Part 01

212 78 9
                                        

Bel sekolah berbunyi tepat pukul 07.00 dan sekarang pukul 07.15 yang berarti Vanya terlambat ke sekolah 15 menit. Vanya terpaksa tetap nekat masuk saat tidak melihat satpam di pos jaga.

"Mau kemana neng?" tanya Pak Dodit, guru kesiswaan Vanya yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

"Eh Pak  Dodit, udah ganteng aja pak pagi-pagi gini" sahut Vanya sambil nyengir.

"Kamu tuh ya, kalo gak telat ya bolos. Nyaa Vanyaaa mau jadi apa kamu neng?" sinis Pak Dodit

"Pengen jadi orang sukses pak, kalo bapak? Oh iya kan bapak udah jadi guru ya? Paling galak pula, pantesan tuh kumis melingkar gitu" canda Vanya

"Vanyaaaaaaaaaaaaaa! Ke lapangan sekarang! Berdiri sampe jam istirahat!" kesal pak Dodit pada Vanya yang santai dan sempat-sempatnya bercanda

"Yaaaah pak kan panas" keluh Vanya

"Mau bersihin toilet?" tawar pak Dodit dengan nada sinisnya.

"Toilet? Gak deh pak, mending saya  ke lapangan aja" Vanya akhirnya menyerah dan pergi ke lapangan dan berdiri di dekat tiang bendera. Males banget kan kalo harus bersihin toilet sekolah yang ???? Definisikan sendiri sajalah.

  ☁☁☁

Tepat pukul 10.30 bel istirahat pun berbunyi dan pertanda hukuman Vanya selesai. Vanya segera ngacir ke kantin dan membeli minuman karena berdiri di lapangan yang panas selama 3 jam membuatnya sangat kehausan. Sesampainya di kantin suara yang Vanya kenal mengagetkannya.

"Eh,Nya? Lo telat?" tanya Nia, sahabat Vanya di Organisasi Pramuka.

"Eh? Oh Nia. Iya nih, Lala mana?" tanya Vanya sambil celingak-celinguk mencari lala.

"Bentar lagi juga ke sini, lagi ke toilet tuh tadi katannya" jawab Nia.

"Ooh gitu, eh liat Via sama Nani ga?" tanya Vanya lagi.

"Nggak sih, tapi kata Lala tadi sempet nanyain lo. Masih dikelas kali"

"Iya kali, bomat dah"

"Haiiiiii gaeskuh, eh Vanya? Lu dari mana aja? Hp lo ga aktif yah? Dicariin Via sama Nani noh" sapa Lala yang sudah sampai di kantin.

"Yaudah, gue ke kelas dulu bye gaeskuh" pamit Vanya dan langsung ngacir ke kelas.

Sesampainya di kelas ternyata Via dan Nani sedang ke ruang guru, jadilah Vanya balik ke bangkunya dan menyalakan  ponselnya kemudian mulai memainkan ponselnya mengabaikan teman-teman kelasnya yang lain.

Vanya sebenarnya bisa saja bergabung dengan teman kelasnya, hanya saja Vanya bukan tipe orang yang suka bergosip seperti teman kelasnya, jadilah Vanya hanya berteman dengan Via da Nani.

Tak lama bel pertanda pelajaran akan berlanjut pun berbunyi, Via dan Nani pun telah kembali ke kelas. Selagi guru belum masuk ke kelas, Via dan Nani pun berembuk di bangku Vanya untuk ngepoin keterlambatan Vanya karena saking seringnya Vanya terlambat dan dengan alasan yang sama, mereka ingin mendengar Vanya memiliki alasan lain. Namun percuma, alasannya kali ini sama saja.

"Woy bocah, telat lagi? Alasan apalagi hari ini?" tanya Nani

"Gue tuh semalem telfonan sama Bima sampe larut malem, alhasil gue kesiangan lah" jawab Vanya polos.

"Bucin baget sih lo Vanyaaaaa" kesal Via sambil menjitak kepala Vanya

"Eh eh sakit pea, maen jitak-jitak ae lo." kesal Vanya

Cinta Salah [ Complete ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang