{ negen }

48.5K 10.8K 3.8K
                                        

Haechan menarik tangan Jisung sambil berjalan sekencang-kencangnya menuju kelas yang dimaksud.

Begitu sampai disana, Haechan menarik Jisung menuju salah satu murid laki-laki yang asik mendengarkan lagu lewat earphonenya.

"Na Jaemin," panggil Haechan dengan nada lantang.

Volume lagu yang tidak terlalu keras membuat Jaemin dapat mendengar panggilan Haechan. Sambil tersenyum, dia melepas earphonenya.

"Hai, tumben kalian barengan, ada apa nih?" Sapanya senang.

"Chan, maksud lo Jaemin-AW!"

Haechan tersenyum setelah menginjak kaki Jisung, bermaksud menyuruhnya diam. Kemudian, dia tersenyum pada Jaemin.

"Jaem, gue boleh liat tas lo, gak?"

"Buat apa?"

"Liat aja, gue cuma mau liat modelnya aja. Gak bakal gue buka-buka elah, santai aja."

Jaemin awalnya ragu sebab muka Haechan kelihatan tidak bisa dipercaya. Tapi karena Haechan terus memaksa, akhirnya dia memberikan tasnya.

"Inget ya, gak dibuka-buka," kata Jaemin mengingatkan.

"Iya, Jaeminku sayang."

Haechan terkekeh geli lalu mengambil tasnya Jaemin. Tapi apa yang terjadi, dia membuka resleting tasnya dengan cepat dan membuka isi tasnya.

"Woi Chan, lo bilang gak bakal dibuka-buka! Lee Haechan!"

Haechan pura-pura tak mendengar dan fokus pada aktivitasnya. Beberapa saat kemudian, dia tersenyum cerah sambil mengeluarkan barang yang dia cari.

"Aha! Ini dia!"

Jisung terkesiap. "C-Chan, itu kan-"

"Yup! Lo benar, Sung. Sekarang, bisa lo jelasin kenapa lo bawa dua kantong darah ke sekolah, Jaem?"
































































Hyunjoon menghirup udara segar di rooftop sekolah. Sembari tiduran di kursi panjang, dia menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa rambutnya.

Di seberangnya, ada Sunwoo yang asik melahap mie kuahnya tanpa memperdulikan Hyunjoon yang jadi lapar karena mencium aromanya.

"Sun, bunuh orang dosa gak sih?"

Pertanyaan random yang keluar dari mulut Hyunjoon membuat Sunwoo tersedak kuah mienya. Buru-buru dia meminum sekaleng soda hingga tersisa setengah.

"Aduh, pertanyaan lo aneh amat. Gak ada pertanyaan lain?" Tanya Sunwoo setelah merasa lega.

Hyunjoon merubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Sunwoo. "Gue cuma nanya, tinggal jawab apa susahnya?" Tanyanya balik.

"Ya jelas dosa, lah. Masa gitu aja gak tau!" Seru Sunwoo sambil meletakkan mangkuk mienya. "Denger ya, gue tau lo kesel sama pembuat gamenya. Tapi lo sendiri gak tau kan siapa dia? Lo juga jangan nekat, apalagi sampe bunuh orang. Gue tau lo kesel, tapi gak gitu juga."

"Ck, siapa yang mau bunuh orang? Gue cuma nanya, sensi amat." Hyunjoon menyibak rambutnya ke belakang sambil berdecak.

"Bukannya gimana-gimana, gue curiga sama seseorang. Gue udah yakin dia yang bikin gamenya. Tapi, jangan rusak dugaan gue gara-gara pertanyaan aneh lo dong."

Hyunjoon yang awalnya kesal langsung bersemangat. "Siapa? Dia termasuk deket sama kita, gak?"

"Rahasia," jawab Sunwoo sambil menaik turunkan alisnya tengil.

Hyunjoon langsung mendengus sebal.

"Tapi ya, gue penasaran. Lo manusia atau bukan?" Tanya Sunwoo tiba-tiba.

"Manusia lah!" Jawab Hyunjoon dengan mantap, walaupun Sunwoo agak ragu dengan jawabannya.

"Kalo lo sendiri, Sun? Lo itu apa?"

Lagi-lagi, Sunwoo menaik turunkan alisnya tengil. "Menurut lo?" Tanyanya lagi.

"Manusia, tapi kok gue ragu, ya? Lo itu apa? Kasih tau gue, dong." Hwall balas bertanya.

"Gak mau ah, gue diincer banyak orang, tau. Kalo gue kasih tau, nanti gue langsung dibunuh."

Sunwoo terkekeh lalu melempar kaleng soda yang sudah kosong ke tempat sampah, kemudian berdiri tak lupa mengambil mangkuk mienya.

"Lo mau kemana?"

Sunwoo mengedipkan sebelah matanya sambil cekikikan. "Gue mau mengurus urusan penting. Gue yakin lo tau apa maksudnya."

Hyunjoon mengernyit sembari memandangi Sunwoo yang pergi sebelum akhirnya menghilang dari pandangannya.

"Urusan penting? Apaan?"

Cukup lama Hyunjoon bergelut dengan pikirannya, sebelum akhirnya dia tahu apa yang dimaksud Sunwoo.

"Anjir lah, Sunwoo mau berantem sama Junkyu!"









































Enakan Hwall atau Hyunjoon?

Dead or Kill | 00 Line ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang