Bukan Taehyung namanya jika ia terlalu mudah menyerah akan sesuatu, apalagi sesuatu itu hanyalah mencari seorang wanita di kota Seoul yang tidak seberapa luas ini. Meskipun pencariannya sejak siang hari masih belum membuahkan hasil tapi Taehyung tak menyerah. Di dalam hati ia sudah bertekad akan menemukan wanita bernama Jennie Kim itu.
Sepertinya Dewi Fortuna memang tidak pernah meninggalkan Taehyung barang sedetik pun, lelaki itu selalu beruntung untuk apapun. Seperti saat ini, tepat ketika mobil yang di kendarai oleh supirnya melewati perempatan jalan raya, kedua mata abu-abu Taehyung tak sengaja menangkap pergerakan seseorang dari kedai es krim di seberang jalan. Seringaian menakutkan segera muncul di wajah tampan lelaki itu.
Incarannya sudah di temukan.
Meskipun sempat membiarkan Jennie bernafas beberapa saat setelah bokong seksinya itu mendarat di kursi kedai es krim tadi, Taehyung tetap tidak ingin membuang-buang waktu. Alhasil beberapa detik kemudian ia masuk menyusul Jennie dan tepat berdiri di hadapannya.
Raut wajah kebingungan Jennie menambah rasa penasaran di diri Taehyung. Terlebih cara wanita itu berbicara dengannya, tak ada rasa takut sama sekali yang terpancar di manik mata indah wanita itu. Wanita bernama Jennie Kim ini adalah satu-satunya wanita yang tidak takut menatap matanya ketika sedang berbicara.
Beberapa menit berbicara dan mengamati tingkah Jennie dengan seksama, satu hal yang Taehyung langsung yakini dari wanita itu. Jennie Kim adalah wanita pemberani, bagaimana tidak? Ia tahu profesinya adalah seorang model terkenal -meskipun Taehyung sendiri tidak tahu Jennie seterkenal apa-, tapi dengan santainya ia justru berada di kedai es krim seorang diri tanpa pengawalan sama sekali. Pemberani atau gila?
Bahkan banyak model Korea yang sempat bekerja sama dengan Taehyung, yang mungkin jika dibandingkan dengan Jennie mereka bukanlah apa-apa. Mereka selalu pergi di kawal oleh manager dan pengawal. Lagi-lagi Taehyung merasa takjub.
Tapi perasaan takjubnya seketika hilang digantikan oleh perasaan tak suka ketika Jennie mulai bangkit dan hendak meninggalkannya. Awalnya Taehyung berfikir Jennie takut padanya sehingga wanita itu bergegas ingin pergi, namun kembali lagi, wanita itu tampaknya tak mengenal takut. Bahkan dengan beraninya mata hitam legam yang ia miliki menatap tajam pada Taehyung.
Jika biasanya ia ingin mencongkel setiap mata yang berani menatapnya dengan tajam, kali ini justru sebaliknya. Taehyung bahkan berani membayar berapa pun agar mata hitam itu terus menatap matanya setajam yang mungkin ia bisa.
"Kita akan bertemu lagi besok siang Jennie Kim. Tunggu saja" Gumam Taehyung sepeninggalan Jennie.
-----
Gemerlap cahaya malam kota Seoul menjadi pemandangan paling indah yang bisa Jennie dapati dari balkon apartemennya saat ini. Lampu-lampu kendaraan yang berlalu lalang tampak seperti bintang jatuh bagi Jennie. Semuanya tampak kecil dari ketinggian tiga puluh lantai, tempat unit Jennie berada.
Menikmati malam di temani oleh secangkir kopi panas tampaknya adalah pilihan yang tepat. Setidaknya rasa lelah dan fikiran beratnya malam ini bisa pergi seiring hembusan angin malam yang menerpa kulitnya.
Namun sepertinya semua itu tidak akan terjadi, selembar selimut tebal kini sudah membalut tubuh Jennie lengkap dengan sepasang lengan kokoh yang melingkar sempurna di perut rampingnya. Min Yoongi, pasti kekasihnya tadi sudah bangun.
"Kau sudah bangun?" Tanya Jennie lembut.
Satu tangannya yang semula berada di cangkir kopi kini mengusap lengan Yoongi di perutnya.
"Terbangun karena terlalu dingin" Suara serak khas bangun tidur milik Yoongi adalah suara favorit Jennie.
"Maafkan aku, aku lupa menutup pintunya"
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED || (Tersedia di playbook)
FanfictionWARNING ⚠️ KONTEN DEWASA 21+ 🔞 Dan di sinilah kisah mereka di mulai. Kepulangan Jennie ke negara asalnya untuk menemui kekasih yang sudah hampir tiga tahun ia pacari itu ternyata membawa Jennie ke kisah lain. Terjebak dengan pria superior yang memb...
