Setelah Mila resmi menjadi istri Kevin. Kelakuan Mila semakin menjadi-jadi di luar rumah. Mila semakin tak terkenadali.
Hampir setiap hari Mila habiskan waktunya, untuk bekerja hingga sore. Lalu sorenya Mila pergi ke club malam bersama Rizki, hingga hari menjelang pagi kembali. Begitu setiap harinya, selama hampir seminggu setelah Mila resmi menjadi istri Kevin.
Selama seminggu ini Kevin biarkan semua yang Mila ingin lakukan semau wanita itu.
Tapi, batas kesabaran dan toleransi Kevin sudah habis. Meski mereka menikah disertai embel-embel perjanjian yang Mila ajukan. Tetap saja Kevin punya aturan main sebagai seorang suami.
Hari semakin malam, tidak ada tanda-tanda Mila akan pulang jam segini seperti hari sebelum-sebelumnya.
Kevin masih setia menunggu Mila pulang.
Ternyata yang di tunggu akhirnya pulang. Mila pulang dengan taxi.
Kevin terus memperhatikan Mila yang berjalan sambil bertelfon ria dengan seseorang diseberang sana.
"Iya Ki, aku pulang dulu mau ganti baju. Kamu gak usah jemput, nanti aku kesana naik taxi. Oke, bye. Love you too..."ucap Mila tidak menyadari bahwa Kevin sudah berdiri di pintu masuk sambil bersedekap.
"Minggir!"seru Mila pada Kevin yang menghalangi pintu masuk.
"Kenapa baru pulang?"tanya Kevin membuat Mila berdecih muak.
"Apa urusanmu! Minggir!"Mila mendorong dada Kevin.
Akhirnya Kevin menyingkir. Membiarkan Mila masuk.
Ceklek.
Terdengar oleh Mila suara pintu dikunci. Dan pelakunya adalah Kevin.
"Malam ini dan malam seterusnya kamu tidak boleh lagi keluar malam lagi!"ucap Kevin membuat Mila melototkan matanya.
"Stop! Jangan membantah!"Kevin langsung membungkam bibir Mila dengan jarinya agar Mila diam dan berhenti protes.
"Kamu punya aturan, akupun punya aturan, Mila."ucap Kevin dengan smirk di bibirnya.
Mila menahan kepalan tangannya.
"Ingat tuan Kevin yang terhormat! Aku gak suka dikekang! Dan sudah jelas di perjanjian kita kalau aku boleh melakukan apa yang aku inginkan, termaksud keluar malam pun. Apa kamu lupa?"tanya Mila memajukan langkahnya menantang Kevin.
Sial, mengapa Mila wangi sekali. Batin Kevin meruntuki gairahnya yang bangkit hanya karena jarak diantara Mila dan Kevin sangat dekat, hingga aroma tubuh Mila tercium olehnya.
"Akan aku berikan kamu dua pilihan Mila."Kevin mencoba menetralkan gairahnya kembali. "Pilihan pertama, kamu turutin peritah aku sebagai suamimu. Atau pilihan kedua, aku akan memberitahukan kepada CEO agensimu, dan wartawan kalau kamu sebenarnya sudah menikah."ucap Kevin berjalan ke arah sofa dan duduk manis. Semetara Mila sudah emosi setengah mati ingin membunuh Kevin.
"Aku tau, kamu dilarang untuk menikah oleh pihak agensi modelmu, sayang. Sialahkan pilih mau yang mana. kalau aku jadi kamu, lebih baik untuk kamu menurut padaku, menjadi istri yang manis. Daripada kamu harus kehilangan pekerjaanmu itu."ucap Kevin santai membuat Mila ingin meledak.
"Pria brengsek!"maki Mila menerkam tubuh Kevin dan memukul Kevin membabi buta.
Mila berlari ke kamarnya sambil menangis. Kevin benar-benar kejam. Padahal mereka sudah mempunyai perjanjian. Dan sekarang Kevin juga berniat membuat karir di dunia modelnya berantakan. Benar-benar lelaki sialan!
Kevin menatap punggung Mila yang berlari. Kevin tau Mila kecewa. Tapi, bila Mila di biarkan terus menerus melakukan semaunya sendiri. Mila akan hancur oleh dunia malam dan pria brengsek seperti Rizki.
