Tiga hari sudah Satya berada di rumah sakit. Saat ini dia sedang beristirahat di kamarnya. Tentunya setelah diantar oleh kedua sahabatnya. Dan kedua orang tua Satya tidak pernah sekalipun menjaganya ketika di rumah sakit. Hanya Dhifa, Ferdi, dan Fikri yang bergantian menjaga Satya.
Hari ini Satya belum sekolah karena baru dipulangkan dari rumah sakit. Dan besok dia sudah kembali ke sekolah dengan catatan makan yang teratur.
Sudahlah dia tidak memikirkan kasih sayang orang tuanya lagi sekarang. Dia memiliki teman-teman yang baik dan mengerti akan dirinya. Tidak seperti dirumahnya, yang tidak pernah menganggapnya ada. Dan terkadang dia bertanya. Untuk apa dia dilahirkan?
***
Wara sedang makan dengan pacarnya. Entah kenapa dia sedikit khawatir ketika melihat Satya tadi sore. Dia tidak tahu kenapa perasaannya merasakan itu. Padahal Satya sudah pulang dari rumah sakit dan yang artinya Satya sudah sembuh.
"War. Kamu kenapa kok diam aja? Masih sakit?" tanya Della khawatir.
"Engga. Aku gak papa," jawab Wara.
"Bener gak papa?" tanya Della lagi.
"Iya sayang aku gak papa. Yaudah kaku makan lagi aja," ucap Wara.
"Kalau ada apa-apa langsung kasih tahu aku," kata Della.
"Iya sayang, bawel deh kamu," kata Wara.
***
Saat istirahat, Dhifa memilih duduk di kelas dan memainkan ponselnya. Dia berencana untuk menelepon Satya.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya telepon dari Dhifa diangkat oleh Satya.
"Halo, kenapa Dhif?"
"Enggak. Gue cuma mau tahu keadaan lo. Gimana, udah baikan?"
"Alhamdulillah udah. Besok juga gue udah sekolah. Eh lo kok bisa telepon gue? Udah istirahat ya?"
"Yaelah. Masa lo lupa sih jam berapa bel istirahat. Kan gak mungkin gue telepon waktu pelajaran kan?"
"Hehe iya lupa gue. Eh btw lo lagi apa?"
"Duduk di kelas,"
"Gak ke kantin?"
"Gak laper gue. Oh iya lo udah makan?"
"Udah baru aja selesai,"
"Ooh yaudah deh, gue tutup dulu ya. Lo istirahat aja,"
"Eh Dhif. Ntar sore jalan yuk,"
"Tapi nanti lo sakit lagi,"
"Engga. Ayolah, bosen gue di rumah sendiri,"
"Yaudah,"
"Oke, gue jemput entar malam,"
"Iya,"
Dhifa mematikan telepon secara sepihak. Perasaannya tiba-tiba berdebar ketika Satya mengajaknya untuk jalan. Dia tidak tahu Satya akan membawanya ke mana. Yang penting, dia akan tampil terbaik di depan Satya.
***
Update ya
Maaf lama. Aku mau camping hari Senin jadi harus dipersiapkan barangnya. So, seminggu kedepan aku bakalan sibuk banget. Dan mungkin gak update.
Tenang aku gabakal slow update kok.
VOTE N COMMENT
KAMU SEDANG MEMBACA
Difference ✔ [Terbit]
Teen Fiction[Sebagai part dihapus untuk kepentingan penerbitan] [Novel masih bisa dipesan lewat shopee yang ada di bio profil.] Sepasang anak kembar. Mereka Abisatya dan Abiwara. Memiliki sifat dan perilaku yang berbeda. Wara yang selalu manja karena fisiknya y...
![Difference ✔ [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/207357391-64-k80475.jpg)