Hiruk pikuk jalan raya yang semakin padat menjadi pemandangan awal yang Jennie Kim temui sesampainya ia di negaranya. Sudah hampir enam tahun Jennie tidak pernah kembali ke mari demi meraih impian menjadi model sukses di Amerika. Sudah hampir enam tahun pula ia tidak pernah sama sekali mengikuti perkembangan negaranya sendiri, dan kesan pertama yang Jennie dapat setelah hampir enam tahun tidak kembali adalah perasaan takjub dan bangga.
Entah apa yang sudah terjadi selama enam tahun terakhir. Sudah banyak sekali perubahan yang lagi-lagi membuat Jennie harus berdecak kagum. Bangunan-bangunan tinggi pencakar langit kini semakin banyak berjejer di sekeliling. Rasanya baru enam tahun berlalu, tapi melihat perkembangan yang begitu pesat membuat Jennie merasa sudah lebih dari sepuluh tahun ia tak kembali. Mungkin saat ini perekonomian negaranya sedang mendapat pemasukan yang tinggi.
Jennie menggeleng pelan mengusir fikiran tidak penting yang sempat melintas di otaknya. Mendadak ia geli karena sudah susah-susah memikirkan tentang perekonomian negara yang jelas-jelas bukan merupakan bidang yang ia kuasai. Dan kenapa ia harus membahas ekonomi negara? Itu tidak penting untuknya kan? Lagi pula kembalinya ia ke Korea bukanlah untuk mengetahui keadaan ekonomi negara itu, ia kembali karena ingin menemui kekasihnya. Min Yoongi.
Min Yoongi, pria yang sudah tiga tahun ia kencani adalah salah satu pengusaha tersukses di Korea. Bahkan dengan bangga Jennie akan memperkenalkan Yoongi sebagai salah satu dari lima belas orang paling kaya di sana. Mereka bertemu empat tahun lalu di saat Yoongi melakukan perjalanan bisnisnya di Amerika. Saat itu mereka tidak sengaja bertemu karena Jennie juga hadir menjadi salah satu model tamu.
Entah bagaimana mereka memulainya, yang jelas sejak tiga tahun lalu mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Yoongi sering mengunjungi Jennie ke Amerika setiap tiga bulan sekali dan menghabiskan waktu bersama di sana. Oleh karena nya untuk kali ini Jennie akan memberi kejutan spesial untuk Yoongi dengan kembali ke Korea dan menghabiskan waktu bersenang-senang bersama.
Disaat sedang asik menyusun banyak rencana yang mungkin akan ia lakukan bersama Yoongi nanti, tiba-tiba saja taksi yang Jennie tumpangi berhenti mendadak membuat ia terpental membentur kursi pengemudi. Suara hentaman keras juga terdengar dari sana. Jennie yakin taksi nya baru saja menabrak sesuatu.
"Ada apa pak?" Tanya Jennie panik.
Kepala wanita itu sudah berdenyut karena menghentam badan kursi terlalu keras.
"Mobil di depan berhenti tiba-tiba dan aku tidak sengaja menabrak nya" jawab supir taksii itu dengan suara bergetar takut.
Benar dugaan Jennie. Taksi yang ia tumpangi baru saja menabrak sesuatu yang artinya keselamatan Jennie hampir saja terancam. Dengan rasa kesal di hatinya dan nyeri di pelipisnya Jennie mulai turun dari taksi itu, ia harus memberi perhitungan pada seseorang yang hampir membuatnya celaka.
"Permisi sir, bisakah kau berkendara dengan hati-hati?" Tegur Jennie sembari mengetuk pelan kaca pengemudi.
"Astaga... what the f..."
Jennie terlonjak kaget ketika kaca mobil tadi di turunkan dan seseorang dibalik kemudi tiba-tiba menodongkan sebuah pistol tepat di keningnya.
"siapa kau?" Tanya pria yang menodongkan pistol pada Jennie itu.
"Sir, maaf jika aku membuatmu terkejut, tapi kau menghentikan mobil mu tiba-tiba dan taksi yang ku tumpangi tak sengaja menabrak mu. Jadi bisakah turunkan pistol ini?" Jelas Jennie dengan sedikit panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED || (Tersedia di playbook)
FanficWARNING ⚠️ KONTEN DEWASA 21+ 🔞 Dan di sinilah kisah mereka di mulai. Kepulangan Jennie ke negara asalnya untuk menemui kekasih yang sudah hampir tiga tahun ia pacari itu ternyata membawa Jennie ke kisah lain. Terjebak dengan pria superior yang memb...
