Communication is the most important thing in a relationship.
-author
______________________________________
"Nanti sore sudah boleh pulang ya," ujar dokter kepada Fira sambil mengecek posisi infus.
"Pacarnya dijaga ya Dek, kalo diliat-liat kalian cocok kok," kata dokter sambil menepuk bahu Guanlin.
Fira hanya mampu melongo saat mendengarnya.
Sedangkan Guanlin? Jangan tanya, dia hanya mengangguk dengan wajah datar dan dingin menanggapi omongan sang dokter.
Karena menurut Guanlin menanggapi omongan sang dokter pun akan jadi panjang ceritanya.
Sudah 30 menit sejak Fira diperiksa dokter tadi, dan keadaan diruangan ini sangan hening seperti biasa.
Padahal sejak tadi malampun hening, tapi berbeda sekali saat keadaannya canggung bagi Fira.
"Emm Kak," setelah menguatkan diri akhirnya Fira mencoba memberanikan diri untuk berbicara pada Guanlin.
"Boleh pinjem handphone ngga buat..," belum sampai ia menyelesaikan omongannya, Guanlin sudah melempar hp kearahnya.
"Makasih Kak," ucap Fira ragu-ragu.
Saat akan mengetikkan nomor abangnya, entah apa yang ada di otakknya, tiba-tiba ia lupa nomor Minhyun.
Untungnya nomor Baejin ia ingat dengan baik.
***
"Kita nyari dimana dulu ya Kak?" Tanya Baejin.
Minhyun berfikir sejenak, ia mencoba mengingat dimana kiranya tempat-tempat yang akan dikunjungi Fira.
"Kampus, tempat nongkrong, mall sama atm," celetuk Minhyun.
Jinyoung meletakkan tangannya di dagu mulai mengingat-ingat sesuatu.
"Kemarin pas gue nganterin dia balik, Fira sempet ngomong duitnya abis," celetuk Jinyoung.
"Yaudah yuk kita coba jalan ke atm-atm deket sini, siapa tau kita dapet petunjuk," ujar Mihnyun.
Kemudian mereka bergegas mencari Fira.
Setelah 2 jam berjalan dan mereka belum menemukan apapun tiba tiba Baejinyoung melihat sesuatu menyilaukan matanya.
Saat ia mendekat, ternyata itu dari cassing handphone yang terjatuh di bawah tiang listrik.
"Bang, gue nemu sesuatu!" Ujar Jinyoung.
Minhyun mendekat kearahnya.
Jinyoung menunjukkan sesuatu yang ada ditangannya.
"Inikan punya Fira," celetuk Minhyun dengan raut muka yang panik.
"Bang itu handphone Fira bukan?" tunjuk Jinyoung pada benda Hitam yang berada diselipan lubang jalan.
Sangat terlihat jelas raut muka panik pada wajah keduanya.
08573625xxxx calling...
Jinyong mengerutkan keningnya saat ia melihat pada layar handphonenya tertera nomor yang tidak ia kenal.
"Hallo?"
***
"Hallo Ujin, ini Fira," jawab Fira dengan antusias.
'Oh, cowonya," batin Guanlin dalam hati. Entah mengapa ada sedikit perasaan kecewa disana.
"Di RS Citra," jawab Fira.
Telepon ditutup, terlihat wajah Guanlin semakin jutek dan dingin.
"Yaudah, aku mau balik," ujar Guanlin sambil merutuki mulutnya.
"Iya Kak, makasih banget udh bantuin aku,"
'Kok aku kamu sih, bego Guanlin,' batin Guanlin kesal pada dirinya sendiri.
Sebenarnya pulang hanya ia gunakan sebagai alasan untuk mengetahui seperti apa pacar Fira.
Guanlin putuskan untuk menunggu di lorong ujung, dengan begitu Fira tidak akan melihatnya tapi Guanlin bisa melihat Fira saat keluar.
Disisi lain Jinyoung dan Minhyun,
"Kak gue ambil mobil dulu ya," ujar Baejin.
"Yaudah, gue langsung kesana. Ntar gue kabarin, ati ati lo," ucap Minhyun sambil memesan ojek online.
Baejin hanya mengangguk dan langsung tancap untuk mengambil mobilnya.
Sesampainya di rumah sakit, Minhyun langsung menemukan adik kecilnya dalam keadaan diinfus. Entah mengapa rasanya sakit sekali baginya.
Dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan saat Minhyun masuk kamar perawatan Fira, namun entah bagaimana perasaannya tapi raut wajahnya masih datar dan dingin.
'Kenapa si harus lu Kak?'

Anggep aja kaya gitu muka Guanlin pas gondok sama Minhyun
Guanlin yang sudah malas dengan keadaan akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempatnya.
***
"Ceritanya gimana si Dek?" tanya Minhyun dengan raut wajah yang sedih sambil mengelus rambut adiknya.
"Jadi akutuh..,"
Ceklek
"Ujin,"
Baejin yang baru datang langsung mendekat ke Fira dengan wajah paniknya.

Kalo ini malah jadinya wajah sedih campur paniknya si Ujin sih
"Kok bisa kaya gini?" Tanya Baejin.
Fira memutar matanya karena jengah ditodong pertanyaan oleh dua orang yang sekarang persis di depannya ini.
"Jadi aku semalem itu ngambil duitkan, pas mau balik trus mesen ojol eh tiba-tiba hpku lowbat. Trus gue jalan niatnya mau minta tolong kalo dijalan ada orang. Tapi pas di gang yang sepi itu gue malah dikejar preman sampe gue jatoh. Gue udah lemes tuh, pasrah aja dah pokonya. Untungnya ada Kak Guanlin," ujar Fira.
Minhyun dan Baejin yang mendengarnya hanya bisa melongo.
"Kok lu ngga minta suruh anter gue atau Baejin si Dek?"
"Kalian sibuk, ya gue ngga enak mau ngerepotin," tutur Fira
"Gaya lu, orang tiap hari ngerepotin gue juga," celetuk Baejin sambil menyentil jidat Fira.
Fira mendengus kesal, sedangkan Minhyun juga tidak mau kalah. Ia ikut menambahi jitakan di kepala Fira.
Alhamdulillah udah nyampe bagian 6 aja, maaf banget kalo banyak typonya. Karena aku bener-bener nulis disini langsung ku publish.
Mohon dukungannya ya chingu🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
GUANLIN-PresBEM (COMPLETED)
Fanfiction(COMPLETED) "Guanlin emang Presiden BEM, cuman kalo soal cinta susah banget jalan pikirannya," ujar Mark sambil menyalakan laptop di depannya untuk mengganti backsong. ________________________________________________ Ngadepin Guanlin harus bener-ben...
