tiga

6.9K 358 17
                                    

Yang sudah nunggu keluarga bahagia, sabar dulu ya. Aku lagi gak mood buat nulis itu cerita. Malah aku lagi semangat nulis cerita ini😁
Yang sabar ya.. Yang pasti nanti di update kok keluarga bahagianya.

Happy reading 😎

Taxi yang Mila tumpangi sampai disalah satu club malam. Setelah berjam-jam Mila meminta sang supir berputar-putar tak tentu arah.

"Yank, kemarilah. Aku butuh kamu."Mila menelpon Rizki untuk menyusulnya ke club.

"Aku akan kesana. Tetaplah diluar, dan jangan masuk sendiri."jawab Rizki dari seberang telpon.

Telpon Mila matikan. Malam ini Mila sangat butuh Rizki, untuk menjadi obat penenagnya.

"Hahaha... Mau apa pria ini menelpon ku."Mila tertawa melihat panggilan masuk yang sudah berkali-kali Mila matikan. Siapa lagi kalau bukan Kevin.

Tut!
Mila menonaktifkan hapenya dengan kesal.

*****

"Dimana kamu, Mila? Sudah jam berapa ini?"gumam Kevin berjalan kesana kemari dengan gelisah karena Mila juga belum tiba di rumah. Sementara, jam sudah menunjukkan dini hari.

"Papa.."Zheera datang sambil mengusap matanya.

"Terbangun?"Kevin segera menggendong anaknya.

Zheera mengagguk.
"Papa sedang apa? Papa tidak bobo?"tanya Zheera mengambil tempat nyaman diselipan leher Kevin.

"Zheera bobo lagi, ya."Kevin tidak menjawab lalu mengusap punggung anaknya. Hingga Zheera terlelap dalam pelukkannya.

"Vin?"Sang mama yang menginap di sini membangunkan Kevin.

"Ma? Sudah pagi, ya?"tanya Kevin melihat matahari yang sudah masuk lewat jendela.

"Kenapa tidur disini. Vin?"tanya mamanya.

"Iya, ma. Tadi malam aku tunggu Mila pulang. Zheera juga tadi malam bangun. Jadi ketiduran deh kami disini."jawab Kevin sambil membetulkan tata letak kepala Zheera agar tidak terbangun.

Mama Kevin tampak menghela nafas. "Yasudah, tidurkan Zheera ke kamar, kasian nanti sakit badannya."suruh sang mama.

Kevin berdiri dengan perlahan. Lalu menuju kamarnya. Selama ini Zheera selalu tidur bersama Kevin dan Reta.

Kevin membasuh wajahnya. Lalu ia coba kembali menghubungi Mila. Tapi, tetap saja hape Mila tidak aktif. Kevin yakin Mila sengaja mengnonaktifkan hapenya.

Mila pulang jam enam pagi dengan keadaan mabuk dan penampilannya sungguh kacau.

Dan yang lebih membuat Kevin marah, Mila pulang dengan pacarnya.

Jadi semalaman mereka di club berdua. Terlihat sekali Rizki bukan pria yang baik untuk Mila.
Ya, meski Kevin tau, kalau selama ini baik fans Rizki dan Mila tau kalau Rizki adalah model berprilaku baik dan tidak pernah terlibat skandal. Tapi Kevin tau semua borok yang Rizki sembunyikan. Hanya saja, Kevin tidak akan memakai senjata itu untuk menjaukan Rizki dari Mila dalam waktu dekat.

"Tolong jaga Mila, mas."Rizki menyerahkan Mila pada Kevin.

Setelah Rizki pamit, Kevin langsung membopong Mila ke dalam kamar sebelum sang mama tau.

"Ngapain mas gendong aku? Sana ah.. Aku jijik sama mas!"Mila mendorong dada Kevin.

"Mila kamu itu sedang mabuk."ucap Kevin masih sabar.

"Hahaha... Terus, apa urusan mas Kevin? Mau aku mabuk kek, mau aku mati kek! Bukan urusan kamu!"Mila menunjuk dada Kevin sambil tertawa geli. Merasa lucu akan perhatian Kevin padanya.

"Tentu saja urusan aku, Mila! Kamu ini adik ipar aku, aku harus menjaga kamu dari perilaku yang gak baik yang akan merugikan kamu!"jawab Kevin menatap mata Mila.

