PROLOG

3.5K 317 48
                                    

Layaknya Sirius, si kartika primadona di jagat raya. Terus bersinar meski kadang Van tak mengijinkan. Enggan terhenti meski ia tau akibat yang akan diterima. Seperti itu pula gambaran manusia berhati putih dengan sebutan awam sang makhluk naif. Ah, ku rasa tak perlu bertindak seperti dia, untuk apa hidup bila hanya menyiksa diri.

Saat ku melarangmu menjadi sirius maka jangan pula kamu berlagak menjadi sosok Arya Sengkuni. Terlalu menjijikkan untuk ku jelaskan. Jangan menengok, cobalah bercermin! Sengkuni gambaran manusia licik, penuh intrik mengorbankan orang lain demi dirinya sendiri. Makhluk munafik, pecundang,penuh ambisi yang ia tutupi dengan kamuflase religius,ramah dan sopan. Ah terlalu muak untuk melanjutkan. Arya Sengkuni asli ada di dunia cerita tapi duplikatnya ada disekitar kita, maka waspadalah!

Jangan bermimpi menjadi Zeus. Hingga kamu berperan merajai manusia lain. Bertindak dirimu berada di atas langit. Lihatlah dirimu! Kamu tak ada bedanya dengan manusia lainnya.

Bintang punya sejuta cahaya begitu pula manusia. Tak perlu berharap menjadi Orion, jangan berangan dirimu seperti Gamma, tak usah memohon menjadi Aquila ataupun Ankaa.Cukup perbaiki dirimu, jangan terlalu banyak meminta tapi banyaklah berusaha. Jangan ragukan apa yang diciptakan-Nya, karena seharusnya kamu tau Dia tak pernah bermain saat menciptakan jagat raya.

Bila mitologi yunani memiliki Evander sebagai pahlawan arcadian maka dalam dirimu kamu memiliki hati sebagai pahlawan kehidupan. Hati tak pernah salah, dia tak pernah berhianat tapi egomu yang menutup fungsinya. Keegoisan manusia yang menjadi kabut tebal menutup kalbu.
Jangan berlayar jauh menatap Adefagia bila manusia adalah rajanya kerakusan. Jangan membenci Dolos bila manusia dewanya kelicikan. Elpis sang dewa harapan kalah akan jutaan manusia yang juga senantiasa menaruh angan. Tak perlu berguru pada Ftonus bila iri hati dan kecemburuan adalah darah yang mengalir dalam tubuhmu. Jangan menyembah Moffeus bila tiap detik engkau bermimpi. Tak perlu mengejek Aergia bila kelambanan dan kemalasan adalah hal lumrah dalam kehidupan. Tapi perlu engkau belajar dari Alethera karena masih banyak manusia yang menjunjung kebenaran menerapkan kejujuran dan berbuat ketulusan. Berpatrilah pada Geras karena kamu juga akan menuju masa tua.

Jaga lisanmu wahai anak cucu adam! Sedikit ingatlah kesatria dari Plangkawati. Sosok yang digadang sebagai pewaris dinasti kuru yang akhirnya tewas mati rajam gaman sewu. Jangan mudah bersumpah layaknya meludah. Semua ucapanmu terlebih disaksikan alam semesta akan menuai hasilnya.Ah sang Abimanyu, kesetiaan Dewi Sundari harusnya menjadi anugerah terbesar dalam hidupnya bahkan hingga akhir hayat memilih menjadi abu bersama api kremasi lelakinya.

Jangan melawan takdir mengatasnamakan cinta yang tak pernah salah. Jangan egois menggenggam kencang, memaksa tinggal, padahal kau tau dirimu dan dia berada dalam semesta yang berbeda. Jangan menangis saat kamu mulai merasa penderitaannya. Jangan meraung kala kamu kehilangan dirinya.




Rendam Brama Dalam Samudera
Nikmati Siksa dan Nantikan Sirnanya

VECTOR

VECTOR {HIATUS}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang