0.6

7.5K 678 56
                                        

"katakan padaku kau ada di mana" sergah Jennie mulai hilang kesabaran.

Wanita cantik itu kini tengah berjalan tergesa-gesa keluar dari apartemen dengan mengapit ponsel di antara bahu dan juga telinganya. Entah apa yang sedang Jennie kejar saat ini hingga tali sepatunya pun tak lagi sempat untuk ia ikat dengan sempurna. Ekspresi wanita itu tak lagi terbaca, entah marah, gelisah atau bahkan sedih? Semua terlihat melebur menjadi satu di mata sembab yang tampak kelelahan.

"Sabarlah Jennie Kim, kenapa harus terburu-buru sekali"

Langkah kaki Jennie terhenti, wanita itu kemudian menarik nafas dalam sebelum menghembuskannya pelan-pelan. Jennie harus sabar, ia tidak boleh terpancing emosi dan mengakibatkan hal lebih buruk terjadi kedepannya.

"Kau tadi memintaku segera datang dan sekarang kau meminta ku bersabar?"

"Aku akan mengirimi mu alamat restoran tempat kita akan bertemu"

Jennie mendengus mendengar nada 'sok' lembut di seberang sana. Dalam hati ia bersumpah, jika saja ini bukan demi Yoongi, Jennie tak mungkin ingin menemui pria gila itu lagi.

"Kau tidak menjawab ku Jennie"

"Iya Kim Taehyung aku akan pergi ke restoran itu segera setelah kau mengirimiku alamatnya" balas Jennie penuh penekanan.

Tak ingin berlama-lama Jennie pun mematikan sambungan telepon dengan seseorang yang tak lain adalah Kim Taehyung. Kemarin malam setelah Jennie cukup bisa mengendalikan fikirannya yang kalut akibat kecelakaan Yoongi, Kim Taehyung kembali menghubungi nya. Seolah tidak takut sama sekali, Taehyung mengakui dengan lantang bahwa memang dia lah yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi pada Yoongi. Jennie sendiri sebenarnya tidak tahu harus terkejut atau tidak dengan pengakuan itu karena Jennie pun sudah bisa menebak Taehyung lah dalangnya, hanya saja melihat Taehyung yang tanpa ragu mengakuinya membuat Jennie sangat kehabisan kata-kata.

Bisa-bisanya pria itu mengakui kesalahan besar tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Tingkah Taehyung itu sama seperti seseorang  yang tidak sengaja menjatuhkan telur hingga pecah dan dengan terang-terangan ia mengakui bahwa tangannya licin sehingga telur itu tergelincir dan hancur. Tapi masalahnya ini bukan lah tentang telur, ini tentang nyawa, dan Taehyung baru saja bermain-main dengan nyawa Yoongi. Bagaimana jika saja Yoongi terluka parah akibat tabrakan itu, atau bagaimana jika Yoongi meninggal? Kim Taehyung sangat tidak waras, itulah yang Jennie yakini.

Tak sampai tiga menit kemudian ponsel Jennie kembali berbunyi menunjukkan satu pesan telah datang. Kim Taehyung mengirimi lokasi pertemuan mereka lengkap dengan foto-foto restoran tersebut agar Jennie tak kesulitan mencari.

Jennie lalu segera bergegas pergi meninggalkan apartemennya. Bagaimanapun juga Jennie harus menyelesaikan urusannya dengan Taehyung agar pria itu tak lagi menyentuh kekasihnya. Min Yoongi.
.
.
.
.
.

Taehyung tersenyum miring melihat kehadiran sosok Jennie di balik pintu restoran. Jennie berjalan tanpa ada rasa canggung atau pun ragu sama sekali meskipun di ruangan itu tak ada siapa-siapa selain mereka berdua. Wanita dengan kepercayaan diri yang tinggi, persis sama seperti Jennie Kim yang Taehyung temui saat pertama kali. Tatapan tajam wanita itu pun tak lepas dari mata Taehyung, tatapan yang untuk saat ini menjadi tatapan favoritnya. Sudah beberapa hari tatapan itu hilang tergantikan dengan tatapan takut, tapi saat ini tatapan itu sudah kembali dan Taehyung menyukainya.

"Katakan apa tujuan mu memintaku datang kemari"

Tanpa sapaan, tanpa senyum, dan tanpa duduk sama sekali, Jennie langsung menyerang Taehyung dengan pertanyaan utamanya. Jennie tidak ingin membuang-buang waktu, ia harus cepat keluar dari sini atau Jennie yakin hidupnya akan selesai di tangan pria bernama Kim Taehyung itu.

 TRAPPED || (Tersedia di playbook)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang