🍃🍃🍃
"Anak itu mau kerja." Ucap Seta sambil menghirup rokoknya dalam-dalam, lalu menghembuskannya ke udara.
"Lantas?"
"Ya, bagaimana menurutmu? Kau kan anak pertama?"
Kai mencibir.
"Sejak kapan aku dihormati sebagai anak pertama, kau saja bisa berdiri di atas kepalaku jika kau mau."
Seta tak menanggapi, malah asyik dengan rokoknya.
"Apa tidak apa-apa membiarkan anak itu bekerja? Dia laki-laki tapi seperti perempuan, cengeng, hobinya saja hobi perempuan, apa dia benar-benar laki-laki?"
"Ya kalau dia tidak bekerja mau makan apa dia? Aku tidak sanggup membiayai hidupnya. Apa kau mau membiayai hidupnya?" Kai balik bertanya pada Seta.
"Lagipula dia sudah 20 tahun, bukan anak-anak lagi."
"Kau khawatir ya dengan adikmu?" Kai menaik turunkan alisnya pada Seta.
"Peduli setan dengan anak itu." Decih Seta, sambil mematikan rokoknya, lalu menyulut rokok yang baru.
"Aku hanya heran bagaimana mama mendidiknya hingga Juna gemulai seperti itu."
Kai mengedikkan bahu.
"Entahlah, mungkin dia terlalu banyak hormon progesteron, dan mama juga ingin anak perempuan. Dia benci anak laki-laki, akhirnya jadilah Arjuna."
"Karna anak lelakinya brengsek seperti kau."
"Heh, jangan lupa kau juga anak laki-lakinya, sama brengseknya dan lebih parahnya, penjahat kelamin."
"Bangsat!" Seta melempar asbak pada Kai, dibalas Kai melempar bungkus rokok.
"Kau pikir kau lebih baik? Perebut calon istri orang."
"Tidak ada yang salah soal itu. Kami saling mencintai, hanya karena Krystal dijodohkan dan tetap mempertahankan perasaannya padaku, tidak membuatku menjadi perebut istri orang, sebelum Krystal dijodohkan dengan Dion, dia sudah milikku." Ucap Kai percaya diri. "Beda denganmu, kau pemberi harapan palsu." Ejek Kai.
"Kudengar tadi sore Ayu kemari, kau jangan coba-coba membuatnya menaruh harapan. Kalau kau tak suka jangan biarkan dia berharap, tau?!"
"Setan, apa yang kau lakukan itu jahat!"
"Bacot!" Sahut Seta. Perasaannya menjadi tak menentu jika membicarakan soal Ayu. Ayu adalah seorang gadis yang dikenalnya sejak usia kanak-kanak, gadis itu merebut perhatian Seta. Ayu adalah gadis yang mendapatkan coklat dan mainan dari hasil kerja keras Seta dalam berbisnis sejak sekolah dasar, tapi untuk mengungkapkan cinta, menjalin asmara dan berakhir menikah, Seta tidak bisa. Ada suatu alasan yang membuat demikian, selain keluarga Ayu yang membencinya.
"Hei, kau anak kedua, omonganmu setidaknya harus lebih sopan bagaimanapun aku anak pertama."
"Urusi saja Krystalmu!"
"Aku hanya kasian pada Ayu, kalau soal kau, aku tak peduli."
"Kau tidak akan pernah memberikan cinta untuk Ayu kan? Kau memilih Camelia meski wanita itu bersuami. Sebenarnya, bukankah kita sama? Sama-sama suka pada wanita yang sudah memiliki pasangan, jadi setidaknya jangan mencelaku."
"Kai, kau sudah melewati batas. Kita memang kakak beradik, tapi bukan berarti kita bisa curhat-curhatan seperti sister goals."
"Ah, ya, ya lupa."
"Kita seharusnya saling mengumpat bukan curhat."
"Nah itu kau tau. Jadi lebih baik kau diam."
"Oke. Tapi biarkan kakak pertama ini menitip pesan sedikit saja, jangan berikan Ayu harapan. Dia jatuh cinta padamu, dan jika dia terus menyimpan harap, dia akan kesakitan suatu hari nanti. Kita memang brengsek, tapi bukankah kita pantang menyakiti hati wanita? Kita pernah ditinggalkan mama, kita benci mama, tapi bukan berarti kita membenci semua wanita, wanita itu tempatnya di atas kita, sudah takdir mereka untuk kita puja dan kita cintai."
KAMU SEDANG MEMBACA
chiaroscuro
CasualeKisah tentang Arjuna, dan dua kakaknya, Rakai dan Seta, yang tidak mengakui Arjuna sebagai adik
