~1~

22 3 3
                                    

Skip* istirahat

Acelita POV

Kringg...!!

"ta mau kekantin gak?" tanya keisha

"iya"jawab gue sambil merapikan buku.

"udh, yuk!" ajak keisha, dan gue hanya menganggukkan kepala. Lalu pergi menuju kantin sekolah.

Sampainya di kantin, gue dan keisha menghampiri salah satu meja.

"tata" panggil keisha seraya duduk di bangku.

"hmm?" ucap gue lalu menoleh dan duduk di bangku.

"mau pesen apa? Sambil nungguin Ratu sama Nindy" tanya keisha

"jus alpuket" jawab gue singkat, padat dan jelas.

"udh itu aja? " tanyanya

"hmm"

"makannya? "

"ngga" seraya menggelengkan kepala.

"iya udh gue pesenin dulu" ucapnya
lalu pergi memesan.

"woy ta!" teriak Nindy disamping kuping gue dan seraya menepuk pundak gue.

"hmm"

"ih kok gak kaget sih?!" ucap Nindy dengan nada kesal.

"emang harus?"jawab gue seraya menaikan satu alis.

"ya udh, terserah lo!"ucap Nindy mengerucutkan bibirnya.

"sih keisha kemana ta?" tanya Ratu

"mesen"jawab gue

"ohh"ucapnya

"eh ta ada murid baru ya?"tanya Nindy

"iya, katanya lo yang anter dia kekelas"ujar Ratu

"iya"jawab gue singkat

"bener lo yang anter dia?" tanya Ratu sekali lagi, dengan sifat kekepoan ny

"iya"

"cowok apa cewek?"

"cowok"

"ganteng ga?"tanya nya. Gue hanya mengedikan bahu.

"yahh elo mah"ucap Ratu kecewa.

Lalu gue mencari-cari keberadaan Keisha, karena dia belum balik² juga. Eh pas gue lagi ngeliat liat, ada yang ngelambain tangan. Pas gue nengok ke belakang ke samping, ga ada yang ngerespon dia. Tapi pas gue nunjuk diri gue sendiri, dia langsung ngangguk.

"TATA!!!" teriak Ratu, yang membuat seisi kantin menoleh ke arah meja yg gue dan kawan-kawan tempatin.

"kenapa teriak?!" tanya gue kesal sambil menatapnya dengan mata melotot.

"tau lo, ga bisa diem, malu kan gue diliatin berasa jadi seleb gue " ucap Nindy

" yee lo dasar, Iya udh iya maap,, abisnya lo juga ta kalo di panggil nyaut kenapa, gue kan masih mau nanya²" ucap Ratu dengan muka bersalah.

"ya udh, lo nanya apa?"

"nama sih anak baru siapa? Tanya Ratu

"Alveran"

"kelas berapa?"

"XI IPS 2"

"wahh.. Sebelahan dong," ucap Ratu dengan nada lebaynya sambil tersenyum.

Setelah itu Keisha datang dengan membawa pesananya, lalu duduk di samping gue.

"kalian pada ngomongin apa sih? Sampe teriak-teriak gitu" ucap Keisha

"tau nih, sih Ratu, denger dikit kata cowok langsung nyamber"ucap Nindy

"loh kok gue? Noh sih tatanya aja
yang ga nyautin gue"ucap Ratu mengerucutkan bibirnya.

"ya udh, ga usah pada ribut"lerai Keisha.

Entah dari mana datangnya sih anak baru sudah ada di samping meja gue, sekaligus membawa minuman di tangannya. Lalu menatap gue,"Hai ta"
Sapanya sambil tersenyum manis ke gue, gue hanya diem natep dia.

"emh gue boleh gabung ga di sini?" tanya veran yang masih setia dengan senyuman nya.

"kenapa ga sama temen-temen lo?"tanya gue

"emang harus ya? Tapi gue maunya sih sama lo gimana dong"ucap nya seraya memasang muka melasnya.
Temen-temen gue malah pada natap gue seakan mereka ngomong 'kok bisa?' dan gue yang melihat itu hanya mengedikan bahu.

"jadi gue boleh ga nih gabung sama kalian?" tanya dia lagi dengan nada sedikit kesal ya mungkin karna dia masih berdiri.

"e-eh iya boleh, gabung aja"ucap Keisha dengan senyum gugup

"nah dari tadi kek, capek nih kaki"gerutunya yg masih kesal, lalu langsung duduk di samping gue

"lah malah pada diem, ga makan?"

"ohh iya ini baru aja mau mesen, ayo ratu"ucap nindy langsung narik tangan ratu yang ada di sebelah nya

"ohh iya gue lupa beli minum tunggu bentar ya ta"ucap keisha langsung melenggang pergi.

Dan tinggallah kita berdua. Lalu gue bangkit dari duduk, tapi tangan gue di tahan sama sih veran, gue langsung noleh ke dia dengan menautkan alis seakan nanya 'kenapa?'

"mau kemana?"tanya veran

"bukan urusan lo! Lepas!"ucap gue seraya mencoba melepaskan cekalannya. Tapi tetep aja ga bisa kekuatan nya lebih kuat. "lepas bisa ga sih?!"dengan nada yang sedikit teriak.

"lo harus jawab dulu pertanyaan gue"

"kan udah gue bilang! Bukan. Urusan. Lo. Ngerti?."ucap gue dengan memasang muka menahan amarah dan menekan kata-katanya.

"ya udah, lo ga boleh pergi"ucapnya seraya menarik gue untuk duduk lagi. 

"lepas! Sakit tangan gue!" ucap gue lalu, dia lepas tangannya dari pergelangan tangan gue.

"ck! Tangan gue merah!"

"ya udah sini gue obatin" ucap veran lalu narik tangan gue dan di usap sama dia. "lo juga sih tinggal jawab doang apa susahnya"gerutu dia.

"ck! Gue tuh mau ke toilet tau gak?!"ucap gue mencak-mencak, lalu menarik tangan nya dan berdiri melenggang pergi dari kantin.

Sedangkan veran dia masih terduduk diam, memasang muka melongo. "baru nemu gue cewek kaya dia"ucap veran yang masih menatap punggung Acelita yang sudah tidak terlihat.





                             🎶🎵🎶

Oke guyss gimana ceritanya nih? Seru ga?. Gue ingetin lagi buat klik bintang sama komenan nya yaa buat kasih saran, dan jangan lupa follow oke👌😊.

Sekalian juga, kan sekarang lagi libur nih dari pada ga ada kerjaan abis belajar mending refresh dulu, baca cerita gue itung² nambah vote ya ga?. 

Oke sekian dari saya Assalammualaikum warrohmatullahi wabarokatu!!

*See you again👋😊

ARANTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang