Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang dimana rapat Akan segera di mulai di rumah Angkasa,semua orang sudah kumpul terkecuali Adisa yang masih siap siap
"Aduh kok gw deg deg kan gini sih?" Tanya Adisa pada diri sendiri,Adia menggunakan gaun berwarna merah atas lutut dengan lengan setengah,ya seperti biasa rambut Adisa tergerai badai,dan tak Lupa Adisa menggunakan sepatu berhak tinggi berwarna merah,ia pun turun ke bawah untuk menemui para tamu,pada saat Adisa turun semua orang tertuju pada nya karna kecantikan Adisa menggunakan gaun merah
"Hello.." sapa seorang rekan bisnis Angkasa yang berasal dari Amerika
"Hello.." sapa balik Adisa
"hi my name is Marie" ucp Marie
"hi my name is Adisa" jawab Adisa dan mereka pun bersalaman
"you are very beautiful today" ucap Marie
"thank you, you are also very beautiful today" jawab Adisa
"what, I brought Adisa there first for a while?" Tanya Angkasa
"Of course you can" jawab Marie
Adisa dan Angkasa pun berjalan menuju meja yang sudah di sediakan
"Sumpah gw deg deg kan banget.." ucp Adisa sambil berbisik
"Ya emang gw nga.." jawab Angkasa
Lalu Angkasa berdiri untuk menyampaikan beberapa kata kata
"I ask for a moment, congratulations, come to my house, in the context of the meeting we will talk about the project to make an apartment in New York, is there anything that can be asked" ucp Angkasa
"I strongly agree if the apartment is built in Landon" jawab seorang lelaki yang usia nya sekitar 40 tahun
"Yes, I agree more if the apartment is built in Landon" ucp seorang rekan kerja Angkasa
Adisa pun berdiri dan berbicara
"I have a suggestion, what if we build the apartment in the country of South Korea? because there must be a lot of young people who need an apartment whose prices are slightly skewed" ucp Adisa
"yes i agree with your suggestion"ucp Marie dan di susul oleh Angkasa dan rekan kerja lain nya
"OK, we have decided to make an apartment in South Korea, and this decision is unanimous, and I thank you all for coming here, and enjoying the food and entertainment" ucp Angkasa lalu menarik tangan Adisa menuju tempat sepi
"Aduh lu ngapain sih narik narik gw?" Tanya Adisa
"Dis,gw terimakasih banget sama lu,karna mereka terkesan dengan saran lu.." jawab Angkasa
"Udh lah Angkasa,mending kita sekarang ke dalem aja,gw mau nyapa tamu lain nya.." ucp Adisa lalu manarik tangan Angkasa menuju ke dalam rumah
Hampir 3 jam rapat,dan akhirnya pun selesai,siang pun berganti Malam Adisa memutuskan untuk turun ke bawah dan bicara kepada Angkasa yang sedang santai menonton tv
"Angkasa.." panggil Adisa,lalu Adisa berjalan menuju Angkasa
"Apaan?" Jawab Angkasa
"Besok ujian gw.." ucp Adisa
"Ya terus?knp Lo di sini?bukan nya belajar?" Tanya Angkasa
"Ihh,gw itu udh belajar tau ga,tadi gw di kamar itu belajar,Lo pikir gw Loncat loncatan apa?" Jawab Adisa dengan kesal
Angkasa pun mendekati Adisa lalu merangkul Adisa yang sedang kesal
"Marah marah tros Lo,jadi Nene lampir nanti.." ejek Angkasa
"Ihh apaan sih Lo,bikin gw kesel aja.." jawab Adisa lalu Adisa beranjak dari duduk,namun tangan Adisa di tarik oleh Angkasa yg membuat Adisa terjatuh di pelukan Angkasa,dan lagi dan lagi mereka pun saling menatapi bola mata,dan bibir Angkasa pun mendarat sempurna di bibir Adisa,dan tanpa protes Adisa pun membalas ciuman Angkasa dengan sangat lembut,lalu Angkasa berbisik
"Makanya jadi orang jangan marah marah terus ini hukuman Lo.." ucp Angkasa sambil berbisik, mendengar hal itu Adisa tersipu malu,lalu mereka melanjutkan adegan hot itu lagi
Dan sampai sampai Angkasa menggigit kecil leher Adisa yg membuat Adisa mendesah
"Mpshh.."
Malam itu adalah Malam yang sangat indah bagi mereka berdua,walaupun mereka benci satu sama lain,dan belum menyatakan cinta sesungguhnya.
=========
KAMU SEDANG MEMBACA
CEO My Husband (SELESAI)
DragosteApa yang ada di benak kalian jika perempuan berumur 18 tahun menikah dengan CEO yang umur nya 23 tahun? Ya perempuan 18 tahun itu adalah gw,gw masih duduk di bangku sekolah menengah atas atau SMA gw masih kelas 3 SMA ya walaupun udh mau lulus,namun...
