1+1=8

406 62 11
                                    

Happy Reading

.
.
.

Tepat pukul 8 malam mereka telah menyelesaikan kegiatan makan malam. Meja telah dibersihkan dan dua keluarga ini sudah berpindah diruang keluarga.

Mereka, Choi junsu dan Han Taecyeon memang sudah bersahabat sejak SMA dan imbasnya kedua keluarga ini juga ikut menjadi dekat.

Namun tidak ada dalam bayangan seungwoo bahwa kedekatan keluarganya dengan keluarga byungchan akan berakhir dengan perjodohan diantara mereka berdua. Seungwoo dan Byungchan.

Seungwoo bisa saja menolak saat itu juga tatkala taecyeon mengungkapkan rencana antara dua keluarga ini. Dia sudah punya wooseok, dan wooseok sudah lebih dari cukup sebagai orang yang akan diajak membina keluarga dan mengarungi bahtera baru diantara mereka.

Namun ada hal lain yang membuatnya harus berpikir lagi. Perusahaan yang tengah dipimpin ayahnya dan telah dirintis sejak kakek buyutnya terancam bangkrut.

Dan kebetulan juga Keluarga choi lah yang siap membantu defisit dana perusahaan keluarga seungwoo. Tapi sebagai gantinya keluarga choi meminta seungwoo harus menjaga byungchan sebagai suaminya.

Seungwoo pernah suatu hari berpikir bahwa byungchan menyukainya, namun pikiran itu ditepisnya karena mungkin byungchan menyukainya sebagai kakak. Dan saat Hani mengatakan bahwa byungchan menyukainya sejak dulu, dia menyadari kebodohannya karena terlalu gampang dalam menyimpulkan.

"Tante minta tolong terima perjodohan ini, kamu dulu yang sudah nemenin byunchan waktu sakit dan tante mohon kamu temenin lagi byungchan buat hari dia dimasa depan"

Ucapan hani itu membuat seungwoo teringat dengan kondisi byungchan dulu, pembengkakan pada otak ditambah trauma yang memperburuk kondisi mentalnya.

Saat itu byungchan masih duduk dibangku smp, dia adalah pemuda yang ceria dan hari-harinya dipenuhi dengan kebahagiaan. Sampai ketika saat keluarga byungchan pada titik puncak dunia perbisnisan. Setiap tingkah dan aktivitas keluarga hingga perusahaannya menjadi sorotan publik dan hal ini membuat pesaing bisnis keluarga choi merasa iri.

Dan malam itu, saat hujan membasahi kota byungchan hilang. Dia diculik oleh pesaing bisnis keluarga choi. Semuanya berusaha keras mencari, polisi sampai keluarga han juga ikut mencari.

Saat hari berlalu sampai hari ketiga byungchan hilang. Polisi berhasil menemukan byungchan dan tersangka.

Namun kondisi byungchan sangat mengkhawatirkan. Koma dan perlu adanya tindakan untuk menangani kondisi pembengkakan otaknya.

Saat tersadar, byungchan hilang kendali. Lupa dunianya dan yang tersisa hanya rasa trauma saja. Dan saat semuanya kacau, seungwoo datang memeluk byungchan.

Byungchan tenang dalam peluk seungwoo.

Dan mulai dari sini rasa byungchan tumbuh.



"Diminum dek" ujar seungwoo meletakan secangkir teh disebuah meja. Byungchan mengangguk dan kembali menatap lurus kedepan.

Jari jemarinya mengeratkan peganganya pada tepi balkon. Bibirnya sedikit kelu. Dan pipinya merah diterpa angin malam.

Mereka hanya berdua, menikmati angin malam dibalkon kamar seungwoo. Keluarga mereka tengah berbincang diruangan lain.

"Kakak boleh nolak kok perjodohan ini, aku udah nyaman sama hubungan kita dulu. Adik dan kakak" ujarnya masih terpaku pada langit malam tanpa bintang.

Sempat untuk beberapa detik seungwoo terpaku pada pikirnya, matanya menatap lekat wajah byungchan dari samping.

Memang tidak bisa dipungkiri byungchan terlihat luar biasa. Apalagi dengan kepribadiannya yang baik pula. Dia pantas mendapatkan apa yang baik untuknya.

WINGSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang