11

18 4 4
                                        

Diantara pohon pohon besar menjulang ke atas dengan kokoh. Gerald duduk bersandar di bawah pohon sambil menengadahkan kepala menghadap langit yang gelap.
Ia sendirian, dalam kesunyian hutan.

Tiba tiba Gerald mendengar seretan kaki. Ia mencari sumber suara itu. Tampak bayangan perempuan dengan rambut panjang berjalan dengan menyeret kakinya, sambil memegang perutnya. Gerald memelotot, kaget. Ia berdiri memastikan perempuan itu. Yeah, benar saja itu perempuan yang baru saja Gerald bunuh kemarin. Gerald tak percaya dengan penglihatannya tapi ia melihatnya jelas kalau perempuan itu berjalan mendekatinya.
Dengan wajah terkejut ia memberanikan diri bicara

"Bukan kah kau...?"

"Ya Gerald, aku? Aku yang kamu bunuh kemarin, dengan sadisnya kamu menusuk jantungku, kamu membiarkanku tergeletak sendirian, tanpa memakamkan ku! Hina sekali kamu" Amarah perempuan itu memuncak. Gerald masih diam, ia enggan berbicara.

"Hah apa kamu tak ada tata cara? Apa kamu tak tau bagaimana cara menghormati perempuan? Apa kamu tak menghormati ibumu juga? Oh ya ibumu kan sudah mati ahahaha" Dengan tawa garing

"Kau telah membunuhku!! Kau telah membunuh ku!! Kau membunuh tantemu sendiri Gerald. Kejam sekali kau!!! Aku adek dari ibumu Gerald!!! Dimana hati nurani mu ha?!! Kau tega membunuh tantemu sendiri? Cuihh" Orang itu berseru lantang kepada Gerald. Nafas Gerald tak karuan, pantas saja kemarin ia pas membunuh tak ada rasa senang ternyata dia tantenya. Gerald merasa meratapi kebodohannya kali ini.

"Haha kau membunuh orang tanpa alasan. Hanya memuaskan hawa nafsumu dan rasa dendam mu Gerald!! Sampai kamu menghabisi tante mu sendiri? Bodoh sekali" Wanita itu tersenyum sinis. Gerald masih terdiam, kejadian kemarin pas ia membunuh wanita ini terngiang ngiang dikepalanya. Berputar seperti video mengerikan. Gerald mengepalkan tangan, berusaha meredam emosi dan nafasnya yang menderu.

"Apa kau masih bisa disebut dengan manusia biasa dengan kekurangan dan kelebihan? Kau tak beda jauh dari iblis mengerikan dengan pisau tajamnya yang tiap hari dibawa kemana saja. Di rawat seperti peliharaan sendiri. Apa itu bisa disebut manusia ha?!" Wanita itu maju perlahan, reflek Gerald mundur juga.

"Kamu Gerald. Kamu yang sudah membunuhku. Kamu akan dibunuh nanti oleh anakku, sepupumu sendiri Gerald. Dan Ayahmu.." Ucapan wanita itu tergantung, ia berfikir sejenak. "Ayahmu juga akan mati ahahahaha" Tawa wanita itu pecah. Gerald mengepalkan tangan kuat kuat.

"Mau apa kamu?!" Ucap Gerald dengan nafas menderu. Wanita itu menautkan alisnya

"Hm? Aku mau kamu dan ayahmu itu mati" Wanita itu tertawa lagi. Berjalan mendekati Gerald memojokkannya dipohon besar. Punggung Gerald terpentok oleh pohon, ia tak bisa lagi menghindar.

"Yakan Gerald? Mau kan kamu mati ditangan anakku hm?" Tawarnya dengan nada memelas yang dibuatnya. Gerald merasa jijik dengan wanita ini langsung memalingkan wajah.

"Sebelum anakmu membunuhku aku duluan lah yang akan membunuh anakmu itu!" Jawab Gerald

"Tapi kalau gitu aku akan membunuhmu sekarang juga. Ahahahahahaha" Tangan wanita itu perlahan memegang leher Gerald. Wanita itu mecekik leher Gerald sehingga buatnya tak bisa bernafas.

"Mati kau mati!! Ahahahahaha" Wanita itu terus mengeratkan cekikannya. Gerald sangat susah bernafas

"Tidak!! Tolong!!" Gerald berseru.

...

Gerald bangun dengan nafas ngos ngosan.
"Bisa bisanya aku mimpi seperti itu? Tante? Siapa dia?" Ia tak percaya kalau tadi hanyalah mimpi. Ia mengira dirinya akan mati ditangan wanita tadi.

"Pantas saja gue kemarin bunuh kek gada sensasinya, ternyata ada hubungan darah dengan ibu" Ucapnya pelan. Ia bergegas bangun menuju kamar mandi, membersihkan tubuh juga pikirannya yang aneh itu.

I am Crazy For YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang