Si pohon tua kehilangan pagar kayu kesayangannya.
Pagar itu habis dimakan waktu,
dicabut kasar enggan tak mau.
Pagar itu pun berlalu.
Si pohon tua kehilangan pagar kayu kesayangannya.
Pagar itu baik,
setiap pagi daun yang jatuh dikumpulkan di pelukannya.
Setiap pagi Si pohon tua tersenyum.
Si pohon tua kini tiada.
Di gunakan nya tubuh tua itu untuk membuat pagar kayu kesayangannya.
Rico Adi Pratama
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMPIAS KATA
PoetrySeperti Tempias air hujan, kata kata ini pun hanya sepercikan saja.
