Minho pulang ke apartemennya, mengikuti apa kata Woojin. Sampai di sana, apartemennya sudah gelap. Menandakan kalau Jisung sudah tertidur.
Minho sebenarnya tidak langsung pulang ke apartemennya setelah dari apartemen Woojin. Dia mengunjungi makam ibunya, cukup lama disana. Mencurahkan segala isi hatinya.
Minho merasa telah menyakiti Jisung begitu banyak. Perasaan bersalah menguasai hatinya.
Dia masuk ke kamarnya, menemukan Jisung yang sudah tertidur membelakanginya.
Minho menghampirinya. Duduk di sisi tempat tidur.
Tangannya mengelus rambut Jisung perlahan. Kemudian turun ke pipinya. Mengusap pelan lebam kebiruan yang terlihat samar. Minho yakin itu bekas cengkeraman tangannya tadi pagi.
"Maaf, Ji. Kakak minta maaf. Kakak jahat banget sama kamu."
Minho menangis. Hatinya merasa sakit mengingat perlakuannya akhir-akhir ini pada Jisung.
"Kakak gak akan ninggalin kamu, Ji. Kakak janji."
.
.
.
Chapter 5
.
.
.
Jisung terbangun. Tenggorokannya terasa sangat kering. Dia melihat jam, jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 1 malam.
Jisung tidak menemukan Minho terbaring di sampingnya. Dia bertanya-tanya dalam hatinya, apa Minho tidak pulang?
Dia beranjak ke dapur untuk mengambil minum. Jisung melihat rak sepatu, dan disana ada sepatu yang Minho gunakan tadi pagi, itu artinya Minho sudah pulang.
Jisung mencari keberadaan Minho. Dia mencari di kamar tamu dan tidak menemukan Minho disana. Kemudian Jisung mencari ke ruang kerja Minho. Benar saja, Minho ada disana.
Si tampan itu tertidur di meja kerjanya. Terlihat sekali kalau tidurnya tidak nyaman. Posisi tidurnya pasti menyebabkan tubuhnya pegal.
Jisung merasa kasihan. Kenapa Minho harus tidur disini? Apa Minho tidak ingin tidur satu ranjang dengan Jisung sampai memilih tidur di meja?
Udara malam hari ini cukup dingin, Jisung mengambil selimut dari kamar dan menyelimuti tubuh Minho. Dia tidak berani membangunkan Minho walaupun dalam hati ingin sekali menyuruh Minho agar pindah ke tempat tidurnya.
Akhirnya Jisung kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda, tapi tetap saja dia merasa tidak nyenyak. Hati dan pikirannya terfokus pada Minho.
.
.
.
Pagi harinya, Minho terbangun dengan rasa hangan di sekujur tubuhnya. Dia merasa ada sebuah benda yang menyelimutinya, dan benar saja, ada selimut besar di punggungnya.
Minho tersenyum mengingat siapa yang menyelimutinya. Pasti Jisung, karena tidak ada orang lagi selain dia dan Jisung di apartemen.
Ah, Minho jadi ingin cepat bertemu dengan si manis itu. Dia belum sempat meminta maaf kepada Jisung bukan?
Minho bergegas cepat melipat selimut dan menaruhnya asal. Dia keluar dari ruang kerjanya dan melihat Jisung yang sedang menata sarapan di meja makan.
Mata keduanya bertemu. Jisung terkejut sepertinya, tapi beberapa detik kemudian dia segera menundukkan kepalanya. Memutus kontak mata dengan Minho.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heartbreak
FanfictionDisaat hanya ada Minho yang dia miliki di dunia ini, disaat itu pula dia merasa Minho mulai menjauh. Stray Kids. Lee Minho. Han Jisung. MinSung. BxB Warning ⚠️ ANGST. CHEATING/AFFAIR. Ada KWJ di FF ini. Highest rank 3 #Minsung (17/05/2021) 2 #Han (2...
