Paris dan Helene

136 18 11
                                        

Recap :

"Aku ingin seorang wanita bernama Helene, istri dari Menelaos, untuk ku jadikan istri." ucap Paris dengan pasti yang membuat Aphrodite bingung.

"Kau ingin aku membuat Helene, istri Menelaos, jatuh cinta padamu? Helene?" tanya Aphrodite kembali yang dijawab anggukkan oleh Paris.

"Apa kau bisa?" tanya Paris dengan sedikit perasaan cemas.

"Aku bisa melakukannya. Tetapi apa kau yakin? Bagaimana jika dengan wanita lainnya? Aku bisa membuat 10 wanita lajang jatuh cinta padamu." tawar Aphrodite agar Paris mengurungkan niatnya untuk merebut istri dari orang lain.

"Tidak. Aku ingin dia." kata Paris tegas. Aphrodite mau tak mau akhirnya mengiyakan keinginannya itu. Sambil merapalkan lantunan nada, akhirnya Aphrodite membuka matanya dan tersenyum kembali, "Setelah fajar menyingsing esok hari, ia akan datang padamu dan menerimamu sebagai cintanya." ucap Aphrodite dan pamit undur diri dari hadapan Paris dan bersama para pengawalnya, ia meninggalkan aula pesta.

Pesta dilanjutkan seperti sedia kala oleh Zeus dan para tamu melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Tetapi tanpa sepengetahuan tamu lainnya, Ares dan para pengikutnya sudah meninggalkan tempat itu menuju ke tempat persembunyian mereka guna melancarkan strategi selanjutnya.

Membuat para manusia berperang dan hancur!

__________________________________________________________________


Paris, dibawah penyamaran akhirnya pergi ke Sparta untuk merebut Helene dan membawanya ke Troya. Sebelumnya, ia sudah diberi ancang-ancang oleh Aphrodite bagaimana Helene bisa tertarik padanya. Saat Helene melihat kedatangan Paris di istananya, ia ditembak dengan panah cinta oleh , yang dikenal pula sebagai Cupid, sehingga Helene pun jatuh cinta kepada Paris begitu melihatnya, seperti telah dijanjikan oleh Aphrodite. Saat itu serasa pas sekali momennya, Menelaos juga harus pergi ke Kreta untuk memakamkan pamannya, Krateus.

Paris yang sangat cinta mati pada Helene langsung membawanya pergi dari Sparta tanpa pikir panjang. Cinta membutakannya, bahkan ia harus mendapatkannya walau harus membutakan perasaan Helene. Ia berniat untuk membawa Helena pergi dan tinggal di Troya dengan keluarga besarnya, walaupun ia tau jika dirinya tidak akan lepas dari amarah Menelaos karena sudah membawa pengantinnya, Helene, pergi.

"Aku tidak tau jika Paris bisa sebodoh itu." ucap Eris melihat bola kristal yang ia curi dari Hermes, Dewa Perdagangan.

Paris yang sangat cinta mati pada Helene langsung membawanya pergi dari Sparta tanpa pikir panjang. Cinta membutakannya, bahkan ia harus mendapatkannya walau harus membutakan perasaan Helene. Ia berniat untuk membawa Helena pergi dan tinggal di Troya dengan keluarga besarnya, walaupun ia tau jika dirinya tidak akan lepas dari amarah Menelaos karena sudah membawa pengantinnya, Helene, pergi.

"Aku tidak tau jika Paris bisa sebodoh itu." ucap Eris melihat bola kristal yang ia curi dari Hermes, Dewa Perdagangan.

_____________________________________

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA HIDUP DENGAN TENANG SETELAH MENGAMBIL APA YANG MENJADI MILIKKU!!!"

Teriakan menggema milik Menelaos saat mendengarkan perkataan Polemos yang dengan sengaja membuat Menelaos marah. Wajah datar Polemos terlihat padahal sebenarnya dalam hati ia sangat kegirangan. Senang jika akan akan peperangan. Ia akan bermandikan dengan darah manusia dan akan memakan dagingnya utuh!

"Tuanku akan memberikan kekuasaannya untuk membantumu mengambil kembali Helene dari Paris. Jika kau ingin, pergilah ke Troya dan berikan penawaran padanya terlebih dahulu." ucap Polemos.

"Bagaimana aku dengan tenang harus bertemu dengannya. Aku akan mengibarkan peperangan padanya!" ucap Menelaos dengan emosi.

'Bukan itu yang diinginkan tuan, bedebah!' rutuk Polemos dalam hati, ia harus dengan tenang berbicara dengan Raja Sparta ini jika ingin semua rencana berjalan dengan semestinya.

"Coba terlebih dahulu. Jika memang ia tidak ingin memberikan Helene kembali maka kami akan membantumu untuk meruntuhkan kerajaannya." ucap Polemos dengan tenang sambil beranjak pergi dari aula kerajaan itu.

_____________________________________

Kapal layar yang ditumpangi oleh Paris dan Helene sedang berlayar menuju Troya. Tanpa mereka sadari, Hera yang masih tidak terima dengan keputusan yang dibuat oleh Paris saat kejadian Apel Emas itu. Hera mengirimkan badai besar untuk mengganggu pelayaran Paris. Tetapi badai itu ternyata belum cukup membuat kapal Paris itu terganggu dan mereka sempat berlabuh di Sidon karena ia merasa takut akan tertangkap, hingga ia memutuskan untuk tinggal sebentar di sana sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan sampai di Troya dan kembali berkumpul bersama keluarga kerajaannya.

Kalian penasaran bagaimana keadaan Helene?

Helene bersikap seperti boneka hidup, tidak melakukan apapun. Hanya mendengarkan apa yang Paris lakukan, memberikan senyumannya pada Paris walaupun itu terlihat tidak ada sinar di matanya.

Hidup Helene seperti boneka kontrol yang berada di atas kendali Paris. Tanpa ada perasaan ataupun niat untuk pergi.

Tapi, apakah benar begitu?

ETERNITY LOVE FOR YOU [ᴏɴ-ʜᴏʟᴅ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang