***
Cha Junho, jadi karyawan teladan tahun ini.
Padahal dia ini masih karyawan baru enam bulan yang lalu.
Tapi karena pengabdiannya sama perusahaan besar banget, dia diangkat jadi karyawan teladan tahun ini.
Jelas banyak yang iri, terutama para seniornya yang udah lama jadi karyawan disana tapi masih gitu-gitu aja.
Ya rejeki orang kan beda-beda, mungkin emang rejeki Junho buat jadi karyawan teladan tahun ini.
"Junho! Nanti traktir kita lah, itung-itung traktir jadi karyawan tahun ini" kata seniornya Junho, sebut saja pak Jibeom.
"Maaf pak, tapi saya ada janji"
"Alah janji sama siapa sih? Palingan masih jomblo kan lu" sahut seniornya yang satu lagi, sebut saja Jangjun.
"Sama pacar saya pak, udah janji mau makan malem bareng. Misi ya pak, saya mau ke toilet" pamit Junho sambil senyum lebar.
"Hahaha jomblo ngatain orang! Kapok kan lu Jun"
Sesuai janjinya sama Yuri, hari ini Junho enggak pulang telat dan bawa pulang makanan kesukaan Yuri.
Emang mereka janji makan di apartemen aja, soalnya lebih praktis dan murah.
Maklum kan mereka juga menghemat pengeluaran demi menjalani hidup asek.
"Waduh enak tuh" kata Eunbi yang tiba-tiba nongol pas Junho masuk dapur.
Junho kaget, hampir aja ngira Eunbi setan.
"Mbak mau?"
Eunbi ngangguk dengan muka polosnya.
Junhonya bingung, ini dia cuma beli dua bungkus buat dia sama Yuri.
Tapi ngeliat Eunbi yang udah ngiler banget liatnya, akhirnya di kasih bungkusan satunya ke Eunbi.
"Makasih Chajun!" dengan riangnya Eunbi nerima bungkusan itu.
Nasib gini amat, batin Junho.
Junho pun ngechat Yuri buat keluar dari kamarnya dan gak lama Yuri pun nongol di dapur.
Dengan senyum lebarnya, Yuri nyapa Junho.
Yang tadinya capek baru pulang kerja, terus bete karena makanannya dikasih ke bumil, ilang seketika liat Yuri senyum lebar nyambut dia.
"Kenapa gak mandi dulu?" tanya Yuri yang udah duduk diseberang Junho.
"Udah laper" jawabnya sambil masa muka melas.
Yuri ketawa dengernya "Yaudah ayo makan, aku juga laper"
"Tapi cuma sebungkus, satunya aku kasih ke mbak Eunbi katanya kepengen"
Yuri lagi-lagi gak bisa nahan tawanya, ini Junho gemesin banget ngomongnya.
"Yaudah gak apa, aku gak laper banget kok" kata Yuri sambil ngambil sendok.
"Janjinya kita kan makan berdua, jadi kita makan ini berdua aja" jelas Junho.
"Katanya kamu laper"
"Kalo makannya bareng kamu pasti kenyang"
Yuri cuma senyum-senyum doang.
Dan akhirnya mereka pun makan bareng.
"Aduh duh berasa pengantin baru"
Yena dateng-dateng ngerusuh aja bisanya, dah biasa sih.
"Susah ya emang kalo pasangan masih anget kayak ketek Yohan"
"Mbak ih, apaan deh random banget"
"Ye emang ketek Yohan anget"
Junho gak ngerti kenapa mahluk yang namanya Yena ini bisa hidup wkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
Friday ; IZONE & X1 ✅
FanficHanya kisah tentang member IZ*ONE dan X1 Rate ; 15+ (!) Harsh words (beberapa chapter)
