tujuh belas

3.1K 237 20
                                    

Jangan lupa mampir cerita terbaru aku, castnya masih Kevin Mila. Judulnya RETAK.  silahkan mampir dan jangan lupa votenya. Makasihhhh...

******

"Mama Mila?"Zheera berlari senang mendapati Mila tengah berdiri didepan mobil. Dengan penampilang wownya.

"Hai, sayang."Mila berjongkok lalu memeluk Zheera.

"Ayo masuk."ajak Mila karena sudah tidak tahan dengan cuaca siang ini. Mila tidak boleh terlalu lama terpapar sinar matahari. Kulitnya terlalu berharga.

"Aku mau pamit sama bu Mei. dulu ya mama."Zheera melepaskan gandengannya pada Mila lalu berjalan ke arah Mei. 
Mila membuang muka kesal. Dia mau mengacuhkan Mei tapi Zheera membuat Mila menatap Mei.

"Bu Mei, aku pulang dulu ya."pamit Zheera.

"Iya Zheera, hati-hati, ya."ucap Mei menerima cium tangan Zheera.

"Zheera ayo."Mila menarik tangan Zheera kedalam mobil.
"Gak usah ikut campur."ucap Mila membuka suara pada Mei. Padahal Mila tidak menarik Zheera dengan kasar.

Diperjalanan Zheera pun bertanya.

"Mama kita mau kemana?"tanya Zheera menatap Mila, karena ini bukan jalan pulang kerumah mereka.

"Zheera lapar?"tanya Mila diangguki Zheera cepat.
"Kalau begitu kita makan dulu, ya. Ada yang mau mama kenalin sama kamu."ucap Mila lalu kembali fokus menyetir.

Beberapa menit dijalan. Akhirnya mereka sampai disalah satu restoran jepang. Sebelumnya Mila sudah mengatur waktu agar Zheera bisa bertemu dengan Rizki.

"Ayo turun."Mila menggandengan Zheera keluar dari mobil.

Mila diantara salah satu pelayang menuju salah satu ruangan privasi.

"Sayang!"Rizki berdiri, dan menghampiri Mila.

"Maaf ya, lama."ucap Mila pada Rizki begitu manja.
Tersadar dengan keberadaan si kecil Zheera, Mila segera melepas pelukan Rizki dan memperkenalkan Zheera pada Rizki.

"Oh iya, yank. Ini Zheera. Zheera ayo, nak salam sama om Rizki."tuntun Mila. Namun Zheera takut malam mengumpat dibelakang Mila.

"Hai Zheera, malu ya sama om? Om gak gigit kok. Om kan temannya papa, Zheera loh."canda Rizki terkekeh.

Begitu mendengar kalau Rizki teman papanya, otomatis Zheera mengulurkan tangannya.

"Om Rizki baik, nak."ucap Mila tersenyum.

"Nih om punya apa?"Rizki mengambil hadiah yang sudah ia persiapkan.

"Boneka?"Zheera memeluk erat boneka beruang putih itu.

"Suka?"tanga Rizki diangguki cepat oleh Zheera. 

"Bilang apa?"tanya Mila.

"Makasih, om."ucap Zheera tersenyum pada Rizki.

"Yasudah ayo makan."ajak Mila.

"Zheera suka makananya?"tanya Rizki disela-sela makan siang mereka.

"Suka, enak."jawan Zheera sambil mengunyah.

"Om sama mama temanan juga ya? Sama kaya om sama papa? "tanya Zheera tiba-tiba.

"Kalau om sama mama Zheera itu bukan temanan sembarangan. Special? Mama Mila itu seseorang yang special buat om."jawab Rizki menatap Mila yang mengeluarkan semburat merah.

"Yank, nanti dia ngadu ke bapaknya lagi aku ajak dia ketemu kamu. Ishh.."rajuk Mila menginjak kaki Rizki.

"Special itu apa, om?"tanya Zheera lagi.

"Special itu seperti... Apa ya? Nanti Zheera tau deh kalau sudah besar."ucap Rizki terkekeh membuat Zheera mengerucutkan bibirnya.

*****

"Kevin?"Mei menyapa Kevin, dia baru saja mau pulang dengan motornya. Tapi bertemu Kevin di depan gerbang.
"Zheera tadi sudah pulang dengan bu Mila, Vin."ucap Mei memberitahu.

"Oh sudah ya? Kok saya gak diberitahu ya?"ucap Kevin dengan nada pelan.
"Yasudah saya pamit ya, Mei."Kevin segera pergi dengan mobilnya.

"Mila, kemana dia membawa anakku?"batin Kevin tidak tenang.

"Mila! Dari mana saja kamu?"tanya Kevin saat Mila menggendong Zheera yang terlelap.

"Aku abis ajak Zheera makan siang sepulang sekolah."jawab Mila seraia berlalu.

"Kenapa gak bilang?"tanya Kevin mengikuti Mila dengan membawa perlengkapan sekolah Zheera beserta bonek beruang.

"Kenapa? Takut anak kamu aku culik?"kekeh Mila setelah berhasil mendaratkan tubuh Zheera diatas kasur..

"Bukan."

"Lalu?"Mila menaikan alisnya.

"Pokoknya lain kali beritahu aku!"ucap Kevin menaruh barang Zheera dikasur.

Mila keluar dari kamar Zheera menuju kamarnya.

"Mama Mila dimana?"tanya Zheera mencari keberadaan Mila.

"Kenapa? Mama Mila dikamar."jawab Kevin duduk disisi kasur Zheera.

"Jia haus, papa."ucap Zheera meminta minum.

"Papa ambilin."Kevin segera turun kedapur mengambil minuman.

Saat kembalu Zheera sedang bermain dengan boneka beruang putih miliknya.

"Seneng sekali anak papa main boneknya."Kevin mengusap rambut Zheera. "Boneka dari mama, ya?"tanya Kevin.

"Bukan papa, ini boneka dari temennya mama."jawab Zheera membuat Kevin mengernyit. Siapa temannya Mila? Apa seorang model perempuan? Atau laki-laki.

"Siapa nak, temannya mama?"tanya Kevin penasaran.

"Zheera, nanti kalau ditanya papa, bilang Zheera makan sama mama ya. Jangan bilang kalau kita makan sama om Rizki. Oke? Nanti kalau Zheera nurut, kita ketemu om Rizki lagi terus Zheera nanti dibelikan lagi boneka yang banyak sekali? Mau kan?"sogok Mila.

"Oke mama. Jia janji."ucap anak itu mantap meski sedikit ragu karena akan membohongi papanya.

Zheera diam, dia teringat perjanjian dengan Mila yang mereka buat dimobil sebelum pulang tadi.

"Jia lupa namanga siapa. Hehe.."jawab Zheera akhirnya berbohong.

"Yasudah, Zheera bobo lagi ya."Kevin membaringkan tubuh Zheera kembali untuk tidur siang, karena dia harus kembali ke kantor.

Dikantor Kevin masih memikirkan siapa teman Mila yang Zheera maksud. Apa?
Ah.. Tidak-tidak... Kevin mengenyahkan pikiran kalau teman Mila, Rizki yang Zheera maksud.

TBC

Turun ranjang (Kevin-Mila story) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang