Menunggu hingga hampir satu minggu, akhirnya pesanan Mama Kim datang. Wanita paruh baya itu berbinar senang saat menerima paket dari kurir tadi pagi. Baju kembar dengan ukuran berbeda di dalam kotak pesanannya nampak sangat cantik. Sesuai dengan desain keinginan Mama Kim.
Ibu dua anak itu segera menyimpan pesanannya di dalam almari bawah televisi. Lalu menyibukkan dirinya di dalam kamar mandi. Tepat saat petugas kebersihan datang untuk membersihkan rumahnya.
Kegiatan Mama Kim di rumah hanya memasak, menyirami tanaman hias, mencuci, dan tentu saja membersihkan kamarnya. Rumahnya terlalu besar untuk di bersihkan seorang diri, karena itu, suaminya -Siwon- menyuruhnya untuk mendatangkan petugas kebersihan saja.
Mama Kim menunggu hingga menjelang sore, sampai akhirnya Namjoon dan Jongin pulang. Kedua putranya tampak sedikit lelah, namun tidak menyurutkan kebahagiaan Mama Kim.
"Anak Mama udah dateng!" Seru Mama Kim.
"Apaan nih." Gumam Namjoon pada Jongin.
"Perasaan gue gak enak bang." Sahut Jongin.
Mama Kim dengan gesit mengambil kotak pesanannya lalu mengeluarkan dua baju di dalam sana untuk ditunjukkannya pada Namjoon dan Jongin.
"Baju kalian udah dateng!"
Dua baju kembar itu di gerai diatas sofa secara bersisian. Berwarna dasar hitam dengan sentuhan warna biru, merah, dan abu-abu yang sedikit samar. Lebih seperti corak yang dibuat secara abstrak. Di bagian dadanya kirinya juga tercetak kata 'Bro' di baju yang lebih besar, sedangkan baju yang sedikit kecil tertulis 'Lil Bro'.
"Mama beli dimana?" Tanya Namjoon setelah meraih baju yang lebih besar.
"Pesen di temen Mama. Keliatannya sih emang cuman kaos biasa, tapi itu agak tebel kok. Kainnya juga adem. Mahal lagi." Bisik Mama Kim pada akhir kalimat.
"Bagus sih." Jongin mengangguk-angguk seraya memperhatikan kaos di tangannya.
"Mama gak begitu paham sama desain-desain baju. Tapi Mama harap kalian suka ya?" Mama Kim tersenyum tulus pada dua putranya.
"Suka kok Ma. Yang penting jangan warna pink, pasti Abang suka." Balas Namjoon sambil melirik Adiknya.
"Apa lirik-lirik?!" Ketus Jongin. "Nyindir gue lo?"
"Di coba gih. Mama mau liat." Titah Mama Kim tak sabar.
Namjoon dan Jongin hanya mengangguk patuh, dua saudara itu naik ke lantai dua memasuki kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Dan tak lama kemudian keduanya turun bersamaan dengan memakai kaos pemberian Mama Kim.
"Dih, kayak couple kita." Cengir Namjoon.
"Males banget kapelan sama lo."
"Lu keknya sinis mulu ama gua, napa dah?"
"Pen tukeran Abang aja sama Wendy."
"Seokjin yang gak mau punya Adek kek elu." Cibir Namjoon sambil menjulurkan lidahnya.
"Gak usah ngajak gue berantem deh Bang."
"Lu duluan Jingan."
"Lu duluan yang bilang kita kek kapel."
Mama Kim yang sedang sibuk memotong beberapa sayuran, membalikkan tubuhnya saat mendengar suara perdebatan dua anaknya. "Berantem lagi?"
Jongin cemberut, sedangkan Namjoon hanya acuh sembari berjalan mendekati Ibunya di dapur.
Mama Kim meletakkan pisaunya dan mengelap tangannya pada celemek yang menempel di tubuhnya. Lalu berjalan ke arah dua putranya dengan senyum lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship [Hunkai]
Fanfiction[School life] [Romance] "Terakhir kali kita berhubungan lo keluarin dimana?" "Diluar." "Masaa?" "Lo pasti tau kapan gua boong yang." Yah, Kai tau Sehun sedikit berbohong. Kekasih kurang ajar, batin Kai. Gay | BoyxBoy Sehun x Kai
![Crazy Relationship [Hunkai]](https://img.wattpad.com/cover/194657386-64-k610516.jpg)