***
"Hari ini makan dimana? Gue traktir"
Chaewon noleh ngeliat seniornya lagi siap-siap mau fotokopi juga, ngantri disebelahnya.
Mata Chaewon nyipit, bibirnya ngebentuk lengkung senyum.
"Kemana enaknya pak? Gak terlalu tau daerah sini sih"
Serim mikir bentar, sebelum akhirnya ngejawab "Ah gue tau kemana" katanya semangat.
Emang semenjak kejadian Serim ditolak Minju secara gak langsung, iya secepat itu ditolak :))
Chaewon sama Serim jadi deket banget, bahkan bisa masuk dalam kategori temen kali ya.
Apalagi pas tau Junho sama Yuri udah jadian.
Chaewon bukan gak seneng, dia bahagia kok akhirnya dua orang terdekatnya itu bisa ngungkapin perasaan mereka yang selama ini cuma dipendem.
Tapi ya gimana, namanya mantan terindah jadi agak sedikit gak rela—dikit doang kok dikit, Chaewon gak mau jadi penghalang mereka lagi.
"Eh bentar itu di pipi lo ada bulu mata jatoh" kata Serim, enggak sengaja ngeliat kearah pipi Chaewon.
Reflek Chaewon megang pipinya, nyari dimana itu bulu mata jatuh.
"Dimana pak? Sini ya?"
"Bukan, itu sebelah situ" Serim nunjuk² pipi Chaewon.
"Heung? Gak ada"
Serim yang gemes lantas reflek ngedeketin wajahnya buat ngeliat itu bulu mata terus perlahan diambil.
Chaewon kaget seketika waktu Serim langsung ngedeket kearahnya.
Pandangan keduanya gak sengaja ketemu.
Hening.
Untuk beberapa saat mereka cuma diam dalam posisi yang sama.
Sebelum akhirnya suara pintu kebuka nginterupsi mereka buat ngejauh.
"Oh? Eh?"
Yang masuk jadi canggung, gak sengaja ngeliat posisi Serim sama Chaewon barusan.
Serim berdehem sementara Chaewon gelagapan buru-buru ngambil kertas yang tadi lagi di fotokopi.
Terus keluar meninggalkan oknum Serim dan orang tadi.
"Waduh bro, sorry nih gak maksud ganggu kalian hehe"
Serim cuma berdehem lagi sambil ngelanjutin tujuan dia kesini.
"Udah jadi apa belom kalian? Masih hts nih?" tanya orang tadi mulai asyik gangguin Serim.
"Diem, Len balik kerja sana"
"Hahaha santai dong bro, mukanya gausah merah gitu"
Serim gak nanggep lagi, diem² dia ngulas senyum.
Sepulang kerja sesuai janjian awal, Serim nungguin Chaewon di loby.
"Pak Serim belum pulang?"
"Iya bentar lagi"
"Duluan ya pak"
"Iya iya hati-hati"
Balik mainin handphone lagi.
Gitu terus selama nunggu, disapa terus main handphone lagi.
"Pak!"
Denger ada suara yang manggil, kepala Serim sontak ngedongak.
Chaewon jalan deket kearah dia.
Akhirnya yang ditunggu dateng juga.
"Maaf ya pak, jadi lama nunggu"
"It's okay. Yuk"
Chaewon ngangguk terus mereka jalan beriringan ke parkiran basement.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friday ; IZONE & X1 ✅
FanfictionHanya kisah tentang member IZ*ONE dan X1 Rate ; 15+ (!) Harsh words (beberapa chapter)
