Chapter 11

21 2 0
                                    

Budayakan vote sebelum membaca!
Happy reading





¤¤¤

Sesampainya di taman belakang sekolah Dhira dan Aldi pun duduk di bangku taman.Cukup lama mereka terdiam bersama.

Aldi menghembuskan nafasnya panjang"Maaf"lirihnya.Namun Dhira hanya diam mendengarkannya tidak berniat untuk menjawabnya.

"Maaf ra gue gak bermaksud ngebentak lo tadi.Maaf karna gue udah lampiaskan kemarahan gue ke lo"lanjutnya.

"Maaf gara-gara masalah gue lo yang jadi imbasnya".

"I-iya gapapa"jawab Dhira terbata.
"M-maaf kalo gue lancang,lo lagi ada masalah apa? Lo bisa kok cerita sama gue"ucapnya gugup.

"aduh kok gue ngomong itu sih ntar kalo dia makin marah gimana,abis dah gue"batinnya takut.

"Hmm makasih ya"jawabnya tersenyum kearah Dhira.

"duhhh jangan senyum gitu dong kan gue jadi melting"batinnya.

"Ra"ucapnya sambil menggoyangkan telapak tangannya depan muka Dhira.

"E-eh iya".

"Lo kenapa?".

"H-hah engga, gue gapapa".

"Oh yaudah gue anter ke kelas mau gak?".

"Ga hausah gapapa, gausah repot-repot"tolaknya.

"Ga repot kok,ayok"katanya sembari menarik tangan Dhira.

"jantung gue please ya jangan maraton gini, kan gue jadi malu"batinnya.

Mereka melewati koridor yang penuh dengan warga sekolah berlalu lalang.

"eh itu Aldi kan kok dia sama cewek".

"gilaaaaa couple goals bangettt anjir".

"mereka pacaran ya?".

"mau dong jadi ceweknya".

Begitulah histerisnya cewek-cewek yang ada di koridor itu namun Aldi sama sekali tidak menghiraukan nya, berbeda dengan Dhira yang merasa risih akan hal itu.

"Belajar yang rajin ya,gue gak mau calon pacar gue bodo"katanya sembari mengacak rambut panjang milik Dhira.

"Gausah mimpi deh lo,siapa juga yang mau pacaran sama lo"cibirnya seraya merapikan kembali rambutnya.

"Ini bukan mimpi kok liat aja nanti"ucapnya meninggalkan Dhira di ambang pintu kelasnya.

"Dari mana aja lo? Lo gak di apa-apain kan sama dia? Lo baik-baik aja kan? "tanyanya bertubi-tubi siapa lagi kalo bukan Amanda.

"Ih Amanda apaan sih orang gue baik-baik aja juga"jawabnya.

"yaudah kantin yok"ajaknya."Bukannya udah bell masuk ya? "tannyanya polos.

"Yah cabut lah Dhir, gimana sih lo".
"Gila lo gaboleh gitu Nda,apaan tuh cabut gada di dalam kamus gue. Yaudah ayok"serunya meninggalkan Amanda.

"Yeeee dasar kutil badak"cibirnya.

🌵🌵🌵

Kantin

"Dari mana aja lo Di? Tanya Rehan."Rooftop"bohongnya.

"Lo mau pesen apa, biar sekalian gue pesenin"tawar Rendi.

"Samain aja"jawabnya yang dibalas acungan jempol oleh Rendi.

Brukkkk

Saat hendak berbalik Rendi menabrak bahu seseorang.

"Lo bisa jalan gak sih!"bentaknya kepada seorang wanita yang masih menunduk.
"Liat gue!"titahnya.

Mendengar Dhira yang dibentak oleh seorang pria Amanda pun tak tinggal diam.

"Maksud lo apa ngebentak temen gue?"tanyanya dengan volume diatas rata-rata. "Temen lo yang salah"jawabnya sinis. "Eh kalo lo gak balik tiba-tiba temen gue gak bakal nabrak lo bego".

Dhira mendongak menatap pria yang yengah berdebat dengan temannya.Ternyata dia temennya Aldi.

"Udah Nda, g-gue minta maaf"lirihnya.

"kok gue ngerasa ngenal dia ya,dia kan yang ketemu di mall kemaren,tapi gue kenapa ngerasa aneh didekat dia"batinnya.

"Kenapa diem lo?".

"A-ah iya gapapa".ucapnya dan pergi dari hadapan kedua gadis itu. Amanda dan Dhira membiarkan dia pergi.

Amanda melihat sekelilingnya"Yahhh bangku nya penuh lagi Dhir".

"Iya Nda udah ya kita masuk kelas aja".

"Dhira gabung sama kita aja"teriak Aldi sontak itu membuat seluruh pandangan menatapnya.

"Yaudah kita gabung aja ya Dhir,daripada kita belajar"bujuknya.

"Gak usah ya,kit ke kelas aja"tolaknya.Tetapi Amanda sudah menariknya ke meja Aldi cs.

"Busett mata gue disuguhin pemandangan langkah bener, kapan lagi bisa mandang cewek cantik begini"ujar Rehan dan langsung mendapat toyoran dari Aldi.

"Mata lo biasa aja punya gue nih"katanya.

Amanda dan Dhira yang mendengar itu saling tatapan.Amanda menaikkan sebelah alisnya pertanda dia menanya(siapa)kemudian dibalas gelengan oleh Dhira.

24 Maret 2020

Indhira [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang