Siang ini Vanya menghabiskan waktunya dengan bermain game dan mendengarkan musik, tiba-tiba kak Angga menelfon untuk mengajak Vanya menemaninya berbelanja keperluan yang ingin dia bawa ke Jakarta. Vanya mengiyakan karena Vanya juga tidak memiliki aktivitas yang penting dirumahnya, menurutnya menemani kak Angga cukup penting karena kak Angga akan kembali ke Jakarta dan akan kembali 3 tahun lagi. Vanya tidak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk bersama kak Angga.
Sore harinya kak Angga menjemput Vanya dan mereka pun langsung ke toko oleh-oleh yang ingin kak Angga bawa, selama berbelanja kak Angga dan Vanya saling bercanda hingga tidak menyadari bahwa hari sudah mulai gelap.
Kak Angga lalu segera menuju ke kasir untuk membayar dan kemudian membawa belanjaannya ke rumah. Sesampainya di rumah kak Angga Vanya hanya menunggu diluar karena takut untuk masuk ke rumahnya kak Angga.
"Udah yuk" ajak kak Angga setelah keluar dari rumahnya.
"Pulang?" Tanya Vanya
"Nggak, jalan-jalan bentar kita"
"Okey"
Selama di perjalanan Vanya hanya mendengarkan kak Angga yang bercerita tentang rasanya kuliah di Jakarta.
Tanpa sengaja kak Angga menyentuh tangan Vanya yang ternyata sangat dingin.
"Kenapa nya? Dingin?"
"Hmm? Iya sih dikit"
"Yaudah sini peluk kakak aja"
"Nggak ah ngaco kakak mah"
"Ya dari pada kamu kedinginan gitu"
"Nggak, biasa aja kok dinginnya"
"Udah sini" kak Angga menarik tangan Vanya untuk memeluknya.
"Hmmm kak Angga, Vanya mau nanya dong"
" Apa?"
"Pasti kak Angga sering nyuruh Ade"an kak Angga sama Aqila buat meluk kak Angga ya? Kayak Vanya gini"
"Nggak lah paling yang meluk kakak cuman mantan kakak dulu, mama, saudara terus ya gitu"
"Ha? Ya gitu? Maksudnya?"
"Iya terus kamu yang sekarang meluk kakak"
"Ih ngaco"
Mereka berdua pun tertawa dan terus melanjutkan percakapan dengan banyak bercerita tentang pengalaman mereka di Pramuka.
"Vanya" panggil kak Angga
"Iya kak?"
"Kakak boleh nggak nyium tangan kamu?"
"Iih apaan sih aneh-aneh aja"
"Boleh lah ya?" Bujuk kak Angga
"Emang kakak sering gitu nyium tangan orang yang kakak bonceng?" Selidik Vanya
"Ya nggak paling mantan kakak aja"
"Terus kenapa mau nyium tangan vanya?"
"Ya karena Kakak suka sama Vanya"
"Ih ngaco"
"Gimana? Boleh ya? Bentar aja kok"
"Yaudah iya" pasrah Vanya
Setelah di izinkan oleh Vanya kak Angga mencium tangan Vanya dan terus menggenggamnya tanpa mau melepaskan.
"Kak udah dong katanya bentar"
"Kakak suka aroma tangan kamu nya"
"Yee dikirain makanan" omel Vanya
"Beneran juga" kata kak Angga
"Iya iya percaya"
Selama kak Angga menggenggam tangan Vanya mereka bercerita banyak hingga tidak menyadari bahwa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Kak Angga kemudian mampir ke ATM dan meminta Vanya menunggunya karena ingin membeli sesuatu.
"Hey nya, lama?"
"Hmmm lumayan sih, emang kakak beli apaan?" Tanya Vanya saat kak Angga telah kembali dari toko.
"Cemilan, mau langsung pulang?"
"Iya pulang aja deh udah malem"
Kak Angga pun mengantar Vanya pulang, selama di perjalanan kak Angga meminta Vanya tetap memeluknya sebagai kenang-kenangan karena dia akan berangkat ke Jakarta. Vanya mengiyakan karena sebenarnya berada di pelukan kak Angga membuat Vanya nyaman.
Setelah sampai di rumah Vanya kak Angga masih ingin bercerita dengan Vanya sehingga mereka duduk di bangku dekat rumah Vanya. Mereka duduk berhadapan dengan kak Angga memegang tangan Vanya. Mereka bercanda mengenai banyak hal, terkadang saking gemasnya kak Angga sering mencubit hidung Vanya.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam dan kak Angga berpamitan pulang, namun sebelum kak Angga pulang kak Angga berbicara serius dengan Vanya.
"Nya, kakak kan besok berangkat ke Jakarta. Kamu jaga diri kau sama hati kamu ya. Kakak bakal balik buat kamu, kakak sayang sama kamu"
"Vanya juga sayang kok sama kakak, Vanya gabisa janji buat jaga hati Vanya karena Vanya belum yakin sama kakak tapi Vanya bakal berusaha yakin sama kakak" jawab Vanya
"Tetep jaga komunikasi sama kakak ya nya, apapun yang terjadi kakak ga bakal ngecewain kamu"
"Iya Vanya percaya kok sama kakak"
Setelah itu Vanya memeluk kak Angga, entah kenapa Vanya merasa bahwa dia nggak mungkin bisa meluk kak Angga kayak gini lagi sehingga air mata Vanya menetes.
"Jangan nangis dong, kan kakak pasti bakal balik buat kamu"
"Iya kak Vanya ga nangis kok" Vanya segera menghapus air matanya.
"Nih biar ga sedih lagi, tadi kakak beli cokelat. Besok kalo kakak udah nyampe Jakarta kakak telfon kamu ya"hibur kak Angga
"Iya kak makasih"
"Yaudah sekarang kamu masuk kakak juga mau pulang, good night my little baby"
"Good night too my big beruang"
Setelah berpamitan kak Angga langsung pulang dan Vanya pun langsung masuk ke rumahnya untuk tidur.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sorry guys lumayan pendek
Maaf juga jarang upload karena emang lagi musim covid-19 da tugas kuliah online aku benar-benar menumpuk.
Maaf ya Skali lagi jadi jarang banget upload 🤗.
See you next part
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Salah [ Complete ]
FantasyWarning❗ Typo bertebaran ❗ First karya 💯% amatir Thanks Kak Jumaida( @sayasenja ) buat covernya🥳🥳🥳 Vanya putri denacellita remaja yang mengawali kisah cintanya dengan sahabatnya sendiri, siapa yang menjamin dia akan bahagia? Tidak ada Buktinya d...
![Cinta Salah [ Complete ]](https://img.wattpad.com/cover/198434850-64-k884612.jpg)