12. Veer-Kavya Ananya-Abhi

299 21 4
                                        


Jam menunjukkan pukul 23.30 waktu London, dan Abhi baru saja tiba di rumah pak John-- satpam penjaga semalam.

Tok tok tok..

Tok tok tok...

Abhi terus mengetuk pintu rumah yang berdiri tegak di hadapannya itu, namun tak kunjung ada sahutan dari dalam.

Tok tok tok...

"Iya sebentar, tunggu sebentar ya,, sebentar..!" jawab seseorang dari dalam sana pada akhirnya.

Pintu pun terbuka dan menampilkan pria paruh baya bertubuh subur dengan kumis tebal dan kepala sedikit botak.

"Hey nak Abhi, ada apa kau mencariku malam-malam begini? Ada yang bisa ku bantu?" tanyanya.

"Paman, kau yang berjaga semalam, kan? Jadi kau tahu kemana perginya Ananya? Ananya Malhotra, kau tahu kan, paman?" tanya Abhi langsung pada intinya.

"Ananya,,, Ananya,, " pria itu mengelus kumis tebalnya tampak berfikir.

"Oh Ananya. Ya, aku tadi lihat. Tadi pagi-pagi sekali, Ananya dan temannya itu berkemas membawa 2 koper dan menyewa taxi. Saat ku tanya, Ananya menjawab akan pergi ke tanah airnya. Itu artinya dua gadis itu pulang ke India." jelas pak John.

"India?" Abhi memastikan, dan pria itu mengangguk mengiyakan.

"Terima kasih, paman. Terima kasih. Aku permisi dulu, maaf sudah mengganggumu malam-malam begini." pamit Abhi.

"Ya, tentu saja. Tidak masalah. Paman tahu, inilah cinta." balas pria itu.

Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi, Abhi bergegas meninggalkan rumah pak John.

Abhi mengebut untuk cepat sampai ke bandara, dia tidak peduli ini sudah malam. Yang penting ia akan cepat sampai ke India dan menemui Ananya, lalu meminta maaf pada gadis itu.

Sesampainya di bandara, Abhi menanyakan penerbangan tercepat ke Mumbai, yang ternyata adalah besok pukul 9 pagi.

***

Sarapan pagi kali ini diselimuti rasa sepi. Ya, sepi karena 2 makhluk yang biasanya akan selalu bertengkar saat bersama kini diam. Ananya hanya mengaduk-aduk makanannya, dan Naina hanya fokus melihat tindakan kakaknya itu.

Ny. Madhuri memberi isyarat pada Naina ada apa dengan Ananya? Namun Naina hanya membalas dengan mengedikkan bahunya tanda tak tahu.

Pandangan Ananya kosong, tangannya terus mengaduk makanan dipiringnya yang sama sekali tak berkurang sedikitpun. Semua orang tentu saja merasa aneh, tidak biasanya Ananya seperti ini. Gadis paling tidak bisa diam di keluarga Malhotra saat ini hanya diam melamun?

"Ananya, ada apa denganmu?" Muskaan, kakak ketiga Ananya--setelah Sheila dan Veer -- tak sabar dan bertanya.

Namun gadis itu tak juga bergeming, terus diam sambil mengaduk makanannya.

"Ananya, kau kenapa, nak? Ada apa denganmu?" ulang ny. Madhuri, yang masih tak di dengar Ananya.

"Aunty Ananya!"

"Ah iya? Ada apa?" tanya Ananya linglung, panggilan Aafia lah yang membuatnya tersadar dari lamunan itu.

"Ada apa denganmu, nak? Apa yang kau fikirkan sampai melamun begitu?" tanya tn. Malhotra.

"Tidak ada, ayah. Aku baik-baik saja, " jawab Ananya mencoba tersenyum.

"Tidak. Matamu mengatakan kau tidak baik-baik saja. Katakan ada apa, Ananya? Ceritakan pada kami." ucap Veer.

MUSHKIL PYAAR [Completed] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang