Chapter 9

16 1 0
                                    

Budayakan vote sebelum membaca!
Happy reading





¤¤¤¤

"Baper kan lo"ucapnya pd.

"Dih pd banget sih lo, siapa juga yang baper"cibir Dhira.

"Yakali aja gtu, lo baper sama gue".

"Engga tuh".

Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit akhirnya mereka sampai di Pasar malam.

"Turun dah sampe, nyaman kan lo meluk gue".

"H-hah apaan sih".ucapnya kaget dan langsung turun dari motor Aldi.

"Ayok"katanya sambil memegang tangan Dhira membawanya masuk ke dalam pasar malam.

Sedangkan Dhira melihat tangannya yang digenggam oleh Aldi hanya bisa diam mengikuti kemana Aldi membawanya.

"kenapa jantung gue jadi dag dig dug gini sih"batin Dhira.

"Lo mau main apa?"tanyanya.

"H-hah".

"Salting lo ya"godanya sambil tertawa.

"Engga"elaknya.

"Yaudah mau main yang mana?"tanyanya lembut yang membuat hati Dhira meleleh(es krim kali meleleh awokawok).

"Emm kita naik itu aja"ujarnya sambil menunjuk wahana komedi putar.

"Oke".

Setelah siap dengan wahana komedi putar mereka pun mencoba wahana lainnya.

"Naik itu mau gak?"tanya Aldi sembari menunjuk wahana kora-kora.

"Yang lain aja kali ya".

"Takut?"tanyanya mengejek.

"E-engga kok engga yaudah yuk"jawabnya terbata, Aldi hanya tertawa melihat tingkah Dhira.

Mereka sudah duduk di kora-kora, Aldi yang senang karena bisa jalan dengan Dhira. Sedangkan Dhira yang merasa ketakutan akan wahana yang dinaikinya.

1

2

3

Wahana itupun mulai bergerak semakin lama semakin kencang, sontak itu membuat Dhira menegang ketakutan.

"aaaaaaaaaaaaa mamah tolongin Dhiraaaa"teriaknyaa.

"maamahhhhhh tolonggggg".

"aaaaaaaaaa".

Aldi yang melihat itu tertawa disamping Dhira dan mengambil tangan Dhira, menggenggam erat tangan Dhira seolah menyalurkan kekuatan padanya.

"udahhhhhhh Dhiraaa gak kuatttt".

Setelah Dhira mengucapkan kalimat terakhirnya(kaya mau mati aja,lebay author).Wahana tersebut pun sudah selesai alias berhenti (ribet nih author).

"katanya tadi gak takut"ejeknya.

"E-engga t-tadi tuh gue cuma akting aja"elaknya terbata.

"alesan"ucapnya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut dhira, yang membuat Dhira mematung.

"Mau makan gak?"tanyanya.

"E-engga gausah,kita pulang aja ya".

"Yaudah yok".

💫💫💫

Tidak sampai 30 menit mereka udah sampai di depan rumah Dhira.

"Yaudah gue balik ya"pamitnya.

"Iya".

Aldi pun menghidupkan mesin motornya dan segera melajukan motornya tetapi sebelum itu ada yang memanggilnya.

"Al"panggilnya.

"hmm".

"makasih ya"ucapnya sambil tersenyum.

"iya sama-sama"jawabnya tersenyum ke arah Dhira.

"yaudah gue balik ya ra"pamitnya lagi.

"ra?"batinnya.

"E-eh iya,hati-hati".ucapnya yang dibalas anggukan oleh aldi.

Setelah melihat aldi dan motornya menjauh Dhira pun masuk ke dalam rumahnya.

"assalamualaikum"ucapnya.

"waalaikumsalam,gimana dek pdkt nya lancar? PJ jangan lupa"

"paan sih lo"kesal Dhira.dan meninggalkan Rafa sendiri.

Dhira POV

"tadi dia manggil gue apa? Ra?"tanyanya bingung.

"yaampun gue kenapa jadi mikirin dia sih,engga engga".

Setelah bergelud dengan pikirannya sendiri.Dhira pun bersiap-siap untuk tidur. Tapi ada suara notifikasi yang mengganggunya ia pun memutuskan untuk melihat siapa yang mengirimkannya pesan.

Aldi

Tidur
Jangan mikirin gue.

23 Maret 2020






Indhira [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang