Chapter 12

17 2 0
                                    

Budayakan vote sebelum membaca!
Happy reading





¤¤¤¤

"Lo mau pesen apa Dhir"tanya amanda.

"Emm samain aja deh".

"Ntarr ya".

Amanda pun memesan makanan dan minuman mereka, sementara itu Dhira ditinggal dengan Aldi dan Rehan. Keheninganpun melanda mereka.

"woiii diam-diam bae"teriak Rehan memecahkan keheningan."Apaan sih lo berisik"ucapnya dan menatap intens Dhira.

Dhira yang merasa diperhatikan pun risih dan memilih untuk memainkan hp nya.Dibarengi oleh Rendi dan Amanda membawa makanan yang telah dipesan mereka.

"Makanan datangggg!"teriak amanda.
"Amanda jangan teriak-teriak gitu"omel Dhira. "Heheh mangap Dhir"cengirnya."Maaf kali bukan mangap"ralat Dhira sinis.
Perdebatan mereka ternyata di lihat oleh ketiga cowok yang berada di depannya.Seketika itu juga mereka terdiam.

"B aja kali ngeliatnya"ucap Amanda membuat ketiga cowok mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Dhir nanti pulang bareng gue"titahnya.

"Gue ga-"belum siap Dhira menjawab ada yang memotongnya. "Ga ada penolakan"lanjutnya.

Dhira tak menanggapi lagi perkataan Aldi toh sama saja dia tidak akan bisa mengelak.

"Ayok Nda balik"ucapnya."Eh iya ayok"balasnya dan pergi dari hadapan ketiga lelaki itu.

"Lo suka ya sama Dhira"goda Rehan.

"Iya, gue mau nembak dia"jawabnya santai membuat Rendi langsung menatapnya.

"kok gue gak rela ya"batin Rendi.

"Gercep juga ya lo".

"Iya dong keburu diambil orang".

Bell tanda pulang sudah berbunyi Aldi cs pun beranjak meninggalkan kantin. Ya memang begitu mereka sering tidak masuk kelas dengan alasan tidak suka gurunya.

"cabut"titah Aldi diikiuti oleh kedua temennya.

Saat sudah di parkiran Aldi memutuskan untuk menunggu di atas motornya.

"Gue sama Rendi luan ya bro,sikattt trus"kata Rehan. "Lo kata kamar mandi pake disikat segala"jawab Aldi.

"Berjanda kali gue"cengirnya.
"Becanda ogeb"ralat Rendi. "kita luan ya di"pamitnya.

Sudah 15 menit Aldi menunggu tapi yang ditunggu tak kunjung datang.

"kemana sih nih anak"gerutunya dalam hati.

"Maaf lama" ucapnya membuat Aldi membalikkan badannya."gapapa,naik".

Tidak ada yang membuka suara selama diperjalanan menuju rumah Dhira.

24 Maret 2020

Indhira [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang