'Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak bisa di hubungi. Cobalah beberapa saat lagi.'
"Kemana sebenarnya gadis ini? Kenapa sejak tadi ponselnya tidak aktif?" Omel Jungkook. Ia mencoba menelfon lagi nomor Yoo Jung namun lagi-lagi operator yang menjawab telfonnya. Jungkook membanting ponselnya karena kesal, Jimin yang baru saja masuk ke dalam kamar tentu saja terkejut karena ponsel Jungkook hampir saja melayang mengenai kepalanya, untung ia bisa menghindar dengan cepat.
"Ya! Kau pikir ponsel itu mainan atau apa, main banting dan lempar seenaknya saja!" Keluh Jimin kesal. Ia memunggut ponsel yang Jungkook lemparkan tadi dan memeriksa jika-jika ia ada lecet atau pecah pada ponsel tersebut.
"Terserah," Decak Jungkook kesal. Jimin mendelik kesal mendengar jawaban Jungkook itu.
"Berhentilah membanting ponselmu ketika kau tidak bisa menghubungi Yoo Jung. Aku baru saja menganti ponselmu bulan lalu. Kumohon dengan sangat, jangan melempar atau membuangnya sesuka hatimu. Jika nanti ada menemukan dan membuka ponselmu sembarangan bagaimana jadinya?" Omel Jimin. Ia menyerahkan kembali ponsel yang dipeganganya itu pada pemiliknya.
"Jangan salahkan aku, salahkan Yoo Jung. Kenapa dia selalu susah dihubungi setiap aku ada pekerjaan di luar kota ataupun di luar negri?" Ucap Jungkook membela dirinya sendiri. Jimin hanya bisa mengelus dadanya perlahan, berhadapan dengan Jungkook selama beberapa tahun ini sudah membuat Jimin sabar dengan semua tabiat pria itu.
"Mungkin dia sedang sibuk. Apa kau sudah mencoba menghubungi cafenya?" Tanya Jimin.
"Ah, benar." Setelah mengatakan itu, Jungkook kemudian membuka layar ponselnya dan mengetikkan beberapa nomor dan kemudian mendekatkan ponselnya pada telinganya. Jimin terlihat geram, namun ia menahannya, ia kemudian menarik nafasnya dalam-dalam dan kemudian menghembuskannya perlahan-lahan. Tak lama kemudian wajah Jungkook berubah berseri-seri setelah mendengar suara Yoo Jung di ujung telfon sana. Jimin mendegus geli melihatnya, baru beberapa saat yang lalu Jungkook mengomel kesal karena Yoo Jung tidak mengangkat telfonnya, namun ketika ia bisa mendengar suara gadis itu wajahnya kemudian berubah berseri-seri lagi. Melihat banyaknya tumpukan surat yang diterima Jungkook, Jimin kemudian memeriksa surat-surat tersebut, sebagian besar merupan surat undangan untuk Jungkook dari beberapa label agensi Jepang. Namun sebuah surat tampak menarik perhatian Jimin, surat itu tampak seperti surat resmi dengan perekat stempel berwarna merah yang memiliki logo yang unik menurut Jimin. Melihat surat yang begitu unik dan tampak resmi itu, Jimin kemudian memisahkan surat itu dari tumpukan surat lain.
"Mwo! Namja!? Nugu?!" Pekik Jungkook heboh, membuat Jimin menutup telinganya karena mendengar teriakan Jungkook. Jimin menghela nafasnya, ia bisa memastikan hari ini akan jadi hari yang berat, mendengar dari suara teriakan Jungkook barusan.
"Ya! Ya! Jangan di tutup dulu! Ya! Jeon Yoo Jung!"
"Kenapa, Yoo Jung senang sekali menggoda Jungkook di saat seperti ini." Ucap Jimin yang sekali lagi mengehela nafasnya.
"Arhg! Hyung! Kapan jadwalku selesai?" Tanya Jungkook menghampiri Jimin dengan tergesa-gesa.
"Masih 2 hari lagi." Jawab Jimin.
"2 Hari lagi? tidak bisa di percepat lagi? Aku bisa melakukan pemotretan atau wawancara kapan saja."
"Tidak bisa, itu sudah paling cepat. Selama 2 hari pun jadwalmu sudah sangat penuh, tidak ada jadwal yang bisa dimajukan atau ditunda lagi saat ini." Jelas Jimin.
"Hyung, kumohon!" Pinta Jungkook dengan wajah memelas.
"Ani, aku tidak akan terpengaruh dengan wajah itu lagi. Ah jinjja, aku akan mengomeli Yoo Jung jika bertemu dengannya nanti." Jimin lantas bangun dan beranjak. Namun Jungkook masih bersikeras menahan tangannya dan memohon padanya agar jadwalnya bisa dimajukan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Perhaps Love (Sedang Direvisi)
FanfictionRate : M Hubungan rahasia antara Kim Yoo Jung, sang pattisieur cantik dan Jeon Jungkook, sang musisi papan atas. Berawal dari pertemuan keduanya yang tidak di sengaja, hingga akhirnya membuat keduanya terikat sebuah hubungan yang membuat keduany...