Happy Reading💕💕
..
...
....
...
..
.
"Jadi- " wooseok menggantungkan kalimatnya, tangannya mengaduk aduk secangkir kopi didepannya dan matanya menatap lurus kearah Byungchan.
"Kesimpulanku dari cerita panjang x lebarmu, dia serius deh sama lu" ujar wooseok menyambung kalimat yang sebelumnya.
"Kok bisa gitu?" tanya byungchan penuh tanda tanya. Dia penasaran kenapa sahabatnya ini dengan mudahnya menyimpulkan keadaan hati, antara dirinya dan prianya.
"Ya dilihat dari dia yang ngasih keleluasaan kamu sama keluarga dia, dari cara dia men treat kamu. Udah jelas banget dia ngasih kamu ruang buat kamu dihatinya"
Byungchan yang mendengar penjelasan wooseok tersenyum malu dengan rona merah pada pipi hingga telinganya. Dia senang dan bahagia membayangkan jika yang diucapkan wooseok adalah kenyataan.
"Jadi kapan mau ngenalin 'calon' kamu ke aku?" Tanya wooseok dengan menaikan satu alisnya menggoda lawan bicaranya ini.
"Calon apaan sih, baru proses seokk^^~"
"Ya kan bentar lagi jadi kok, yakin deh sama wooseok ini"
"Iya deh nanti bakal aku kenalin" Ujar byungchan tersenyum menerawang keluar jendela.
Wooseok ikut tersenyum, dalam hatinya tidak ada alasan untuk dia agar tidak ikut bahagia. Byungchan adalah sosok yang menyilaukan dimatanya, sempurna dan rupawan. Kepribadiaannya juga mengagumkan, wooseok menghangat ketika dekat dengan byungchan, dia nyaman.
Wooseok senang bisa bersahabat dengan byungchan.
.
.
Kaki wooseok berjalan kecil, sambil mulutnya bersenandung ria. Setelah pertemuaanya dengan byungchan, wooseok harus segera bergegas menuju cafe tempat dia harus bekerja part time.
Dia melakukan tugasnya dengan baik, sempurna tanpa celah. Manager cafe bahkan memberikan pujian secara langsung akan sikap dan kepekaan wooseok.
Wooseok menatap jam tangannya, tangannya terulur meraih daun pintu, lalu menutupnya. Shift nya telah berakhir. Hari ini cafe hanya buka sampai jam 6 sore, dan tentunya momen langka ini harus dia manfaatkan dengan baik. Misalnya seperti berkencan dengan mas tercintanya.
"Mas" teriak wooseok antusias. Yang dipanggil tersenyum simpul seraya melambaikan tangannya.
"Aku engga telat kan jemput kamu?" Ujar seungwoo manis, setelah dirinya berdiri tepat didepan wooseok.
"pas, engga kurang engga lebih, hehehe" jawab wooseok dengan senyum yang seolah enggan luntur dari wajah cantiknya.
"Jadi nih, berburu duren?" tanya seungwoo sambil tanganya telulur mengelus pipi wooseok.
"Jadi dongg, udah kepingin dari minggu lalu"
Seungwoo tersenyum lebar melihat ekspresi wooseok saat menjawab pertanyaanya. Pipinya menggembung, bibirnya manyun. Duh gemes
"Ya udah ayo, tapi cium dulu sini" ujar seungwoo lalu menundukan badanya.
"Gamau nanti diliatin orang"
"Kan ga ada yang kenal, buruan atau ga jadi nih nyari durennya?" ancam seungwoo.
"ihh jangan dong. Ya udah"
Cup~
Wooseok mengecup cepat bibir seungwoo. Dan setelahnya seungwoo tersenyum bangga.
"Ayo buruan borong duren!"
Ucap seungwoo semangat lalu tangannya terlulur menautkan tangannya dengan tangan wooseok.
.
.
"hahh~"
"kamu mual ya?" Tanya seungwoo khawatir.
Sekarang mereka tengan berhenti pada sebuah minimarket.
Rencana berburu durian berjalan lancar dengan wooseok yang antusias memakan buah durian lahap.
Alhasil wooseok yang terlalu banyak makan durian membuat perutnya kembung dan mual.
"kamu sih kalo makan engga kira kira, kan jadinya begini deh"
"kan aku juga engga sadar, yang penting aku makan aja semua" ujar wooseok membela diri.
"Ya udah kamu tunggu disini, aku beliin teh panas biar perutmu enakan"
Wooseok hanya membalas ucapan seungwoo dengan menggumam. Matanya secara intens menatap gerak gerik seungwoo yang ada di minimarket. Dia kembali menjadi mas nya yang dulu, manis dan penuh perhatian.
Matanya beralih menatap sekitar, lalu menarik matanya pada isi mobil seungwoo. Sudah lama sekali sejak dia keluar bersama seungwoo dengan suasana seperti ini.
Namun, mata wooseok menemukan sesuatu yang asing. Dia meraih dan memastikan barang tersebut. Mungkin ini milik salah satu keluarga seungwoo,
'Mungkin'
Pikir wooseok
Lalu tangannya meletakkan barang tersebut kembali ketempatnya semula.
.
"dek ini diminum dulu" ujar seungwoo sambil menyodorkan segelas teh.
"Makasih mas"
"ya udah kita lanjut ya jalannya" ucap seungwoo kembali melajutkan mobilnya menuju kediaman wooseok untuk mengantar kekasih manisnya ini untuk pulang.
Dalam perjalanan, sesekali seungwoo melirik wooseok dari sudut matanya. Dia masih terjaga namun diam seolah ada yang memenuhi pikirannya.
"dek, kamu kenapa?"
"aku engga papa mas, cuma pusing aja" balas wooseok dengan senyum sendu.
.
.
Seungwoo membaringkan tubuhnya keatas kasur. Menatap langit langit kamarnya seraya memutar kembali momen seharian ini dengan kekasihnya. Sudah lama dia tak merasa setenang dan bahagia ini.
Sampai pada getar ponselnya yang berhasil membuyarkan lamunannya.
From : Byungchan
Kak kayaknya tote bag aku yang isinya baju, parfume sama pelembab bibir aku ketinggalan dimobil kakak deh, tolong diliatin ya •.•
Seungwoo seketika mendudukan dirinya, lalu berdiri berlari menuju mobil yang sudah terparkir rapi di garasi. Dan benar, tote bag byungchan ada disana.
Dan sekarang seungwoo sudah mengetahui alasan keterdiaman wooseok padanya saat perjalanan pulang tadi.
Wooseok pasti curiga
.
.
.
.
Maaf ya kalo cerita nya agak maksa😥 aku masih kebawa sama perasaan sedih. Tp aku pasti berusaha balikin mood aku kok
Terima kasih buat yang udah nungguin, dan support cerita ini. Aku sayang kalian 💕💕💕❤❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
WINGS
ФанфикшнMereka mengawalinya dengan kebahagiaan, berlandaskan kepercayaan, dan terbingkai indah dengan cinta kasih sayang. Bahkan saat api membakar semua rasa yang ada, membiarkannya menghitam dan mengabu. Dia tetap ingin mencoba untuk bertahan. Seungwoo p...
