Bagian 10

5.5K 412 16
                                    

Sudah lama sekali Abimanyu tidak jogging dikawasan UGM, selain tidak ada waktu seringkali ia ikut acara carfreeday di Malioboro setiap ahad pagi, dan pagi itu menikmati udara UGM dipagi hari membuat paru parunya terasa lapang.

Berangkat saat syuruq memang menyenangkan, selain suasana jalan dan parkiran yang lumayan lengang, udaranya juga masih sangat segar.

Berencana jogging pagi disini untuk menghilangkan penat pikiran kemudian disambung dengan sarapan pagi di kawasan lembah UGM, hmmm ...yummy.

Tapi rencana tinggal rencana karena sebelum jogging nya selesai dilakukan.

"Aabiim...."

Terdengar suara familier itu ketika memasuki putaran kedua di jalan lingkar graha sabha pramana.
Abimanyu takut menoleh, sepertinya akhir akhir ini dirinya mulai berhalusinasi dengan suara gadis ini.

"Aabiim, tunggu...."
Suara itu terdengar lagi, Abimanyu mengurangi laju larinya, akhirnya menoleh saat langkah kaki itu menjajari dirinya.

"Suka jogging disini juga?" Tanya gadis itu sambil tersenyum.

"Kadang kadang."

"Ooh, pantesan jarang ketemu....aku biasanya kalau minggu sering jogging disini."

Siapa yang nanya, jawab dalam hati Abim kesal.

"Sudah berapa putaran?"

"Dua."

"Mau berapa putaran?"

Abimanyu menoleh sambil mendelik pada gadis itu, kepo banget sih, terserah gue mau muter berapa kali, kata hati Abimanyu keki.

Benar benar gadis yang aneh.

Utari tersenyum melihat delikan mata Abimanyu, Ok..perasaan pertanyaannya biasa saja, hanya basa basi juga, kenapa pria itu sewot.

Abimanyu menatap kedepan kemudian mempercepat laju larinya, malas dia harus berbasa basi dengan gadis ini.

"Aabiiim, jangan cepat cepat....tunggu aku."

Namun suara tidak terdengar lagi karena kian menjauh tertinggal dibelakang.

Bodo amat, jawab hati Abimanyu sambil terus berlari keluar jalur menuju parkiran mobil dan rencana sarapan dilembah pagi itu gatot, gagal total.

Abimanyu enggan jika nanti harus bertemu Utari dan terpaksa berbasa basi kembali.

******

Sore ini Abimanyu menikmati suasana menjelang maghrib dengan segelas teh gula batu di kedai kopi miliknya , tangannya baru saja menandai ayat quran terakhir yang ia baca saat terdengar suara salam.
Abimanyu bergidik, tidak mengira gadis ini sekarang berani mengejarnya saat sendiri.

"Abim .."

Utari mengkeret melihat wajah tanpa senyum Abimanyu saat menoleh kearahnya.

"Maaf, tadi aku mengucap salam tapi sepertinya kau tidak mendengar.'

Abimanyu menarik nafas panjang, menyadari bahwa ia membutuhkan stock sabar berlebih untuk menghadapi semangat Utari yang pantang menyerah.

"Karena aku memang sedang tidak ingin diganggu," jawab Abimanyu kalem dengan pandangan lurus ke manik mata Utari.

Abimanyu berharap penegasannya ini akan membuat Utari mundur, namun entah mengapa tangan gadis itu justru terulur mendekat tangannya.
Abimanyu memindahkan tangannya karena tidak mau wudhunya batal.
Utari menjadi salah tingkah karenanya.

"Adakah yang penting ?" Tanya Abimanyu tanpa tedeng aling aling.

"Aku mencarimu kemana mana," kata Utari sambil tersenyum manis dam tidak terintimidasi dengan muka jutek Abimanyu.

Abimanyu, I'm Yours Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang