"sayang"
"Hei, hei sabarlah Jennie"
Yoongi menahan tubuh Jennie yang sudah menyambar tubuhnya sehingga membuat dia sedikit terdorong kebelakang. Wajah kalut sang kekasih semakin menambah besarnya tanda tanya di kepala Yoongi. Apa yang sebenarnya terjadi?
Pagi tadi Jennie memaksa Yoongi mengiriminya sebuah helikopter untuk pergi menyusul ke Singapura. Meskipun sempat menolak berkali-kali Yoongi akhirnya luluh ketika Jennie mengancam bahwa ia akan kembali ke Amerika jika Yoongi tidak mengizinkannya untuk ke Singapura. Maka dari itu mau tidak mau Yoongi pun mengirimkan Jennie helikopter sesuai permintaannya dan membawa wanita itu ke sisinya.
"Jen, ada apa? Apa yang terjadi?"
Jennie melepaskan pelukannya pada Yoongi dan menatap dalam kedua manik mata kekasihnya. Sedikit kilatan ragu muncul di mata kucing wanita cantik berambut panjang itu.
"Jen? Ada apa? Katakan, jangan membuatku khawatir" desak Yoongi sembari mengguncang pelan pundak Jennie.
"Tidak ada yang terjadi, aku hanya merindukan mu" ujar Jennie akhirnya.
Wanita itu kembali memeluk Yoongi dan menghirup dalam aroma segar perpaduan antara mint, lemon Italia, dan apel hijau yang menjadi wangi khas kekasihnya. Demi tuhan, baru beberapa hari lelaki itu pergi tapi Jennie sudah merindukannya. Padahal jika ia ada di Amerika, Jennie bisa dengan mudah mengatur rasa rindu itu.
"Astaga Jennie, kau sudah membuat ku khawatir, ku kira sesuatu terjadi padamu" cicit Yoongi.
Tanpa sadar lelaki putih bertubuh tegap itu menghembuskan nafas lega. Rasa khawatirnya tadi pun melebur hilang akibat pelukan hangat dari Jennie.
"Memangnya kau tidak merindukan ku? Heh?"
"Tentu aku merindukan mu. Tapi aku benar-benar khawatir tadi jika sesuatu terjadi"
"Tenanglah Yoongi tidak ada apapun yang terjadi dan aku masih tetap menjadi milikmu" jawab Jennie.
Mereka berdua pun larut dalam kerinduan masing-masing. Bersyukurlah Jennie setidaknya sore ini Yoongi tidak terlalu sibuk sehingga ia bisa terus bersama lelaki itu dan merasa aman jauh dari lelaki bernama Kim Taehyung.
Well, berbicara tentang Taehyung Jennie benar-benar sudah tidak ingin terlibat dengannya. Memang, tadi Jennie sedikit khawatir ketika akan keluar dari unitnya untuk pergi ke Heliped di atas gedung apartemen, Jennie takut jika saja ada orang suruhan Taehyung yang ternyata mengawasi Jennie tanpa sepengetahuannya. Namun, dengan tekad yang sudah bulat akhirnya Jennie membuang jauh seluruh ketakutannya.
Jennie sadar, jika dia hanya ketakutan dan tidak bertindak sama sekali maka Taehyung akan semakin senang untuk menganggunya. Oleh karena itu Jennie berharap dengan pelariannya ini Taehyung tak akan berhasil menemukannya.
.
.
.
.
.
Taehyung melangkah tenang memasuki gedung apartemen mewah yang selama ini Jennie tempati. Hari sudah menjelang malam, dan sesuai janjinya ia kembali ke apartemen Jennie untuk menjemputnya. Taehyung sudah bertekad, mulai hari ini ia akan terus bersama wanita itu, Jennie sudah berhasil membuat Taehyung penasaran, ralat! Bukan hanya penasaran, Jennie sudah berhasil membuat Taehyung tak ingin melepaskannya bahkan jika wanita itu memberontak sekalipun.
Taehyung menekan bel interkom unit Jennie, satu kali tak ada tanggapan. Dua kali Taehyung mulai merasa tak sabar. Tiga kali pria itu sudah mulai merasa kesal. Hingga pada percobaan ke empat dan Jennie tak kunjung membukakan pintu Taehyung pun mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang.
"Kau di mana?" Tanyanya tanpa berbasa-basi.
"Di lobby apartemen sir"
"Apa Dia ada keluar hari ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED || (Tersedia di playbook)
FanfictieWARNING ⚠️ KONTEN DEWASA 21+ 🔞 Dan di sinilah kisah mereka di mulai. Kepulangan Jennie ke negara asalnya untuk menemui kekasih yang sudah hampir tiga tahun ia pacari itu ternyata membawa Jennie ke kisah lain. Terjebak dengan pria superior yang memb...
