Dan rasa itu menyelinap dari balik peron kereta yang membawa kita ke jogja.
Kereta itu terus melaju tak kenal kompromi,
dibawanya rasa itu semakin jauh di atas roda yang sesekali berdecit.
Batu-batu hanya diam, sedang sawah di seberang meringis girang.
Saat kereta sampai di jogja, rasa itu kita bawa ke pinggiran jalan malioboro.
Aku gantung sementara rasa ini di plang jalan itu.
Sementara kita biarkan rasa itu melihat kau dan aku yang sedang asik membedakan mana biru mana abu abu.
Di jogja rasa itu ikut ke sana kemari.
Sampai tiba waktu pulang, rasa itu tetap ikut.
Duduk disebelah jendela kereta agar bisa melihat keluar sana.
Sampai saat kereta tiba, kau dan aku turun melewati celah itu hingga tak sadar rasa itu tertinggal.
Dan Jogja,
Rasa itu hanya terbawa suasana.
Rico Adi Pratama
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMPIAS KATA
PoesiaSeperti Tempias air hujan, kata kata ini pun hanya sepercikan saja.
