Hello guys.
I'm so sorry udah lama gak update.Hope u enjoy & like it.
***
I'm feeling good,
Like I should,
Went and took a walk around the neighborhood,
Feeling blessed,
Never stressed.
Salsha baru saja bermain tik-tok dengan lagu sunday best, yang sekarang sedang populer itu. Gadis berdarah Padang itu sedang kecanduan dance-dance yang ada di tik-tok. Bahkan tak jarang ia mengajak Steffi untuk bergabung bersamanya bermain Tiktok. Namun, selalu dibalas dengan gelengan oleh Steffi.
"Tiktok terus," sindir Steffi.
Salsha tersenyum. "Bagus kan dance gue," ujarnya langsung menyodorkan hp-nya pada Steffi.
Steffi menghela napas pelan. "Iya Ca, iya."
"Oke deh, berarti gue lanjut dance lainnya." Dengan bersemangat, Salsha mencari lagu yang enak untuk dance berikutnya.
Steffi menggelengkan kepala. "Ca, udah kek tiktoknya. Tugas kita belum kelar nih."
Salsha mendesah kesal, baru saja ia akan berkutat dengan Tiktoknya, tapi sahabatnya itu malah menyadarkan dirinya bahwa ada tugas yang menanti. Dengan berdecak sebal, ia keluar dari aplikasi tik-tok dan memasukkan hpnya ke dalam tas.
Melihat itu Steffi tersenyum lebar, berbeda halnya dengan Salsha yang kini menekuk wajahnya kesal. "Udah deh gausah cemberut. Lo kan bisa main tik-tok sepuasnya kalau udah di rumah," nasihat Steffi.
Tak menghiraukan nasihat Steffi, Salsha justru bertanya, "mana tugasnya?"
Steffi menyodorkan buku yang berisi tugas pada Salsha.
"Eh buset, ini tugas ngapa banyak bet dah?!" Setelah melihat kira-kira ada 60 soal matematika Salsha berdecak pinggang.
"Gila kali ya ni guru, ngasih soal sebanyak ini. Dikumpul hari ini juga lagi," lanjut Salsha masih dengan kemarahan yang tidak jelas.
"Yaudah sih, makanya kita kerjain. Lo jangan maen Tiktok mulu," kesal Steffi.
"Ya gimana ya Tep, Tiktok tuh hiburan buat gue."
"Dasar budak Tiktok," sindir Steffi.
Tak mau memperpanjang perdebatan, Steffi buru-buru membagi tugas matematika itu agak cepat selesai. Dengan berat hati Salsha menerimanya, ya daripada ia mengerjakkannya sendiri. Bisa-bisa otak dia meledak seketika.
"Gue nggak bisa bayangin kalo ujian nanti soalnya segini, bisa pecah pala gua," ucap Salsha menerawang.
Pukk
Satu pukulan mendarat mulus di kepala Salsha, membuat sang empu mengelus kepalanya.
"Tepi, kok dipukul sih." Salsha memberenggut kesal.
"Kerjain bego. Kalo lo cuma ngelamun mana bisa selesai tuh soal!" seru Steffi dengan wajah garangnya.
"Iye-iye, galak amat kek ibu kost nagih uang bulanan."
***
"Iqbaal! Turun kamu!" seru Pak Karta saat melihat lelaki itu sedang memanjat pohon mangga di belakang sekolah.
Mendengar suara guru olahraga kesayangannya memanggil Iqbaal menundukkan kepala. Ternyata benar, Pak Karta sudah berada tepat di bawah pohon.
"Eh Bapak, mau mangga juga ya?" tanya lelaki itu dengan wajah polos.
Pak Karta berdecak kesal saat melihat wajah Iqbaal yang tampaknya tak merasa bersalah.
"Turun kamu," geram Pak Karta.
"Oke, saya turun asal Bapak janji nggak akan jewer, nyubit atau marahin saya." Tampaknya Iqbaal sedang mencoba negosiasi dengan guru garangnya itu.
"Turun Iqbaal!" seru Pak Karta sekali lagi.
"Ya Bapak harus janji dulu," kekeh Iqbaal.
"Oke-oke, sekarang turun."
Iqbaal terlihat masih ragu dan langsung mengajukan pertanyaan kembali, "Oke apani, Pak?"
Menghela napas kasar, akhirnya Pak Karta berkata, "Saya janji nggak jewer,nyubit atau marahin kamu."
Tersenyum puas dengan jawaban gurunya itu, akhirnya Iqbaal turun dari atas pohon.
"Kamu tuh ya--"
"Eits... Bapak udah janji nggak akan marahin saya lho," ucap Iqbaal menaikkan sebelah alisnya.
Pak Karta pun sekarang hanya bisa meredam emosinya, beliau sudah terlanjur berjanji pada murid tengilnya itu.
"Sekarang kamu ikut saya!" perintah Pak Karta, Iqbaal pun dengan santai mengikuti gurunya yang sudah mendahului dirinya.
***
"Hhh, capek aku," ujar Iqbaal yang baru saja mendaratkan bokong di sebelah Steffi.
Steffi menyodorkan botol minuman pada kekasihnya yang langsung dihabiskan dengan sekali tegukan.
"Pacar aku pengertian banget."
"Kali ini dihukum sama siapa?" tanya Steffi to the point.
Iqbaal meringis pelan. "Tau darimana kamu?" bukannya menjawab, lelaki itu malah bertanya balik.
"Baale, kalo aku nanya tuh dijawab. Bukannya balik nanya!"
Gemas akan kelakuan pacarnya itu, Iqbaal menyubit pelan pipi Steffi. "Baale, sakit."
"Iya, maaf." Iqbaal melepaskan cubitannya pada pipi Steffi.
"So, bikin ulah apa kamu?"
"Ketahuan nyolong mangga sama Pak Karta." Santai sekali Iqbaal saat berucap, sedangkan Steffi sudah mendelik karena tak percaya dengan kelakuan pacarnya kali ini.
***
29 Maret 2020.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Spoiled Boyfriend | IDR | On Hold
Fanfiction"Iqbaal makan sendiri dong." Steffi berujar dengan kesal. "Nggak mau, tangan aku kan lagi sakit," ucap Iqbaal dengan nada manjanya. Steffi berdecak kesal. Lalu dengan terpaksa ia menyuapi kekasihnya, lagi. Sedikit kasar memang karena ia sengaja meme...