PART 14: "DO YOU REMEMBER ME?"

2.4K 140 21
                                    

            Keributan besar tidak bisa dielakkan dari acara amal malam itu. Tidak berselang lama setelah Alea dan kedua kawannya berhasil melarikan diri dengan Andrew Martin sebagai tahanan mereka, berita tentang sekelompok penyelundup yang menyamar sebagai tamu undangan dan menculik Andrew Martin malam itu mulai tersebar di berbagai penjuru negara Amerika.

Berbagai stasiun TV ramai-ramai berdatangan ke tempat kejadian dan mulai mengumpulkan berbagai macam informasi yang bisa mereka terima saat itu juga. Pihak kepolisian bisa dilihat bergerak di belakang frame mereka dan sibuk meneriakkan perintah kepada bawahan mereka. Para tokoh penting yang datang malam itu juga tidak luput dari sasaran kamera dan tentu saja menjadi target utama semua wartawan yang datang.

Tidak ada yang mau angkat bicara mengenai kejadian yang mereka hadapi karena sebenarnya para petinggi ini pun hanya diberikan berita sekilas mengenai apa yang terjadi di saat mereka tengah menikmati pesta. Para pengawal* yang mereka pekerjakan terlihat sibuk menghalangi setiap flash kamera dari media massa yang ingin menjadikan foto mereka sebagai halaman depan di surat kabar besok.

*NB: Mulai dari sini, saya akan memakai kata pengawal dari pada menggunakan kata penjaga. Bab 13 nanti akan saya perbaiki penggunaan kata penjaganya.

Kemunculan Riley dan Shin dari dalam gedung amal membuat para wartawan yang datang di tempat kejadian semakin ganas ingin mendapatkan berita langsung dari kedua orang tersebut. Riley sama sekali tidak menyukai keramaian dan menampakkan dirinya di berbagai media, sehingga ia mendapati kelakuan para wartawan yang ingin menguak langsung kejadian malam itu membuatnya merasa kesal. Riley kemudian menatap dengan tajam salah satu wartawan perempuan yang berusaha menerobos masuk ke lingkaran penjagaan yang dibentuk oleh para pengawalnya dan secara otomatis tatapan Riley yang merasa gusar tertangkap oleh wartawan perempuan tersebut sehingga membuatnya diam seketika. Shin sama sekali tidak berkedip saat melihat sahabatnya itu menunjukkan rasa tidak sukanya dengan media massa, ia hanya lebih mementingkan keselamatan Raphael. Melihat kedua pria yang memiliki pengaruh terbesar itu melewati media massa secara acuh dan mengeluarkan aura tidak bersahabat,mereka semua hanya bisa menahan rasa kecewa.

Julukan Kaisar bertangan dingin dan Naga Hitam Asia memang hidup untuk mereka berdua. Riley dan Shin begitu keluar dari gedung langsung menunjukkan aura tidak bersahabat. Di belakang mereka terlihat Raphael muncul dengan Ambulance Stretcher sambil memegang perutnya yang mengeluarkan darah. Semua orang yang melihat pemandangan mengerikan salah seorang dari ketiga pria yang paling disegani itu terluka, otomatis membuat siapa pun yang berada disana bertanya-tanya: Siapa gerangan yang berani menembak orang berkedudukan besar di Italia?

Media massa sangat berusaha mengabadikan momen dimana Raphael dimasukkan ke dalam mobil ambulan dengan kamera mereka dan tidak berselang lama akhirnya mobil ambulan itu pergi diikuti oleh beberapa mobil hitam dibelakangnya yang diketahui adalah rombongan milik Riley dan Shin.

Setelah menyaksikan kepergian Riley dan Shin, media massa mulai mengalihkan kamera mereka ke arah pintu masuk gedung dan menemukan para tim polisi membawa keluar lebih dari lima kantong mayat dari dalam gedung. Perasaan ngeri dan mual mulai bermunculan dari benak semua orang yang ada disana. Monster apa yang bisa melukai lebih dari lima orang korban tanpa terdeteksi? Kelompok mana yang bisa menembak Raphael Achille Zolah sehingga membuat ia sekarat? Ini bukan acara amal tapi acara pembunuhan!

*
*
*

*

Tidak ada satu kata yang terlontar dari mulut Riley serta Shin saat mereka mulai bergerak mengikuti mobil ambulan yang berada di depan mereka.

Sembari mengikuti mobil ambulan yang malam itu dengan lihai menghindari kerumunan kendaraan lainnya, mobil milik Riley dan Shin berjalan mulus menuju rumah sakit yang akan menjadi tempat tinggal Raphael beberapa hari ke depan. Setelah menurunkan Raphael dari mobil Ambulan serta membawanya langsung ke ruang UGD untuk menjalankan operasi, barulah mereka berdua menerima keterangan langsung dari hasil luka yang didapat oleh Raphael.

That Man and That WomanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang