4. Internal Section

4.3K 421 117
                                        

***

"Oke, kalo gak ada aku yang mulai..."

Semuanya terdiam menunggu apa yang Eunbi akan katakan.

"Kemaren Wonyoung cerita sama aku kalo dia gak sengaja ngeliat Wooseok sama Minju ciuman di dapur malem malem"

Semua langsung menatap kearah Wooseok dan Minju, membuat keduanya bungkam.

"Aku gak masalah kalian mau ngapain di apartemen, tapi ada batas ya. Inget kan kita masih tinggal sama adek², harusnya mereka gak lihat hal yang kayak gitu"

"Maaf mbak.." Minju bersuara.

"Sorry mbak, gak lagi deh gue nyosor Minju" Wooseok menunduk.

Malu sebenarnya karena kepergok Wonyoung, padahal Dohyon juga hanya saja Wonyoung tak cerita pada Eunbi soal itu.

"Wooseok lagi"

Semua menoleh kearah Seungyeon.

"Gue kenapa bang?"

Seungyeon menarik nafas dalam-dalam, melirik Sakura sebentar kemudian bersuara.

"Lu sama Minju udah- ehm udah- ehm maksud gue- aduh susah banget ngomongnya"

"Lo sama Minju udah berbuat yang lebih jauh kan?" Sakura menegaskan.

"HAH?"

Semua terkejut termasuk Wooseok dan Minju.

"Maksud lo Ra?" tanya Wooseok bingung.

"Hah? Seriusan?"

Yena dan Hyewon menghujani Minju dengan pertanyaan.
Hangyul dan Chaeyeon hanya diam menyimak, bingung ingin menanggapi bagaimana.

"Enggak! Masyallah"

Minju paham arah pembicaraan Sakura dan Seungyeon kemana.

"Really? Tapi tiap malem gue selalu denger suara aneh dari kamar Wooseok" ujar Sakura.

"Iya, gue juga denger kok!" tambah Seungyeon.

Wooseok memukul keningnya, salahnya sendiri melakukan kebutuhan hasratnya sambil membayangkan kekasihnya.
Semuanya jadi salah paham kan.

"Enggak, gak gitu! Gak berani gue gila!"

"Mbak Kura gak salah denger?" tanya Hangyul.

"Ya enggak lah, kamar Wooseok persis disebelah kamar gue kan kalian tau sendiri"

"Aduh" Wooseok memijat pelipisnya.

Kalau ia mengaku ia berfantasi liar tentang Minju, habis sudah harga dirinya di mata sang kekasih.
Tapi kalau ia tak mengatakan apapun, semuanya akan salah paham.

Runyam.

"Serius aku sama kak Usok cuma sebatas ciuman aja kok"

Minju mulai menangis, merasa tertuduh atas apa yang ia tidak perbuat.
Wooseok panik, harus bagaimana ini jadinya.

"Sebenernya gue sendiri yang main tapi sambil ngebayangin Minju"

"Hah?"

Okey. Semua diam.

Setelah Wooseok bersuara, Minju menghapus air matanya menatap marah Wooseok.

"Emang aku serendah itu ya sampe jadi bahan fantasi kamu"

"Gak gitu Ju, astaga"

Wooseok pusing, kenapa jadi begini sih.
Ia tidak bermaksud begini.
Tapi keadaan mendesaknya.

Friday ; IZONE & X1 ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang