Dan Utari tidak punya keberanian menghubungi Abimanyu, ia terlalu takut untuk ditolak.
Sore ini ia nekat mendatangi rumah itu. Rumah nyaman dengan halaman luas yang ada dipojok sebuah komplek perumahan elit.
Rumah dengan type yang sama dengan lainnya namun karena ada halaman luas yang ada didepan rumah membuat rumah itu terlihat lebih gagah, lebih mentereng.
Setelah melewat pos satpam yang ada didepan komplek, saat inipun ia masih harus melongokkan wajah ke arah kamera pemindai yang ada di ujung pojok pintu masuk pagar, saat akhirnya pintu terbuka lebar, Utari tersenyum senang dan dengan pelan memarkirkan mobil diujung teras.
Asisten rumah tangga Abimanyu meminta Utari menunggu diruang tamu yang luas sementara ia akan memanggilkan tuannya.
Utari mengedarkan pandangannya berkeliling untuk melihat bahwa rumah Abimanyu lumayan megah untuk rumah seorang bujangan.
Utari mulai resah, bagaimana jika Abimanyu sudah menikah dan istrinya nanti yang menemuinya?
Dengan gelisah Utari memilin ujung jilbabnya, dia tidak biasa bertamu sendirian ke rumah seorang pria.
Ini tidak seperti dirinya yang biasa! dan yang dia lakukan juga bukan hal biasa untuk kebanyakan orang.Tarik nafas panjang, usahakan untuk tersenyum manis itu pesan yang ditinggalkan kak Ranti untuknya.
Dan meski sudah puluhan kali menarik nafas panjang, dadanya tetap berdebar kencang, dia merasa seperti wanita penggoda yang tengah berusaha memanipulasi seorang pria.
Bahkan saat Abimanyu akhirnya muncul dari dalam ruangan dengan kaos polo warna biru dan celana denim senada debaran itu tak kunjung mereda, dalam penampilan santai saat berada dirumah, pria itu justru terlihat lebih tampan dan lebih mengintimidasi.
Pria itu mempersilahkan Utari duduk kembali dengan lambaian tangan dan anggukan kepala bahkan tanpa kata ataupun senyuman, ucapan salam yang sudah berada di ujung lidahnya menghilang entah kemana.
Utari menelan ludah dengan susah payah, Bagaimana mungkin pertemuan ini akan berakhir dengan menyenangkan?Dan setelah menata hati, Utari berusaha tersenyum sambil menyapa,"Hai, apa kabarmu..."
Kalimat itu terpotong tatapan tajam Abimanyu yang menjawabnya tanpa ekspresi,"Apa yang bisa saya bantu bu Utari?"
Bu? Pria itu kembali membentangkan jarak dengan panggilan formal itu, bisik hati Utari dengan kesal.
Senyum separuh yang baru tercetak diwajah Utari itu mendadak hilang.
Sambil menunduk Utari berkata lirih,"Aku sangat menyesal...""Untuk apa?"
"Untuk semua yang aku lakukan padamu..."
Abimanyu menatap tajam pada Utari tanpa ekspresi.
"Aku menyesal, ...dan kau tahu dari dulu bahwa aku ingin menjadi wanita yang bekerja..."
Abimanyu menunjukkan wajah bosan dengan hal itu.
"Apakah kau ingin minum?"
Tiba tiba Abimanyu memutus pembicaraan dan tanpa persetujuan Utari memanggil ARTnya.
"Bik min, tolong buatkan dua teh.."
Utari menunduk, salah tingkah.
"Apa tadi yang anda katakan bu Utari?" Tanya pria itu acuh tak acuh.
"Aku mendapat pemberitahuan bahwa aku diterima sebagai PNS satu hari sebelum hari pernikahan kita, aku senang, aku bahagia ... karena akhirnya aku bisa bekerja..." lanjut Utari.

KAMU SEDANG MEMBACA
Abimanyu, I'm Yours
RomanceUtari akan menikah dengan Abimanyu, meski disatukan karena perjodohan yang diatur namun mereka merasakan debar yang sama, memiliki visi dan misi yang sama, hingga akhirnya Utari memilih lari pada hari pernikahannya karena ibu Abimanyu tidak ingin me...