1.0

6.7K 583 75
                                        

Dua hari berlalu semenjak percakapan terakhirnya bersama Taehyung di apartemen tempo hari. Jennie tampak mulai bisa bernafas lega sekarang. Bahkan Jennie tak lagi merasa waspada keluar dari apartemen seorang diri dan pergi ke salah satu klinik kecantikan ternama di Seoul seperti saat ini. Jennie yakin, beribu persen yakin bahwa kini Taehyung sudah menyerah dan tidak akan lagi mengganggunya. Pria itu pasti sudah merasa ilfeel atau bahkan jijik pada Jennie karena permintaan bodohnya kemarin. Terbukti sudah dua hari pula lelaki itu hilang tanpa jejak bagaikan di telan bumi.

Setelah Jennie pikir-pikir lelaki itu tak akan sanggup memberi apa yang dia minta. Dan lagi, jika saja ia sanggup maka ia akan berfikir beribu kali bukan untuk memenuhi permintaan tersebut? Ah lagi pula tidak mungkin, Taehyung tidak mungkin sanggup. Memangnya siapa benar dia? Yoongi saja tidak bisa mengabulkannya jika Jennie meminta hal seperti itu, apalagi Taehyung kan?

Oleh karena keyakinannya itu, Jennie memberanikan diri untuk keluar dari apartemen. Sudah lama dia tidak merawat diri, Jennie rasa wajahnya kini sudah mulai timbul kerutan halus akibat terlalu stres memikirkan bagaimana cara membuat Taehyung menjauh. Untung saja ada Sheila, setidaknya sahabat bodohnya itu ada gunanya.

Jennie sangat menikmati waktu berharganya seorang diri. Kini Jennie sudah bebas, tidak ada lagi apapun yang harus ia takutkan. Sama seperti tujuan awalnya datang ke Seoul yang ada sekarang hanya kebahagiaan saja, kebahagiaan bersama Yoongi.

Cukup lama Jennie menghabiskan waktunya di klinik tersebut. Ketika hari sudah menjelang sore, Jennie baru mulai beranjak menuju meja kasir untuk membayar seluruh pelayanan yang telah ia dapatkan. Namun kening wanita itu kembali berkerut ketika wanita di balik mesin kasir memberitahu bahwa biaya perawatan nya telah di bayar.

"Pria berbaju hitam di luar yang sudah membayar seluruhnya nona" ujar sang wanita sembari menunjuk seseorang pria dengan tubuh tinggi yang sedang berdiri membelakangi Jennie.

"Oh iya? Baiklah, terimakasih"

Jennie beralalu dari kasir dan berjalan mendekat ke arah pria berkaos hitam yang wanita tadi tunjuk. Jennie penasaran, siapa orang yang mau membayar biaya perawatannya yang terbilang tidak murah itu dengan cuma-cuma?

"Permisi sir?" Sapa Jennie pelan setelah posisinya kini tepat berada di belakang sang pria.

Pria berkaos hitam tadi tak terlihat terkejut sama sekali, ia justru membalikkan badannya dan segera membungkukkan badan memberi hormat pada Jennie. Jennie dibuat kembali terkejut dan dengan cepat ia ikut membungkukkan badan pada pria itu, suatu kebiasaan yang sudah lama tidak ia lakukan di Amerika.

"Selamat sore noona"

"So-... Sore" jawab Jennie masih di Landa kebingungan.

"Ada telepon untuk noona" ujar pria itu seraya memberikan Jennie ponsel pintar miliknya. Meskipun sedikit ragu Jennie meraih ponsel tersebut dan membawa ke telinga nya.

"Selamat sore?" Sapa Jennie.

"Hai sweety, bagaimana hari ini? Kau senang? Ah pasti kau merasa sangat lelah hingga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk memanjakan diri di sana kan? "

Seketika raut wajah bingung yang semula Jennie tunjukkan kini berganti dengan raut geram. Ditatapnya tajam pria berkaos hitam yang masih setia berdiri di hadapannya ini, tanpa bertanya lagi Jennie sudah tahu bahwa pria itu adalah orang suruhan Taehyung, lelaki gila yang Jennie pikir sudah berhenti menganggu nya.

"Ada apa? Apa kau sudah bisa membeli seluruh saham Chanel dan menjadikan brand itu milikku?" Tanya Jennie tak ingin berlama-lama larut dalam pertanyaan basa-basi yang tadi Taehyung ucapkan.

"Chanel ya, hmmm sayangnya belum semua, tapi kau tenang saja, enam persen saham di sana sudah berhasil ku miliki. Akan ku pastikan sisanya akan segera ku dapatkan dalam waktu dekat." Jawab Taehyung di seberang sana.

 TRAPPED || (Tersedia di playbook)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang