Gw kaget komennya banyak bat kemarin. Thnkyou sangat gais😘
.
.
.
.
.
Selama sepuluh menit Sehun menjadi orang bodoh, ia hanya menyuruh Jongin duduk di kursi meja belajar, mengusap wajah Jongin yang mulai pucat, dan meremas tangan si pemuda Tan yang berkeringat dan terasa dingin. Selama itu pula Sehun berfikir bagaimana caranya membawa kekasihnya ke rumah sakit sedangkan ia membawa motor hari ini. Hatinya juga gelisah, otaknya tak cukup pintar untuk menjelaskan segalanya pada Mama Kim saat ini juga.
"Lo kuat jalan? Atau udah sakit banget?" Tanya Sehun panik.
"Gue bisa jalan kok." Balas Jongin pelan.
Sehun menghembuskan nafasnya dulu untuk menyemangati dirinya sendiri, lalu segera membuka seragamnya; membiarkan kaos hitam di dalamnya menjadi pembungkus tubuhnya sekarang. Kakinya melangkah cepat ke arah lemari, mengambil celana pendek milik Jongin dan memakainya.
"Fuck!" Umpat Sehun saat menyadari bagian pinggang celana pendek itu tak muat untuknya; alhasil Sehun hanya menarik resleting tanpa mengancingkannya. "Bodo amatlah."
Setelah menutup bagian kancing celana dengan kaos hitamnya, Sehun segera meraih jaket yang tergantung untuk memakaikannya pada Jongin. Tak lupa ia juga mengambil pakaian dalam Jongin dan ia masukkan ke dalam tas ranselnya untuk berjaga-jaga.
"Biar gak dingin, udah mau malem soalnya." Ujar Sehun setelah memakaikan jaket pada tubuh Jongin. "Beneran kuat jalan kan?" Sehun kembali memastikan.
Jongin mengangguk; menerima tangan Sehun untuk tumpuannya selama berjalan keluar rumah.
Di lantai bawah mereka menemukan Mama Kim yang sedang membersihkan lantai dengan vacum cleanernya. Sehun otomatis terdiam, netranya sedikit membesar seraya meremas pelan tangan Jongin. Ia gugup dan hanya berdoa dalam hati agar Mama Kim tidak curiga.
"Loh, mau kemana?" Tanya Mama Kim mematikan vacum cleanernya.
"Emm..." Sehun melirik Jongin yang merapat padanya sebelum kembali menatap Mama Kim. "Mau ke apartemen Sehun Ma, ada tugas kelompok." Ucapnya dengan senyum canggung.
"Gak nunggu makan malam dulu?"
"Udah di tungguin temen-temen Ma." Sehun berteriak dalam hati agar Mama Kim segera mengiyakan saja.
"Tapi kan kalian gak sekelas."
Bego lo Hun.
"Hmm.. iya.. ya emang gak sekelas Ma. Tapi.. shh.." Sehun berdesis, merutuki dirinya yang lambat berfikir.
"Adek mau ngajarin Sehun sama temen-temennya Ma, ada temen adek juga yang dateng." Sela Jongin cepat, ia sudah tidak tahan.
"Iya! Gitu ma!" Sehun berseru meyakinkan.
"Mau nginep?" Tanya Mama Kim lagi.
"Iya Ma." Jawab Sehun seraya mendekap pinggang Jongin.
"Ya udah, ati-ati ya? Jangan telat makan malemnya."
Sehun mengangguk cepat dengan senyum lebarnya, berpamitan, lalu ia segera membawa Jongin keluar dari rumah menuju motornya.
"Gue bawa motor Yang, lo beneran masih kuat kan?"
"Iyaa Sehun."
****
Sehun dan Jongin baru saja turun dari motor, mereka sampai di rumah sakit dalam waktu singkat karena Sehun yang sedikit mengebut. Beruntung Jongin tidak jatuh.
"Bentar-bentar." Jongin menahan tangan Sehun yang akan membopongnya; ia memejamkan mata seraya bertumpu pada jok motor saat merasa nyeri pada perutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship [Hunkai]
Fanfic[School life] [Romance] "Terakhir kali kita berhubungan lo keluarin dimana?" "Diluar." "Masaa?" "Lo pasti tau kapan gua boong yang." Yah, Kai tau Sehun sedikit berbohong. Kekasih kurang ajar, batin Kai. Gay | BoyxBoy Sehun x Kai
![Crazy Relationship [Hunkai]](https://img.wattpad.com/cover/194657386-64-k610516.jpg)