Helene dari Troya

123 13 0
                                        

Jauh sebelum terjadinya Apel Emas dari Dewi Eris, kisah ini mewakili beberapa kejadian yang akan berhubungan dengan jatuhnya kota Troy atau Troya.

_______________________________________________________________

Dikisahkan dahulu kala wanita tercantik di dunia bernama Helene, putri Tyndareus, raja Sparta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dikisahkan dahulu kala wanita tercantik di dunia bernama Helene, putri Tyndareus, raja Sparta. Tetapi banyak desas desus dari masyarakat jika ia bukanlah anak kandung dari Tyndareus. Ibunya adalah Leda, yang mungkin telah dirayu kemudian diperkosa oleh Zeus dalam wujud angsa. Dengan kedua saudara kembarnya yang berayahkan Tyndareus dan juga ia yang berayahkan Zeus. namun, ia biasanya juga sering disebutkan sebagai anak dari Nemesis.

Pekan ini, kerajaannya begitu ramai dikunjungi oleh para pangeran dari negeri luar maupun para saudagar yang berniat untuk melamarnya menjadi pendamping. Tetapi ayah Helene, Tyndareus tidak mau begitu saja memilih salah seorang di antara mereka karena ia takut yang lainnya akan marah karena tak terpilih.

"Ayah, bagaimana jika nanti keputusan yang telah dibuat malah membuat pertikaian?" tanya si sulung kembar pada Tyndareus.

"Hei, jangan berkata seperti itu. Kau membuat Helene takut." kata si bungsu kembar pada kembarannya itu.

Di saat Raja Tyndareus memikirkan solusi untuk permasalahan ini, dari arah pintu besar aula kerajaan masuklah pengawalnya dengan langkah cepat.

"Yang Mulia, Tuan Odysseus putra dari Lairtes ingin bertemu dengan anda, Yang Mulia." ucap lantang pengawal itu dan dibalas anggukkan oleh Tyndareus.

"Bagaimana kabarmu wahai sahabatku, Yang Mulia Tyndareus? Semoga segala kebaikan selalu menyertaimu." sapa Odysseus sambil membungkuk hormat pada Tyndareus yang duduk di singgasana.

"Tegakkan tubuhmu, sahabatku. Kabarku baik-baik saja dan kuharap dirimu juga begitu." kata Tyndareus sambil mempersilahkan Odysseus menegakkan tubuhnya kembali. "Apa yang membawamu kemari, wahai sahabatku?" sambungnya.

"Tuan tau jika diriku juga mengikuti sayembara putri Helene-" ucap Odysseus dengan senyum yang teduh, "tetapi setelah melihat beberapa permasalahan yang mungkin bisa terjadi di sekeliling para pelamar lainnya, mungkin hamba punya sebuah usulan untuk menyelesaikannya."

Ucapan Odysseus itu bagaikan oasis untuk permasalahan yang dihadapi olehnya, dan karena itu pula ia dengan tenang dan teliti mendengarkan apa usulan dari Odysseus itu.


______________________


Aula tempat para pelamar itu berkumpul menjadi ajang mempertunjukkan siapa yang lebih pantas untuk bersanding dengan putri Helene, dan itu membuat riuh dan bising. Dan dalam sekejap, suara berisik itu menghilang, seolah tenggelam oleh udara saat Raja Tyndareus serta anak-anaknya memasuki ruangan aula tersebut.

"Saudara-saudara serta rakyatku yang ku kasihi. Malam ini, kita akan melakukan sayembara terakhir dari pemilihan untuk calon pendamping putriku, putri Helene." ucap Raja Tyndareus dengan tegas. "Malam ini, aku ingin semua yang hadir disini untuk ikut bersumpah. Bersumpah untuk membela pernikahan Helene, tak peduli siapapun yang nantinya terpilih menjadi suami Helene."

"Jika begitu akan tidak adil, Yang Mulia!" ucap salah satu yang berada di kerumunan peserta pelamar itu dan karena ucapannya itu ada beberapa orang juga yang ikut menyuarakan protes ataupun kekesalannya.

"Σιωπηλός!"

Mendengar ucapan Raja mereka itu akhirnya mereka terdiam, "jika diantara kalian ada yang keberatan silahkan meninggalkan tempat ini dan jangan kembali lagi. Di ruangan ini hanya untuk para pelamar yang setia juga menuruti semua ketentuannya." ucap Tyndareus sedikit keras.

Meskipun di awal ada sejumlah dari mereka yang memprotes dan juga mengomel, akhirnya mereka semua bersedia mengucapkan sumpah itu di atas potongan tubuh kuda yang telah disiapkan oleh para pengawal istana.

Dengan beberapa perlombaan yang diajukan untuk melihat seberapa tangguhnya para pelamar ini, akhirnya Tyndareus memilih Menelaos dari Sparta. Dia memilih Menelaos terutama karena alasan politis, yang sudah pasti memiliki kekayaan dan kekuasaan. Dia cukup rendah hati untuk tidak mengajukan dirinya sendiri, melainkan mengirim saudaranya Agamemnon atas namanya. Ia juga berjanji akan memberi Hekatombe, kurban berupa 100 ekor lembu, untuk Aphrodite sebagai Dewi Pemberkatan.

Setelah pemberkatan pada Dewi Aphrodite, Menelaos akhirnya membawa pulang Helene ke tanah kelahirannya di Sparta sebagai ratunya. Sementara itu, kedua saudara Helene yaitu Kastor dan Pollux mengalami sesuatu yang serius hingga Pollux harus tewas dan menjadi setengah dewa setelah permintaan dari Kastor pada Zeus. Dan Agamemnon akhirnya mempersunting saudari Helene, yakni Klytaimnestra lalu merebut kembali tahta Mykenai.

Kehidupan Helene di tanah Sparta bisa dibilang menjanjikan karena suaminya, Menelaos pun cukup baik untuk dirinya. Walaupun tak ada cinta diantara pernikahan mereka, tetapi ia cukup bersyukur dan berusaha untuk menerima Menelaos sebagai pendampingnya.

ETERNITY LOVE FOR YOU [ᴏɴ-ʜᴏʟᴅ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang