06. Bertemu Dengannya (lagi)

313 26 4
                                        

Sore ini terlihat cerah setelah matahari menampakkan dirinya sejak siang tadi. Pemandangan dengan salju - salju meleleh sangat indah dinikmati, apalagi cahaya kekuningan dari matahari sore.

Di sore ini juga, Veer dan Kavya tengah berjalan-jalan ditaman kota menikmati keindahan alam yang tentu saja tidak bisa dinikmati setiap hari, setelah pergi berbelanja pakaian disalah satu mall.

Keduanya lalu memutuskan untuk duduk-duduk saja ditaman kota sampai malam menjelang. Daripada tidak melakukan apapun dirumah, dan sudah pasti itu akan sangat membosankan.

Keduanya duduk disalah satu kursi taman, diam, bergelut dengan pikiran masing-masing, sama sekali sepi, tidak ada percakapan.

"Kak Veer... Kak Kavya....!" teriak seseorang, Kavya dan Veer lantas menoleh ke sumber suara.

Bola mata keduanya menangkap penampakan, Ananya berlari-lari menghampiri mereka dengan raut wajah bahagia.

"Hai!" ucap Ananya saat sudah berada didekat Veer dan Kavya.

"Kau? Apa yang kau lakukan disini, Ananya? Dan, dengan siapa kau kesini?" tanya Veer yang tentu saja terkejut atas kehadiran tiba-tiba adiknya itu.

"Aku kan sudah bilang, aku akan datang kesini,dan mengganggu bulan madu kalian!" seru Ananya.

"Iyaa, tapi dengan siapa kau kesini, Ananya?" Veer bahkan mengulang pertanyaannya yang sama.

"Bersama teman-teman, kakak. Kami juga berlibur disini. Dan oh ya, ada seseorang yang ingin aku kenalkan pada kalian. Abhii...kemari.."

Nafas Kavya serasa terhenti, apa tadi? Abhi? Apa itu Abhi...??

Kavya mendengar derap langkah seseorang, yang sudah pasti itu adalah Abhi--yang dimaksud Ananya. Jantung Kavya berdegup kencang, bagaimana jika itu Abhi,, Abhi,,,.

"Ada apa, Ananya?" terdengar suara seorang pria, yang tentu saja si Abhi itu.

Kavya mengenal suara itu, ya suara itu, suara yang,,,

"Abhi, aku 'kan sudah bilang akan mengenalkanmu pada kakak dan kakak iparku. Kak Veer, ini Abhi, dan Abhi, ini kakakku Veer." Ananya mengenalkan Abhi pada Veer.

Veer tentu saja melihat si Abhi teman Ananya itu. Begitu juga dengan Abhi.

"Dan Abhi, ini kakak iparku yang paaalingg cantik, kak Kavya. Kak Kavya ini Abhi, dan Abhi, kak Kavya.." ucap Ananya.

Dengan sekuat tenaga Kavya mendongak, memberanikan diri dengan seribu harapan Abhi ini bukan Abhi-nya. Dan,,,,

Degg!
Pandangan keduanya bertemu. Dua pasang mata yang sudah lama tidak saling tatap itu kembali bertemu sekarang.

Kavya lemas, nafasnya tercekat, ditambah kedua matanya yang sudah memanas saat ini. Dia tidak sanggup lagi lebih lama berada disini.

"Hai,,, Veer." ujar Veer dengan mengulurkan tangannya.

Selang beberapa detik, tidak ada reaksi dari Abhi.

"Abhi!" Ananya menyenggol bahu Abhi, barulah Abhi tersadar dan membalas uluran tangan itu.

"A-Abhi." ucapnya gugup.

"Aku tahu." canda Veer.

"Aku akan segera kembali." ucap Kavya tiba-tiba. Entah akan pergi kemana gadis itu. Yang pasti Kavya sudah tidak sanggup lagi lebih lama berada disana.

Kavya asal masuk dalam kamar mandi ditaman, lalu menguncinya. Tubuh Kavya bergetar hebat, nafasnya naik turun tidak teratur, bahkan air matanya juga sudah merembes keluar, entah sejak kapan.

MUSHKIL PYAAR [Completed] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang