Dari pegawai biasa, kini Sehun telah naik jabatan menjadi Kepala Divisi di bidang pemasaran. Pemuda berkulit pucat itu bekerja keras setiap hari dari pagi hingga malam. Bahkan tak jarang Sehun pulang larut malam hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Namun Sehun tidak pernah mengeluh, ia selalu menyemangati dirinya sendiri agar jabatannya naik lebih tinggi. Ia juga berterima kasih pada keluarganya, terutama Jongin dan Anna yang menjadi penghiburnya di saat lelah.
Merasa sudah sanggup, Sehun memutuskan membawa keluarga kecilnya untuk tinggal di rumah sendiri. Ia dan Jongin tidak mau lagi terlalu merepotkan para orang tua. Sudah waktunya mereka hidup mandiri dalam rumah tangga.
Saat ini jam telah menunjukkan pukul lima sore. Jongin hanya berdua dengan Anna di rumah karena Sehun baru pulang jam delapan malam.
Sejak satu jam yang lalu Jongin selesai membersihkan rumahnya, dan kini ia sibuk menenangkan Anna yang menangis.
"Cup cup sayang.." Jongin menepuk bokong Anna yang terbalut pampers sambil membuat susu botol.
Anna sudah berusia satu tahun sekarang; empat belas bulan jika dihitung sesuai kelahiran. Bayi cantik itu sudah mulai merangkak dan mengoceh meski tidak terlalu pandai. Mengingat dulu Anna adalah bayi prematur, membuatnya sedikit lambat dari anak-anak normal lainnya.
"Minum dulu ya?"
Jongin menyodorkan dot silikon pada mulut Anna yang terbuka. Namun bayi itu berteriak menolak dan menepis botolnya hingga terjatuh
Tak!
"Kok dibuang sih nak." Keluh Jongin sambil meraih botol Anna dengan susah payah.
Sejak pagi Anna terkena demam. Bayi itu terus menangis dan tidak mau menelan apapun. Setelah Jongin memeriksakannya, ternyata Anna mengalami sariawan yang cukup parah di langit-langit mulutnya. Membuat Jongin kualahan karena Anna tak mau berpisah dengannya barang sedetikpun. Bahkan Jongin terpaksa menggendong Anna saat membersihkan rumah tadi.
"Kamu belum makan apa-apa loh." Jongin menyerit cemas sambil mengganti dot silikon pada botol.
"Ah!!" Anna menepuk dada Jongin dengan alisnya yang menukik.
"Susu Mama udah abis." Ujar Jongin ikut menepuk dadanya, lalu kembali menyodorkan dot silikon pada bibir Anna.
Entah sudah berapa kali Jongin mencoba memberikan makanan atau susu formula pada Anna. Namun bayi itu tetap menolak dan menangis keras. Wajah cantiknya pun memerah dan basah, membuat Mama muda itu tak tega.
"Ya udah nih."
Jongin terpaksa menjejalkan putingnya pada Anna, padahal ASInya tiba-tiba berkurang dari beberapa hari yang lalu. Dan tadi Anna sudah meminumnya hingga habis. Jongin tidak tau kenapa, tapi sepertinya ASInya sudah berproduksi kembali; melihat Anna yang menyedotnya dengan tenang dan pelan-pelan.
"Kalau pake dot sakit ya?" Jongin mengelus bibir mungil Anna dengan lembut; juga mengusap pipi bayi cantiknya yang sangat basah.
Jongin mendudukkan dirinya di sofa; mengistirahatkan punggungnya setelah mengurus rumah dan Anna tanpa henti. Ia berharap semoga ASInya tidak bermasalah lagi.
Cukup lama Jongin menyusui Anna hingga akhirnya bayi itu berhasil terlelap. Dengan perasaan lega, Jongin beranjak dari sofa menuju kamar. Ia menidurkan tubuh Anna di dalam box bayi kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Auh!"
Jongin mendesah saat air hangat dari shower mengguyur tubuhnya. Tapi belum sepuluh menit, Anna kembali menangis membuat Jongin ingin ikut menangis saja rasanya.
****
Sehun tidur menyamping dengan bantal tinggi yang menopang kepalanya. Ayah muda itu memperhatikan istrinya yang tengah terlelap dengan posisi setengah berbaring pada kepala ranjang. Juga bayi cantiknya yang tidur tengkurap di atas tubuh Jongin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship [Hunkai]
Fanfiction[School life] [Romance] "Terakhir kali kita berhubungan lo keluarin dimana?" "Diluar." "Masaa?" "Lo pasti tau kapan gua boong yang." Yah, Kai tau Sehun sedikit berbohong. Kekasih kurang ajar, batin Kai. Gay | BoyxBoy Sehun x Kai
![Crazy Relationship [Hunkai]](https://img.wattpad.com/cover/194657386-64-k610516.jpg)