"Sstttt..."Mila menyuruh Kevin diam. Lalu kembali tertawa. "Tidak ada kakak ipar yang akan menikahi adik iparnya sendiri, seperti kamu!"kali ini nada suara Mila semakin lemah bahkan terkesan sedih.

Kevin diam. Lalu keluar dari kamar Mila. Percuma bicara sama orang yang sedang mabuk.

*****

"Aduh..."Mila memegang kepalanya yang terasa sakit. Ini karena Mila semalam habis-habisan menegak alkohol.

Cklek..

Kevin masuk dengan nampan.

"Minum ini."Kevin menyodorkan segelas susu pada Mila.

Mila awalnya ingin menolak, tapi akhirnya dia mengambil gelas itu dari Kevin.

"Nah sekarang minum obat ini dulu. Tenang saja ini obat bukan rancun."sedikit Kevin bergurau malah membuat suasana semakin kikuk.

Mila kembali menerima air putih dan obat itu dari tangan Kevin.

"Mandi, lalu turunlah kebawah. Mama sudah menyiapkan makan siang. Aku tunggu dibawah."Kevin keluar dari kamar Mila dengan perasaan lega kalau Mila menurut padanya.

Mila turun, di meja makan sudah ada sang mama mertua dari kak Reta, ada Zheera dan juga mas Kevin.

"Anty!"seru Zheera berlari turun dari kursi.

Mila berdiri kaku mendapat pelukkan di kakinya. Tidak ada respon dari Mila dan akhirnya membuat Zheera sedih. Tidak pernah anty Mila mencuekinya. Anty Mila selalu memberi respon hangat pada Jia. Bahkan selama mamanya dirumah sakit, tak jarang Jia diurus anty Mila.

"Anty kenapa?"tanya Zheera yang dapat merasakan aura berbeda dari Mila.

"Zheera sayang, kemari nak. Biarkan antynya duduk dulu."panggil Kevin pada anaknya.

Zheera menurut kembali ketempat dengan wajah sedih.

Mila kembali berjalan mendekat bukan untuk makan melainkan untuk berpamitan pada mamanya Kevin.

"Tante, aku berangkat kerja dulu, ya."pamit Mila mencium tangan mamanya Kevin.

"Tidak makan dulu, nak?"tanya mama Kevin.

"Aku sudah ada janji makan dengan teman, Tan. Aku pergi dulu, ya."pamit Mila sekali lagi.

Mila membalikkan badanya tampa berpamitan pada Kevin dan Zheera.

Kevin mengejar Mila sampai ke teras. Mila bisa saja membohongi mamanya, tapi Kevin tidak bisa di bohongi. Kevin tau siang ini jadwal Mila kosong.

"Apasih!"Mila menepis tangan Kevin yang menahan pintu mobilnya.

"Mau kemana, kamu?"tanya Kevin penuh selidik.

Mila memutar bola matanya malas. "Bukan urusan, mas!"ucap Mila menekan setiap kata.

"Minggir ihh.. Denger gak sih!"ucap Mila sedikit berteriak karena Kevin masih menahan pintu mobilnya.

"Mulai sekarang kamu tanggung jawab aku! Kamu harus lapor sama aku 24 jam."ucap Kevin membuat Mila tertawa sinis.

"Siapa kamu larang aku? Kamu orang tuaku? Kamu suamiku? Kamu pacarku?"ledek Mila menatang. "ingat ya, mas. Setelah kepergian kak Reta, hubungan kita putus sebagai keluarga. Aku akan pindah dari rumah, mas. Dan jangan pernah melarangku! Karena kamu bukan siapa-siapa!"tekan Mila kata demi kata dengan bibir bergetar.

Kevin terdiam membatu mendengar ucapan Mila. Apa Mila bilang? Pergi dari rumah ini? Jangan harap kamu bisa pergi dari rumahku, Mila! Batin Kevin.

"Minggir!"Mila mendorong dada Kevin. Lalu masuk kedalam mobilnya. Dan memacu mobilnya keluar dari perkarangan rumah Kevin.

Milaaaa... Geram Kevin selalu kalah. Dan akhirnya Mila kembali datang pada pria itu.

TBC

Turun ranjang (Kevin-Mila story) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang