AUDISI YANG ROMANTIS

327 22 4
                                        

"cemburu itu adalah tanda kalau kamu mencintaiku" -Ali

Setelah kejadian kemarin siang tepatnya di rumah Ali Prilly menjadi seorang yang pendiam bisa di bilang kembali kepada sifat awalnya bedanya kini Prilly menjadi seseorang yang tak terlalu peduli dengan sekitar bahkan dirinya sendiri seperti tadi pagi sarapan yang biasanya ia habis kan kini tak di sentuh olehnya.

Lamunan Prilly teralihkan ketika sahabatnya datang membawa kertas yang bisa ia pastikan itu adalah kertas untuk pentas seni nanti malam.

"Prill gue dapet surat edaran nih dari Aldi"
Nadia memberikan surat tersebut Prilly melirik malas lalu menatap nadia seolah-olah matanya itu berkata "untuk apa itu?"
Nadia menatapnya jengah lalu menarik Prilly agar menghandapnya.

"Cukup Prilly !! Gue tau lo sakit hati sama tingkah Ali kemarin, setidaknya lu harus buktiin kalau lo bisa oh iya gue lupa lo itu bukan Prilly" ucapan Nadia seketika membuat Prilly menatapnya heran

"Maksudnya?"
"Prilly yang gue kenal sebelum dia kenal sama Ali adalah Prilly yang kuat Prilly yang tegar, tapi ini? Lo bukan Prilly yang gue kenal , lo harus bangkit Prill kalau lo gini terus lo gak akan mendapat  apa apa''
Prilly terdiam sambil memikirkan perkataan Nadia ia langsung menatap surat edara yang masih di pegang Nadia
"Gue gak maksa lo buat ikut kok tapi gue tau bernyanyi adalah hobi lo jadi...

"Ya Nad gue daftar buat ikut acara malam.perpisahan" seketika ucapan Prilly membuat Nadia terpekik senang dan langsung memeluknya

"Aaaa ini dia sahabat ku "

"Makasih ya lo selalu ada" ucap Prilly membalas pelukan Nadia

"Tidak ada kata terimakasih gue cuman ngelakuin hal yang bener ajah kok gue ngelakuin ini supaya lo bisa bahagia" Nadia melepas pelukannya lalu merangkul Prilly
"Oke sekarang kita serbu ruang pendaftarannya" pekik Nadia senang di iringi tawa Prilly lalu mereka berjalan bersama.

>>>>

Di ruang pendaftaran cukup banyak oramg membuat Nadia dan Prilly harus rela berdesak-desakkan
'' Aldi " panggil Nadia yang langsung membuat sangpemilik nama menoleh lalu tersenyum sambil melambai

"Eh sayang kenapa kangen"

"Ih geli, __ udah deh kamu jangan gitu terus malu tau" Nadia memukul lengan Aldi

"Trus mau ngapain ke sini?"

"Nih aku tuh bawa Prilly dia tuh bakat banget nyanyi kan nah dia mau ikut acara pentas ini gimana?"

"Wah boleh tuh, yuk Pril daftar "
Yang di ajak hanya menatap kedepan ternyata ia melihat Ali yang sendari tadi sibuk mengurus semuanya ia selalu berfikir apakah ia salah meminta Ali untuk menunggu hatinya siap? Ketika hatinya siap Ali mencampakannya tanpa di sadari matanya berkaca-kaca.

"Prill....Prilly" panggil Aldi sambil melambaikan tangan di depan muka Prilly

"Eh iya Di maaf gue bengong"

" Mikirin Ali ya ? Maafin temen gue ya"

DEGH... Pernyataan Aldi tepat sasaran namun Prilly selalu menghindari pertanyaan tersebut dan menepis jauh-jauh pikiran nya yg terlalu berharap lebih.

BASKETBALLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang