Love is simple, complicated is you
-author
______________________________________
Pagi ini adalah awal bagi Saphira untuk memulai merasakan bangku perkuliahan.
Mata kuliahnya yang pertama adalah Pengantar Sosiologi pada pukul 10.00 WIB.
Satu hal yang disukai gadis cantik ini saat dibangku perkuliahan adalah jam perkuliahan yang tidak pagi. Kalau biasanya pukul 06.00 dia harus sudah dandan cantik dan bersiap siap ke sekolah, disini pukul 06.00 dia masih setia dengan Mino-nama boneka beruangnya-dan selimutnya.
Saat melihat handphonenya ternyata jam menunjukkan pukul 09.00 pagi. Berarti Fira harus bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
'Hari pertama diperkuliahan, gaboleh telat. Semangat Fira!' Batinnya menyemangati dirinya sendiri.
***
"Gimana Lin, yakin tahun depan?" Tanya Minhyun.
Sambil menggaruk tengkuknya Guanlin ragu-ragu untuk mejawab.
"Yakin Kak, tekat gue udah bulet," jawab Guanlin mantap.
Minhyun tersenyum mendengar jawaban juniornya di BEM ini.
"Oke, ntar gue bantu," ujar Minhyun sambil menepuk bahu Guanlin.
Saat akan beranjak pergi, Minhyun mengacungkan jempolnya dan mengatakan, "Gue yakin lu pasti bisa, semangat!"
***
Perkuliahan di hari pertama ini berjalan lancar untuk Fira.
Ternyata perkuliahan dengan dunia SMA sangat berbeda sekali menurutnya. Yang dipelajari pun sangat berbeda.
Mulai dari yang dulunya dituntut untuk benar-benar textbook, tetapi saat di bangku perkuliahan semuanya dituntut harus paham dan mengerti secara subyektif.
Line
Abang ganteng
Ntar kelar kuliah jam berapa Dek?
Shapira
Ini juga udah kelar bang
Abang ganteng
Lu sekarang dimana, biar gue samperin?
Shapira
Di perpus gue
Abang ganteng
Lah?
Jam seginu perpus ditutup kali de
Saphira
Lah ngelawak, ini gue di dalem
read
Saat Fira ingin memastikan apa yang dikatakan kakaknya, dia mencoba membuka pintu.
Dan benar, ternyata perpus memang tutup pukul 12.00-13.00. Dan saat ini ia terkunci di dalamnya sendirian.
Sendirian?
Abang ganteng calling
"Hallo Bang, bener gue kekunci. Gimana nih?"
"Yaudah,"
"Lah kok yaudah, gue kan juga harus nemuin dosen nanti, ntar kalo gue dianggep kurang ajar gimana karna nyepelein dosen? Ha?" tuturnya dengan panik.
"Ahahahah, tenang aja lagi lo. Setengah jam lagi pintu juga bakal dibuka," penjelasan dari seberang membuat Fara diam sejenak.
"Oh iyaya, kan cuma sampe jam 1 doang," gumam Fira.
Untuk meenghabiskan 30 menitnya, Fira mencoba melanjutkan kegiatannya mencari buku-buky yang berbau Sosiologi.
"Sosiologi Perkotaan?" Gumam Fira yang mulai tertarik melihat buku itu.
Tangannya mulai meraih rak yang paling atas untuk buku incarannya tersebut. Ternyata gagal, nyatanya tinggi tubuhnya tidak bisa mencapai rak tertinggi tersebut.
"Eh," Fira terkejut lantaran ada tangan lain yang menggapai buku itu.
Saat berbalik kebelakang, kepala Fira terhantup dada seseorang.
Fira mendongak keatas, yang didapati adalah "korlap dingin?"
'degdeg degdeg,' entah mengapa rasanya Fira canggung harus berhadpan dengan orang ini.
"Mau diambil ngga?" Tanya korlap dingin.
"I iya, makasih ka," ujar Fira dengan sedikit grogi dn masih deg degan.
Saat korlap dingin tadi sudah menjauh beberapa langkah, dan kini sudah berjalan lebih dulu didepan Fira, ia mulai berani untuk memulai pembicaraan.
"Kaka kekunci juga disini?" tanya Fira dengan muka memelasnya.
Korlap dingin tersebut hanya menatap Fira seerti tatapan anjing bertemu dengan kucing.
Ia diam tidak menjawab, hanya menggerakkan dagunya untuk menunjuk tulisan 'harap tenang' sambil menyisir rambutnya dengan tangan.
'Gilaaa, maksudnya kaya begituan di depan gue apa coba, kan gue tambah suka anjir,' umpat Fira dalam hati.
Saat jam sudah menunjukkan pukul 13.00, ternyata benar pintu perpustakaan yang tadinya dikunci sudah dibuka.
Cepat-cepat Fira melihat chat dari kakaknya.
Line
Abang ganteng
Kalo udah keluar, gue tunggu di gazebo B ya dek
Sangking jengkelnya dengan Fira yang baru menemuinya, Minhyun tidak memberikan kesempatan Fira untuk bernafas sama sekali. Fira langsung ditodong dengan berbagai pertanyaan
"Gimana kuliahnya, enak?" tanya Minhyun yang hanya dibalas dengan bibir manyun adeknya.
"Seru sih baaang," Fira menggantung omongannya.
"Sihnya kenapa?" Tanya Minhyun yang penasaran.
"Jengkel aja sama korlap-korlap itu," ujar Fira seperti orang yang sedang mengadu dengan ibunya.
Minhyun hanya terkekeh mendengar keluhan adiknya.
"Masa ya, akutuh cuma telat satu menit doang udah gaboleh masuk. Abis itu abang tau ngga korlap yang putih tinggi itu? Gila ya kak, mukanya ngga nyenengin, dingin banget," cerocos Fira.
Minhyun hanya menanggapinya dengan tersenyum mengejek pada adiknya.
"Kenapa si Bang korlap itu harus galak?" Tanya Fira
Minhyun menggaruk kepalanya mendengar pertanyaan adiknya.
"Namanya juga koordinator lapangan, tugasnya mendisiplinkan kalian sebagai mahasiswa baru. Ya mereka harus dituntut seerti itu biar kalianau ngedengerin mereka," tutur Minhyun.
"Ooo," jawab Fira sambil membentuk mulut bulat dan mengangguk.
"Lagian kemarin Abang liat kok kalo lu lagi dihukum sama korlap," ujar Minhyun sambil tertawa mengejek.
Dan hanya dibalas cubitan oleh Fira.
*Bonus pic, kira-kira begini saat Guanlin menyisir rambut dengan tangan*
Yeay akhirnya nyampe bagian 3 juga, btw makasih buat yang udah mau baca dan ngevote.
Aku bakal semangat kalo kalian ikut ngedukung huhuhu😥
Happy reading🤗🤗🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
GUANLIN-PresBEM (COMPLETED)
Fanfiction(COMPLETED) "Guanlin emang Presiden BEM, cuman kalo soal cinta susah banget jalan pikirannya," ujar Mark sambil menyalakan laptop di depannya untuk mengganti backsong. ________________________________________________ Ngadepin Guanlin harus bener-ben...
