Di depan pintu kamarku
aku sedang memikirkan mu.
tak perlu teh atau kopi
aku hanya butuh puisi
untuk menceritakan isi pikiranku.
Memikirkan mu adalah labirin
ditengah pasar malam, menyenangkan.
walau rumit,
siapa peduli dengan jalan keluar itu?.
aku hanya peduli pada tiket-tiket wahana yang berserakan— tidak berharga.
aku hanya peduli pada tawa riang anak-anak kecil itu.
aku hanya peduli pada permen gulali yang kau suka.
yang ingin sekali aku beli dan aku beri lewat pikiranku.
Di depan pintu kamarku: menyenangkan memikirkan mu.
Rico Adi Pratama
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMPIAS KATA
PoetrySeperti Tempias air hujan, kata kata ini pun hanya sepercikan saja.
