ten

218 42 3
                                    

Hari mulai petang pertanda malam akan segera datang tapi gadis yang satu itu masih belum selesai berkutik dengan novel novel di depanya.

Suasana kantor sudah mulai sepi hanya ada tukang pembersih dan satpam yang masih terlihat saat hari sudah gelap begini.

Yaa itulah yang suji tunggu menunggu semuanya pergi lalu suji bisa pulang dengan tenang.

Suji mulai mengalihkan pandanganya kearah benda pipih yng sedari tadi ia matikan banyak sekali yang menelphonya dan memberikanya pesan khawatir.
Siapa lagi kalau bukan jimin.pria itu sangat menyayangi suji dan suji juga sadar akan hal itu tapi baginya jimin itu sangat sempurna, sampai dia merasa tidak dapat bersanding dengan jimin.

Suji mulai membuka pesan dari jimin.

Mochi
-suji-ah kamu di mana?
Suji pulanglah aku khawatir
Suji beri tau aku dimana kamu sekarang?
Suji pulanglaah
Setidaknya jawablah panggilan dariku.

Suji kembali menutup ponselnya lalu bergegas malangkah Keluar dari dalam ruang administrasi lama.
Ya sedari 2 jam tadi suji barsembunyi di dalam ruang andimistrasi lama karena ruangan itu cukup sepi dan sudah tidak dipakai untuk ruang administrasi.
Mungkin didalamnya hanya ada komputer komputer yang jarang di gunakan, kardus kardus besar dan beberapa kertas kertas yang tertumpuk.
Mungkin bisa di bilang jika ini layak di sebut dengan gudang.

Suji melirik kekanan dan ke kiri memastikan seorang yang dia hindari selama minggu terakhir sudah tidak ada di kantor.
Jika kalian bertanya siapa orang yang suji hindari semenjak seminggu belakangn ini adalah si sialan kim taehyung!!

Ya... Dia lah orang yang membuat suji memperlambat jam pulangnya.
Semenjak kejadian memalukan yang dengan tidak sengaja suji melihat hal tak senonoh yang taehyung lakukan didalam ruangan kerjanya membuat suji sedikit menghindari pria itu.ralat tidak sedikit bahkan sangat menghindari si sialan kim taehyung.

Suji mengambil benda pipih yang terselip diantara novel novel yang dia bawa.
Membuka benda tersebut lalu mengetikan jari lentiknya untuk mengirimkan pesan kepada seorang lalu mengubahnya menjadi panggilan telphon.
Cukup lama suji berbincang didalam telphon karana orang yang di sebrang mengomel akan kebiasaan baru yang suji lakukan 2 minggu terakhir ini.

Ya..suji selalu saja meninta diantar ataupun di jemput pada teman barunya sekarang walaupun taehyung selalu menawarkanya pulang bersama tapi suji langsung meninggalkannya tanpa mengucapkan satu patah katapun.

Suji menggeratkan auther yang dia gunakan.
Karena rintik gerimis mulai turun membasahi jalanan dengan indahnya.

Sepuluh menit berlalu tapi kehadiran seorang yang suji tunggu belum juga terlihat.
Sedangkan tetes tetes indah yang di hasilkan oleh gerimis kecil berubah menjadi rintikan hujan yang mulai membesar,membuat suji sedikit memojokan diri pada dinding yang dia sandari agar tidak terkena cipratan hujan.

'aish dimana anak itu?apa dia mau aku mati kedinginan seperti ini?sudah sepuluh menit aku menunggunya! Dimana bocah sialan itu?'
Mulut suji tidak berhenti merapalkan cacian kepada seorang yang akhir akhir ini menjadi supirnya.
Sampai akhirnya sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepannya,seorang pria yang berada didalam menurunkan kaca mobil agar melihat seorang gadis yang berada di depanya.

"apa kamu sudah gila?! Berhenti membuatku merasa di repotkan!kamu tau?aku sedang berkencan bersama kelasihku! Tpi itu gagal karena hobimu"
pria yang berumur lebih muda dari suji tidak terima terus diperlakukan sebagai supir.

"maaf"suji mengucapkannya dengannada yang sedikit menggigil karena derasnya hujan telah membasahi separuh pakaiannya.

"masuk kenapa kmu masih berdiri di situ?"

Suji membuka pintu dan mulai menduduki bokongnya di kursi depan.
Arah matanya tak teralihkan pada tetesan hujan yang semakin mengguyur kota.

"kenapa?" ucap Seorang pria lebih muda yang berada di samping suji tanpa menoleh kearahnya.

"hmm entahlah"suji berdehem dengan tatapan yang masih setia menatap keluar jendela mobil yang sengaja suji buka.

"apa kaka menyukainya?"pria ini sedikit menoleh kearah suji lalu memalingkan wajahnya lagi untuk menatap jalan di depanya.

"jangan panggil aku kaka!sudah aku bilang bukan?"suji cepat menolehkan muka ke arah pria di sampingnya.

"jangan alihkan pembicaraanku"pria disamping suji menoleh dengan tatapan yang sulit diartikan.
lalu menepikan mobilnya ke arah kanan jalan.

"maafkan aku minmin"ucap suji sembari memamerkan pupy ayesnya.

  "sudah kubilang jngan panggil aku dengan nama itu"pria yang di panggil minmin oleh suji itu tidak terima.

  "memangnya kenapa?nama itu cocok untukmu minmin"suji kembali mengusili pria di sampingnya.

  Pria itu langsung melajukan mobilnya kembali tanpa mendengarkan kata kata usil dari suji dengan gelak tawanya.

  "oh minmin kuu..kenapa kamu tidak menyukai nama imut yang ku berikan pada mu?nama itu sangat lucu untukmu xiumin..minmin dengarkan akuu.."suji kembali menjahili pria disampingnya sembari menarik narik ujung kemeja yang dipakai pria itu.

   "stop it! Sudah kubilang hentikan!
Jangan mengalihkan pertanyaan ku!apa kamu menyukai kim taehyung?"pria di samping suji memberhentikan mobilnya lalu menyudutkan gadis itu dengan tubuhnya agar auji tidak dapat bergerak.

   Entah kenapa pertanyaan itu membuatnya terdiam seketika. Seakan takut untuk menjawab pertanyaan tersebut.

  "sudah aku duga kamu menyukai pria itu"ucap xiumin final karena pertanyaanya tidak di berikan jawaban oleh suji.

  Suji sedikit termenung memikirkan bagaimana perasaan hatinya sekarang.

  "mungkin"satu kata yang mampu membuat suji sedikit menekan dadanya.
  Entah mengapa rasanya sakit sekali mengatakan hal itu, suji merasakan bagaimana dadanya terasa begitu sesak seakan tidak ada lagi udara di sekitarnya.

 
_entahlah hati ini begitu sulit dimengerti_











   Gimana guys? akhirnya publis jugaa..
Jangan lupa vhot karna aku bikin ini juga pake tenaga looh..
 

  Tinggalin jejak kalian jangan lupa vot and coment guys

See you😘

let me goTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang