WARNING ⚠️
MATURE CONTENT 🔞🌚
Suara kenop pintu terbuka membuat Jennie mendudukkan kembali posisinya yang tadi sempat berbaring. Kedua manik matanya kemudian bertemu dengan manik abu-abu milik Taehyung yang kini menatapnya sedikit lembut dari biasa.
Jennie menghembuskan nafas kesal, ia tidak akan bisa keluar dari ruangan ini jika ia tidak berbuat nekat. Seperti membunuh Kim Taehyung ini misalnya?
"Hei, sedang apa?" Sapa Taehyung terdengar sok akrab di telinga Jennie.
"Menurutmu? Apakah aku terlihat seperti sedang melakukan catwalk di sini?" Jawab Jennie kesal dengan pertanyaan basa-basi yang Taehyung lontarkan.
Taehyung tertawa pelan mendengar jawaban Jennie.
"Dasar sinting" gumam Jennie.
Kedua mata bulat Jennie tak lepas dari memperhatikan gerak-gerik yang Taehyung lakukan. Meskipun kemungkinan Jennie bisa lari dari kamar ini hanya 0,00001%, Jennie masih akan tetap bergantung pada kemungkinan itu, sehingga ia tak ingin lengah menghadapi Taehyung. Ia akan memanfaatkan situasi dan segera lari jika nanti memiliki kesempatan.
"Kau terlalu mudah di baca Jennie. Tapi sayang, di depan sudah ada 2 penjaga. Jadi kau tetap akan tertahan di sini meskipun kau bisa mengambil kunci ini dari ku" ujar Taehyung.
"Kau sakit jiwa Taehyung"
"Bukan sakit jiwa, hanya terlalu pintar untuk memanfaatkan situasi untuk mendapatkan apa yang ku mau" jawab Taehyung berbangga diri.
"Kim Taehyung, jika kau hanya penasaran dengan ku maka kau salah orang. Aku bukan wanita menarik yang layak untuk kau coba" ujar Jennie mencoba mengatur siasat agar Taehyung mau melepaskannya.
"Jika kau meminta ku untuk menjadi mainan mu maka kau akan menyesal. Aku mungkin bisa memanfaatkan mu dan menghancurkan mu. Atau kau bisa bangkrut seketika karena aku, kau tahu aku bisa saja bertindak sebagai parasit"
"Aku ini model terkenal, kau tidak akan sanggup membiayai ku. Dan sekedar informasi, aku perempuan yang gila harta. Kau tidak cocok bersamaku" lanjut Jennie berusaha mendeskripsikan dirinya seburuk mungkin agar Taehyung tak lagi tertarik untuk bermain-main dengannya.
Entah bagian mana dari ucapannya yang terdengar lucu di telinga Taehyung. Namun saat ini lelaki itu justru tertawa terbahak-bahak setelah Jennie selesai berbicara.
"Kalau begitu kita semakin cocok Jennie" ujar Taehyung berusaha meredakan tawanya.
"Maksudmu?" Tanya Jennie ragu.
"Kau wanita gila harta dan aku pria yang bisa memberimu segalanya. Apapun yang kau mau. Sudah ku katakan, aku bisa memberi berkali-kali lipat dari apa yang sudah Yoongi beri."
"Bahkan jika kau mau aku bisa membeli brand Chanel untuk mu dan menjadikan kau sebagai pemiliknya" ujar Taehyung ringan tanpa rasa beban.
Jennie menganga dan kedua matanya terbelalak sempurna. Siapapun, tolong beritahu pada Jennie jika ia salah dengar. Atau jika perlu berteriak lah di telinga Jennie dan katakan bahwa tadi ia hanya berilusi? Pria sialan itu tadi berkata apa? Akan membeli Chanel? Untuknya? Astaga ini gila.
Rencananya untuk terlihat buruk di hadapan Taehyung gagal sempurna. Seketika itu juga Jennie merasa ingin melempar dirinya sendiri ke tengah-tengah sungai Han. Ia sudah mempermalukan diri sendiri untuk hal yang sia-sia.
"Oke lupakan itu, tapi aku benar-benar tidak layak untuk kau coba. Ayolah Taehyung lepaskan aku, oke? Aku bisa mengenalkan mu pada model-model lain dari Amerika, kau tahu mereka bahkan berkali-kali lipat lebih seksi dariku dan mereka pasti bersedia menjadi mainanmu" Rayu Jennie yang tak kunjung mengenal kata menyerah. Wanita itu bahkan membual hal-hal bodoh agar ia bisa pergi secepat mungkin.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED || (Tersedia di playbook)
FanfictionWARNING ⚠️ KONTEN DEWASA 21+ 🔞 Dan di sinilah kisah mereka di mulai. Kepulangan Jennie ke negara asalnya untuk menemui kekasih yang sudah hampir tiga tahun ia pacari itu ternyata membawa Jennie ke kisah lain. Terjebak dengan pria superior yang memb...
