Lo punya jurus-jurusan gitu ya?!"

"Gue jelas punya jurusan lah, lo pikir gue sekolah disini gak nentuin jurusan?"

"Bener juga sih, tapi kok lo bisa muncul dimana-mana?! Lo setan, ya?!" Seru Jisung takut sendiri.

"Biarin aja, Sung. Haechan kan setengah manusia setengah setan," celetuk Yonghee sambil ketawa dengan ademnya.

"Bukan itu masalahnya. Kemaren gue diceritain Sanha, dia kan habis ketemu Haechan sama Sunwoo di kelas mereka. Nah, habis itu Sanha ke kelasnya Jaemin dan liat Haechan lagi tidur di lantai. Aneh banget gak sih?"

Haechan langsung nyengir. "Daripada lo mikirin itu, mending temenin gue ketemu vampire yang dimaksud."

"Lo tau siapa orangnya?!" Tanya Jisung terkejut yang dibalas kekehan oleh Haechan.

"Tau dong, Haechan gitu loh. Mau ketemu sekarang?"

Jisung mengangguk antusias. Haechan terkekeh lalu merangkul Jisung keluar kelas, menuju kelas yang dimaksud.

Tanpa menyadari perubahan raut wajah Yonghee, yang awalnya tersenyum, menjadi khawatir seketika.

"Jadi, permainannya udah dimulai, ya?"

































Sudah ada yang mencari tahu siapa vampire yang dimaksud. Jadi, kalian mau langsung bunuh atau bagaimana?

Jinyoung mengepalkan kedua tangannya setelah membaca pesan masuk di ponselnya.

"Liat aja, gue gak akan maafin lo karena udah bikin permainan yang bikin diri gue sendiri terancam."

"Lo kenapa?" Tanya Hyunjin yang entah sejak kapan berdiri di depannya.

Jinyoung mendengus kasar, lalu membanting hpnya ke atas meja. "Lo tau gak sih ada yang bikin permainan aneh? Dead or kill, mati atau bunuh. Tapi game ini bawa-bawa vampire lah, werewolf lah. Kalo udah ketauan ya harus dibunuh."

"Emang siapa yang bikin gamenya?" Tanya Hyunjin sambil menarik kursi untuk duduk.

Jinyoung menggeleng pelan, dia tidak tahu. "Gue rasa, yang bikin gamenya itu orang yang tahu semua identitas murid di sekolah ini, ya gak?"

Hyunjin menjentikkan jarinya. "Gue setuju! Btw, emang sejauh ini gamenya kayak gimana?" Tanyanya penasaran.

"Awalnya kita disuruh pilih antara werewolf atau vampire. Karena banyak yang pilih vampire, otomatis vampire lah yang kepilih. Dan lo tau apa perintah selanjutnya? Dia kasih clue tentang salah satu vampire disini dan vampire itu harus dibunuh!"

Wajah Hyunjin berubah tegang. Dia refleks menggebrak meja dan berhasil membuat Jinyoung terlonjak kaget.

"Kita harus cegah orang itu lanjutin gamenya. Karena kalo kita biarin game itu berjalan, kita bakal terancam juga, Jinyoung."

Jinyoung menggeleng pelan.

"Bukan terancam lagi, tapi kita bakal mati kalau sampai mereka tau siapa kita sebenernya."















































Jadi, siapa pembuat game dead or kill yang sebenarnya?

Lalu, bisakah kalian tebak peran tokoh-tokoh yang ada?

Dead or Kill | 00 Line ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang